5 Negara yang Mendukung Kemajuan Esports

Esports saat ini sedang berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Kemajuan ini tak dapat dilepaskan dari peran komunitas gamer dan peran pemerintah dalam mengatur esports di suatu negara. Sebenarnya, peran suatu pemerintah di dalam skena esports dapat dibilang sangat penting. Dukungan dari pemerintah tersebut dapat kita lihat melalui aturan, hukum (undang-undang), ataupun dukungan terhadap penyelenggaraan acara esports.

Bicara soal dukungan terhadap kemajuan esports, negara-negara ini bisa dikatakan menjadi yang paling getol dalam mendukung warganya untuk maju di bidang esports.

 

1. Republik Rakyat Tiongkok

Via Istimewa

Perkembangan esports di Tiongkok memang sangat menjanjikan. Terlebih pada 16 November 2018 lalu saat Pemerintah Kota Hangzhou telah membuka fasilitas esports yang sangat besar. Saking besarnya, bahkan Hangzhou pun disebut sebagai kota esports. Enggak hanya itu, Pemerintah Cina juga memiliki Association for Chinese Esports (ACE) yang mengatur jalannya esports di sana.

Kepopuleran esports di negara ini membuatnya naik tingkatan yang lebih jauh. Bahkan, Profesional Gamer dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang layak di sana. Kondisi inilah yang memungkinkan Cina dapat memajukan skena game mereka ke tahapan yang lebih jauh. 

 

2. Amerika Serikat

Via Istimewa

Perkembangan esports di Amerika Serikat sangat menarik untuk diamati. Kita dapat menemukan kemunculan tim esports yang dibentuk dari tim olahraga konvensional, seperti The Philadelphia 76ers yang membentuk tim Dignitas, serta beberapa tim NBA lain yang membuat tim esports untuk kejuaraan NBA 2K.

Kemunculan tim esports, dari amatir sampai profesional, di Amerika Serikat didorong dari meledaknya angka para pro player.Tak hanya itu, Amerika Serikat juga mengadakan beasiswa pendidikan untuk cabang esports. Hal inilah yang membuat pemain esports di Amerika Serikat terus tumbuh.

Mengacu pada pernyataan Electronic Gaming Federation (EGF), Amerikat Serikat merupakan negara yang mengembangkan pengadaan beasiswa tersebut dan berhasil mempengaruhi negara lain, salah satunya adalah Inggris. Menurut EGF, pengadaan beasiswa tersebut merupakan keinginan untuk membantu menyeimbangkan perkembangan skill bermain dan kemampuan kognitif para pro player.

 

3. Korea Selatan

Via Istimewa

Pada 2000, Korea Selatan membentuk Korea e-Sports Association (KeSPA) untuk mendukung kemajuan esports. KeSPA sampai saat ini menjadi salah satu bagian dari Korean Olympic Committee dan International e-Sports Federation. Kehadiran KeSPA ini sangat mempengaruhi perkembangan esports di Korea Selatan. Bahkan, esports dianggap memiliki kepopuleran yang setara dengan sepak bola.

Sebagai asosiasi esports negara, KeSPA berfungsi untuk mengatur penyiaran esports, pengadaan tournament esports, dan juga standar kerja profesional gamer di Korea Selatan. Negara yang dikenal sebagai negara penghasil pro player untuk game StarCraft dan League of Legends ini juga melahirkan turnamen esports internasional ternama, yaitu World Cyber Games (WCG).

 

4. Jerman

Via Istimewa

Munculnya The Esports Bund Deutshland (ESBD) sebagai asosiasi esports resmi di Jerman telah menjadikan Der Panzer sebagai salah satu negara yang turut mendukung perkembangan esports. Enggak hanya itu, Pemerintah Jerman juga telah menanamkan banyak investasi untuk membangun fasilitas esports.

Sikap Jerman terhadap esports bisa dikatakan berubah dengan cepat. Sebelumnya, Jerman menolak memasukkan esports ke dalam cabang olahraga melalui German Olympic Sports Confederation. Pada akhirnya, Jerman justru serius membawa esports masuk ke dalam kategori olahraga.

Jerman juga dikenal sebagai negara yang kerap kali dijadikan tempat untuk melaksanakan turnamen esports. Sebut saja The International 2011 (Dota 2) yang dilaksanakan di Koln, Jerman. Peran aktif Jerman diharapkan dapat membuka peluang esports sebagai cabang olahraga yang tak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat Internasional.

 

5. Indonesia

Via Istimewa

Indonesia bisa dikatakan terlambat untuk merasakan gegap gempita esports. Untungnya, hal tersebut bukan menjadi kendala untuk melihat perkembangan esports di Indonesia belakangan ini. Munculnya beberapa turnamen lokal memperlihatkan kemajuan signifikan dari esports di Indonesia. Terlebih lagi, meledaknya tren game mobile membuat esports jadi lebih diperhatikan banyak khalayak, termasuk oleh pemerintah.

Sejak Mobile Legends menjadi fenomena di Indonesia, pemerintah pun terjun ke dunia esports. Pejabat-pejabat seperti Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf, Menteri Komunikasi dan Informasi (MENKOMINFO) Rudiantara, serta Menteri Kepemudaan dan Olahraga (KEMENPORA) Imam Nahrawi menunjukkan dukungannya terhadap turnamen-turnamen Mobile Legends.

Ketiga kementerian inipun menunjukkan komitmennya di dunia esports lewat penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2019 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Melihat peran aktif pemerintah seperti ini, kita tunggu saja gebrakan di dunia esports selanjutnya!

***

Peran Pemerintah dalam membangun esports memang menjadi suatu bagian penting. Berkat bantuan pemerintah di suatu negara, Esports dapat berkembang dengan jauh lebih baik. Peran pemerintah dapat kita harapkan untuk mengatur, meregulasi, dan memajukan esports.

Bagaimana menurut lo dengan peran pemerintah kita saat ini untuk dunia esports? Apakah menurut lo masih kurang atau memang sudah ideal? Silahkan tulis pendapat lo mengenai hal tersebut di kolom komentar, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.