Serunya Ngobrolin Italia dan PES 2018 Bareng Pemenang Super Soccer I Got Game!

Ajang Super Soccer I Got Game! 2018 secara resmi telah mengakhiri seluruh rangkaian acaranya (17/7). Yap, babak Grand Final yang dilangsungkan pada 30 Juni 2018 di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, bukanlah akhir bagi tiga pemenang utama kompetisi PES 2018 terbesar se-Indonesia ini. Acara pamungkas bagi mereka adalah saat mereka pulang dari Italia sebagai hadiah utama karena telah menjadi pemain PES 2018 terbaik di ajang Super Soccer I Got Game! 2018

Ketiga pemenang kompetisi Super Soccer I Got Game! yang dimaksud adalah Adhitia Putra Herawana asal Tangerang sebagai juara pertama, Fridericus Randy B.L.K asal Yogyakarta sebagai pemenang kedua, serta Muh Adib Abidin asal Surabaya sebagai pemenang ketiga. Ketiga gamer yang beruntung ini merasakan pengalaman yang tak akan mereka lupakan karena telah berlibur ke Italia dan main PES 2018 bareng dengan legenda sepak bola dunia seperti John Arne Riise, Ray Parlour, Ivan Cordoba, dan Pierluigi Casiraghi.

Sebagai catatan, juara ketiga kompetisi Super Soccer I Got Game! 2018 sebenarnya adalah Prima Sebastian Yusman dari Tangerang. Sayangnya, Prima enggak bisa ikut mewujudkan mimpinya pergi ke Italia dikarenakan masalah perizinan. Adib sebagai pemenang keempat pun seakan mendapatkan durian runtuh untuk menggantikan Prima pergi ke Italia.

Kebetulan pas banget saat Adit, Rendi, dan Adib baru aja pulang dari negeri pizza tersebut, tim Kincir diberikan kesempatan untuk ngobrolin bareng keseruan mereka saat berada di Italia. Ketiganya juga enggak lupa mengingat pengalaman saat berkompetisi di Super Soccer I Got Game! 2018 yang telah mewujudkan mimpi mereka. Yuk, simak obrolan serunya di bawah ini!

 

Bagaimana rasanya bisa pergi Italia sebagai pemenang kompetisi Super Soccer I Got Game! 2018?

Adit: Rasanya kayak mimpi jadi kenyataan. Gua termasuk anak generasi 1990-an yang dibesarkan dengan sepak bola Liga Serie A Italia. Kebetulan banget di Italia gua bertemu pemain yang kebetulan seera saat gua nonton pas masih kecil seperti (John Arne) Riise, (Ray) Parlour, (Ivan) Cordoba, dan (Pierluigi) Casiraghi. Pokoknya senang banget rasanya. Apalagi kita bertiga bisa pergi ke sana gara-gara hobi suka main game bola. Gua juga merasa beruntung karena bisa menang meski sebenarnya masih banyak pemain PES lain yang lebih jago dari kita bertiga.

Adib: Sama kayak Adit dan Rendi. Gua senang banget dan pergi ke Italia adalah mimpi yang jadi kenyataan. Gua juga kenal bola dari Liga Serie A Italia. Makanya, gua sejak kecil berandai-andai, kapan bisa pergi ke Italia. Enggak disangka, di umur yang ke-22 gua bisa pergi ke sana. Gua juga merasa beruntung bisa pergi ke Italia yang seharusnya gua enggak ikuti sebagai juara empat pengganti Prima yang enggak bisa ikut.

Rendi: Gua senang banget bisa pergi ke Italia. Dulu jersey sepak bola pertama yang gua punya adalah jersey-nya Paolo Maldini, bek klub Liga Italia AC Milan. Lebih senang lagi karena kebetulan di Italia kita bertiga juga mampir ke stadion San Siro yang jadi markasnya AC Milan.

 

Pas kalian masih kecil dulu, pernah kebayang enggak bisa pergi ke Italia berawal dari main game sepak bola?

Adit: Enggak kebayang banget. Masih ingat banget 14 tahun lalu gua nonton turnamen PES (dulu WE) di Bandung Electronic City. Dulu enggak pernah kepikiran kalau bermain game sepak bola bisa bikin gua pergi ke Italia. Sekarang gua di sini, baru aja pulang dari Italia. Rasanya benar-benar seperti kerja keras yang terbayarkan. Berawal dari mimpi, lalu kita berjuang mengalahkan ribuan pesaing lain.

Adib: Tentu kalau kebayang enggak. Akan tetapi, saya sejak kecil punya prinsip hidup "selalu mencoba". Makanya, Super Soccer I Got Game! bukan kompetisi PES yang pertama gua ikutin. Gua udah pernah ikut puluhan kompetisi PES. Memang banyak yang berujung gagal. Namun, kesabaran gua berbuah hasil di turnamen yang hadiahnya besar seperti ini.

Rendi: Gua benar-benar enggak nyangka. Apalagi gua beda sama Adit dan Adib yang bisa dibilang kemampuannya udah pro di level nasional. Gua cuma anak rental yang main di dekat rumah dan enggak pernah ikut sama sekali. Awalnya gua juga enggak tahu kalau ada kompetisi seperti ini. Pada akhirnya gua diajak teman supaya ikutan. Puji syukur kita bisa melaju hingga delapan besar hingga gua mengalahkannya di sana.

 

Apa aja hal yang kalian lakukan selama 5 hari di Italia?

Adit: Gua mewakili Adib dan Rendi untuk pertanyaan ini. Di dua hari pertama kita syuting acara Super Soccer Games untuk bertanding PES bersama legenda sepak bola, pemain PES, serta artis dari Inggris dan Italia. Skemanya agak beda dari Super Soccer I Got Game! di sini. Kita bertiga dipisah dan dibagi jadi empat tim yang masing-masing dilatih oleh legenda sepak bola yang datang. Selain untuk keperluan komersial, pertandingan ini juga menyediakan hadiah sebesar 10 ribu dolar. Nah, Rendi beruntung karena menjadi tim pemenang.

Di hari ketiga, kita tur kota Milan. Di sana, kita mengunjungi stadion San Siro dan ngerasain pengalaman belanja di kota mode. Di hari keempat, kita pergi ke kota Turin dan ke Allianz Stadium (markas Juventus). Di sini berkesan banget. Karena kita bertiga datang pas banget saat Cristiano Ronaldo tes medis dengan Juventus. Meski pada akhirnya enggak bisa ngelihat langsung CR7, kita tetap ngerasain betapa antusiasnya penggemar sepak bola Italia demi klub atau pemain kesayangannya.

 

Apa hal yang paling berkesan selama kalian berada di Italia?

Adit: Selain jalan-jalan ke San Siro dan Turin, momen saat bertanding di Super Soccer Games bikin gua benar-benar terkesan. Pada saat itu. gua habis menang tanding melawan Rendi, lalu diwawancara sama komentator Liga Inggris, Matt Holland. Saat gua lagi diwawancara, tiba-tiba rekan setim gua, Still Shadey, rapper dari Inggris, memotong pembicaraan gua dengan Matt dan bilang begini, "Kita di ajak oleh Super Soccer awalnya cuma untuk main game dan bersenang-senang. Namun, kita semua jadi terinspirasi karena melihat semangat lo saat main. Lo main pakai hati dan enggak cuma pakai jari,". Tentunya hal ini berkesan banget buat gua karena kita membawa pengaruh buat orang luar negeri.

Adib: Sebagai anak jurusan Ilmu Sejarah, rasanya berkesan banget bisa melihat kota Milan dan Turin. Apalagi gua paling suka sejarah Eropa. Makanya gua bisa mempelajari langsung dari tempatnya. Selain itu, enggak bohong semuanya sangat berkesan. Gua senang banget bisa ketemu pemain legenda, tur stadion, dan jalan-jalan di Italia.

Rendi: Semuanya berkesan. Mulai dari pergi ke Italia, ketemu legenda sepak bola, main game bareng mereka. Tetap, sih, yang paling berkesan pas gua ketemu pemain sepak bola yang dulu gua cuma bisa tonton di TV, sekarang udah jadi legenda di timnya masing-masing. Mampir ke San Siro dan Allianz Stadium juga meninggalkan kesan kuat buat gua.

 

Apa harapan lo untuk gelaran Super Soccer I Got Game! tahun depan?

Adit: Selama ini main game selalu dianggap sebelah mata. Termasuk juga PES. Oleh karena itu, gua berharap banget acara seperti ini bisa membuka sebelah mata banyak orang kalau main game itu bisa menghasilkan dampak positif. Apalagi komunitas PES dua tahun belakangan ini makin besar. Semoga Super Soccer makin rajin dan jangan berhenti ngadain kegiatan atau kejuaraan yang lebih 'wah!' buat mewadahi para pemain PES di Indonesia. Soalnya acara-acara begini bisa bikin semangat gamer Indonesia bangkit. Gua juga berharap komunitas yang ikut juga lebih banyak. Soalnya, tahun ini mereka masih banyak yang malu dan kurang pede ikut. Padahal dari mereka lebih banyak yang lebih jago dari kita bertiga.

Adib: Acara ini udah bagus banget. Jadi gua berharap acara ini diadakan lagi tahun depan agar bisa menginspirasi teman-teman. Bukan cuma gara-gara pergi ke Italia, tapi juga terinspirasi biar serius bermain PES atau game bola lainnya. Apalagi game kayak begini mengasah otak dan bukan game sembarangan. Pokoknya harus ada lagi tahun depan!

Rendi: Gua berharap Super Soccer I Got Game! rutin diadakan setiap tahun. Soalnya, untuk tahun ini banyak teman-teman yang enggak beruntung karena terhambat di tahapan wawancara. Makanya, mudah-mudahan Super Soccer terus ngadain ini tahun depan untuk memberikan kesempatan buat teman-teman lain yang tahun ini enggak beruntung.

 

Bagaimana tips agar jago main PES dan bisa menjadi pemenang di Super Soccer I Got Game!?

Adit: Kalau main PES gua enggak perlu jelasin lagi karena gua yakin semua orang punya gayanya masing-masing. Hal yang terpenting di sini adalah bagaimana lo bisa lolos dan ikutan Super Soccer I Got Game!. Sebelum ikutan, banyak teman-teman gua yang skeptis sama prosedur atau persyaratan yang diberikan dari Super Soccer. Mereka bilang prosedurnya ribet atau enggak yakin kalau ada wawancara. Padahal, kalau mereka positif sejak awal, gua yakin banyak pemain PES yang jauh lebih jago dibanding kita bakal main di I Got Game!. Selain itu, lo harus siap ribet ngurusin berkas atau persyaratan. Kalau lo enggak mau ribet, ya bakal susah buat lolos.

Adib: Tadi Rendi jelasin soal tahap wawancara. Sebenarnya hal ini yang terpenting tapi justru dianggap sepele sama banyak peserta. Di sesi wawancara, kita dikasih pertanyaan berbahasa Inggris. Banyak yang takut duluan pas ditanya bahasa Inggris. Padahal, bisa ngomong bahasa Inggris penting banget. Enggak perlu lancar, seenggaknya lo ngerti susunan bahasanya. Soalnya, nanti di Italia lo bakal ditanyain sama komentator atau orang lain pakai bahasa Inggris.

Rendi: Gua waktu dari awal seleksi di Yogyakarta main santai, rileks, dan enggak kebebanin target. Begitu juga di tahapan wawancara. Karena gua enggak tau apa yang diinginkan sama Super Soccer, jadi gua jawab apa adanya.

 

Apakah ada niatan buat terjun ke dunia eSports?

Adit: Sebenarnya gua udah punya niat go profesional sejak 2016. Gua juga termasuk salah satu pencetus komunitas PES Aliban Wani Abu. Jadi, gua udah melihat bagaimana mereka berkompetisi dan itu bikin gua makin bersemangat. Makanya di 2018 gua berniat go profesional dan bahkan go internasional. Gua yakin juga umur bukan jadi halangan meski saat ini gua udah berkeluarga. Gua pengen banget membawa nama Indonesia di ajang internasional kayak Asian Games.

Adib: Cita-cita jadi pemain profesional pasti ada. Apalagi gua masih cukup muda buat terjun ke dunia eSports. Sekalipun gagal jadi pemain profesional, gua bersama Rendi punya keinginan tetap berada di dunia PES lewat cita-cita buka rental PS.

Rendi: Keinginan jadi pemain profesional atau mewakili Indonesia pasti ada. Akan tetapi, jujur dari segi skill gua masih berada jauh di bawah Adit dan Adib. Makanya, momen kayak begini gua manfaatkan untuk belajar banyak hal tentang PES.

***

Bagaimana, seru banget, kan, pengalaman mereka mengikuti Super Soccer I Got Game! dan keseruan mereka selama berada di Italia? Mungkin lo jadi semangat ikutan kompetisi ini tahun depan setelah menyimak pengalaman dan kiat dari Adit, Adib, dan Rendi.

Akan tetapi, seperti yang mereka bertiga bilang, enggak usah skeptis dan berpikiran macam-macam sama acara ini karena udah terbukti ketiga orang ini seakan dikabulkan cita-citanya. Siapa tahu lo jadi orang yang beruntung di gelaran Super Soccer I Got Game! tahun depan!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.