ICON2020: Peralihan Kultur Gaming di Indonesia adalah Hal yang Baik Untuk Esports

Memang di Indonesia industri esports terus berkembang. Banyak penggiat esports yang berbicara soal revenue, growth market, hingga populasi gamer di Indonesia. Sayangnya, belum ada yang membahas soal momen titik balik industri game di tanah air yang ternyata punya pengaruh besar terhadap kultur gaming. Salah satu yang berani membahas adalah acara ICON2020 besutan GDP Venture.

Beberapa pakar serta penggiat esports diajak untuk membahas soal bagaimana pasar esports di Indonesia akhirnya berkembang. Dari CEO RRQ yaitu Adrian Pauline, Arief Widhiyasa selaku CEO Agate Indonesia, Hans Saleh dari Garena, hingga Rangga Danu selaku VP Marketing & Sales Kincir akhirnya bicara soal fakta kultur gaming di Indonesia.

Via Tangkapan Layar.

Rangga Danu membahas soal peralihan tren gaming di Indonesia. Menurutnya, shifting tren dari PC ke mobile adalah titik balik momen naiknya esports di tanah air. Faktor paling besar adalah kemudahan memainkan game yang dialami oleh para gamer saat ini. Kalau dulu mungkin kita harus pergi dulu ke warnet atau rental PlayStation baru bisa bermain.

Nilai kompetitif yang dhadirkan pun tidak sebesar sekarang. Berbeda dengan luar negeri yang pasarnya ramai di ranah PC. Kalau Asia Tenggara khususnya Indonesia game mobile jauh lebih digemari. Oleh sebab itu, para penyelenggara turnamen esports lebih mengincar para gamer mobile karena akan lebih mudah berkembang daripada game di platform lain.

Via KINCIR

Hal mengejutkan lainnya adalah bagaimana tren from playing to watching yang akhirnya punya nilai prestisius tersendiri bagi penggemar esports di Indonesia. Menurut Rangga Danu, tren ini memang cukup mengejutkan tapi sangat berpengaruh bagi esports khsusunya di Indonesia.

“Awalnya kita (IESPL) juga kaget ternyata banyak para gamer yang gemar nonton kompetisi esports. Dari berbagai turnamen yang telah dibuat seperti Piala Presiden Esports 2019 hingga Piala Menpora Esports 2020 mendapatkan antusias yang begitu besar dari jumlah viewers yang kita dapat.”

Via Istimewa

Dari pernyataan Rangga Danu, bisa jadi industri esports yang sekarang sudah seperti olahraga konvensional seperti sepak bola atau basket yang akhirnya punya sektor masing-masing, contohnya atlet dan penggemar. Mereka yang berlaga di turnamen bisa membawa nilai prestisius, para penonton pun juga membuat hype esports jadi semakin besar. Tidak heran kalau akhirnya, main game kini punya banyak nilai selain menjadi hiburan alternatif belaka.

Bagaimana menurut kalian? Silakan tulis pendapat kalian di kolom komentar, ya! Jangan sampai ketinggalan berita seru seputar esports dan game lainnya dari KINCIR.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.