(REVIEW) Tom Clancy’s The Division 2

Tom Clancy’s The Division 2
Genre
  • Shooter
Publisher
  • Ubisoft
Developer
  • Massive Entertainment
Release Date
  • 15 March 2019
Rating
4.5 / 5

Bagi para penggemar The Division, tahun ini jadi sangat berarti karena Ubisoft akhirnya resmi merilis sekuel The Division 2 akhir Maret lalu. Sebagai game multiplayer online bergenre shooter, Tom Clancy's The Division 2 merupakan sekuel baru yang membawa pemain ke belahan kota Washington setelah sebelumnya konstruksi masyarakat di Manhattan telah bobrok. Di Ibukota, mereka harus kembali berhadapan dengan komplotan Hyena dan organisasi bawah tanah lainnya yang ingin meruntuhkan hukum serta menyeret kemanusiaan ke jurang yang dalam.

Apakah sebagai sebuah lanjutan, The Division 2 menjadi game yang baik? Simak ulasan dari KINCIR berikut ini!

 

Premis Cerita Baru yang Memikat

Via Istimewa

Jika sebelumnya pemain berusaha mengembalikan belahan kota Manhattan yang sibuk, kini agen Division harus mampu mengembalikan Ibukota yang punya peran penting. Di sini, pemain akan berhadapan dengan para Hyena yang gemar melakukan kerusuhan, lengkap dengan rencana jahat mereka yang semakin mutakhir. Para penyintas bencana di kota Washington bermacam-macam. Sentimen penduduk serta sistem alliance yang bisa pemain rasakan membuat kita tenggelam merasakan narasi di dalamnya.

Jika dibandingkan dengan game pertamanya, The Division 2 punya tekanan liris yang bisa pemain rasakan. Dari awal permainan hingga konflik yang pemain temukan, game ini bakal menawarkan narasi yang baik. Tom Clancy's The Division 2 dengan cermat mengembalikan opsi permainan single player yang lebih memikat dari game pertamanya. Pemain enggak usah khawatir karena beberapa loot yang ada juga berguna untuk dipakai ketika memanjat level karakter. 

 

Sistem Karakter dan Persenjataan Baru

Kemampuan karakter baru yang diperkenalkan di The Division 2 enggak terlalu banyak, namun memberi pilihan yang baik untuk pemain lama yang merasakan game pertamanya. Hadirnya mode campaign yang cukup panjang dan punya loot senjata serta gear membuat pemain punya opsi untuk menyelami permainannya sambil meningkatkan kemampuan karakter. Dengan mekanisme yang cenderung lebih adil, dengan penyesuaian damage serta health musuh, The Division 2 terkesan lebih realistis. Di game pertamanya, kita dapat menemukan permainan endgame yang lebih terkesan seperti RPG shooter kebanyakan.

Meski kemampuan karakter jadi enggak terlalu berpengaruh, pemain bisa meningkatkan mods yang mereka favoritkan lebih dulu. Enggak ada syarat rumit untuk mengulangi pilihan atau mengubah progresi karakter jika pemain menghendakinya. Terlebih, permainan yang kini bertumpu pada kemampuan pemain untuk membidik sasaran serta menghadapi musuh di area terbuka jadi kunci. Ini membuat pemain bakal merasakan rapatnya gunslinger yang ada di The Division 2. 

Satu hal yang mungkin harus Ubisoft perhatikan nanti, adalah pertimbangan untuk memberikan pemain pilihan ketika sekuel terbarunya muncul. Pastinya banyak pemain dari The Division pertama yang ingin karakter agen mereka bisa ikut pertempuran baru dan enggak kehilangan progresi dari yang mereka dapatkan. 

 

Peningkatan Performa dan Ruang Bermain

Penyesuaian gameplay yang lebih realistis ditambah dengan performa grafis serta aksi yang ditawarkan membuat The Division 2 jadi sebuah sekuel yang sukses. Beberapa hal yang dikhawatirkan pemain pada game pertamanya diperbaiki oleh Ubisoft di game terbarunya ini. Ketika menghadapi karakter spesial atau yang biasa disebut sebagai bos, The Division 2 lebih menekankan strategi dan mekanisme yang butuh pertimbangan. Sayangnya, hal ini masih terasa kurang sempurna karena karakter-karakter tersebut seakan enggak lebih dari unit spesial dengan tambahan darah yang lebih tebal. Hal ini untungnya diperbaiki oleh kuantatitas serta frekuensi kehadiran misi khusus untuk membunuh karakter-karakter tersebut.

Dunia The Division mampu menyulap lanskap kota menjadi ruang pertempuran tanpa henti. Pemain enggak bakal kehabisan waktu mencari beragam hal dari mulai beragam misi menarik yang bakal menawarkan petualangan dan mengasah kemampuan strategis. Hadirnya Dark Zone mampu membuat pemain merasakan peliknya suasa pandemik. Tanpa aturan yang jelas, semua yang pemain temukan bisa saja direbut oleh siapa pun. Sistem yang enggak terlalu merugikan juga bisa membuat sedikit lebih bebas merasakan tantangan di zona gelap yang ada di Washington DC dalam game ini.

***

Gameplay yang lebih realistis serta peningkatan performa membuat The Division 2 sukses memberdayakan permainan yang sangat memikat. Hadirnya beragam misi serta tantangan PVEVP dalam Dark Zone membuat pemain enggak bakal bosan memasuki wahana perang tanpa henti di kota Washington. Enggak ketinggalan juga pengalaman single player yang sangat menyentuh di The Division 2 yang pada akhirnya membuat pemain bisa menikmati narasi dan mengikuti permainan. 

Apakah kalian juga merasakan serunya bergerilya di dunia The Division 2? Jangan sungkan untuk bagikan pendapat atau rating kalian di kolom penilaian atas, ya! Terus ikutin juga review game lainnya hanya di kanal KINCIR!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.