(PUBG Mobile) Best of the Best! Ini 10 Pemain MVP di Regular Season PMPL Season 2

– Mereka yang tampil gemilang bersama timnya di musim reguler PMPL Season 2.
– Sudah bukan rahasia lagi pemain Bigetron (hampir) semua masuk ke list ini!

Usai sudah pertarungan Regular Season musim kedua PUBG Mobile Pro League (PMPL Season 2). Selama 1 bulan kemarin, 24 tim berlomba untuk jadi yang terbaik di ajang ini. Sebagai juara di musim lalu, Bigetron RA kembali berhasil jadi juara dan tim Indonesia pertama yang lolos ke PMPL Season 2020.

Dalam pertarungan sengit di babak regular season, beberapa dari pemain pun sukses menarik perhatian dengan mendapat gelar “Most Valuable Player” (MVP) alias pemain terbaik. Yuk simak di bawah ini!

1. Eksa “RedFaceN” Rachman Jayanto – ION Esports

Sebagai salah satu pemain yang telah mengecap turnamen ini sejak PMPL Season 1, bersama Red Rocket Cosmic, RedFaceN mampu membawa tim tersebut menempati posisi kelima. Walaupun gagal membawa tim ION Esports jadi juara, pemain ini pun sukses membawa 2 gelar sekaligus, yaitu terminator dengan mengantongi 238 kill dan pemain MVP dengan rating 1,64.

2. Muhammad “Ryzen” Albi – Bigetron RA

Jadi salah satu sosok yang ditakuti karena kemampuannya, Ryzen mampu jadi rusher terbaik di Indonesia, bahkan di dunia. Sayangnya, di musim ini posisinya digeser oleh RedFaceN. Soalnya, Ryzen hanya mengantongi 119 kill dan rating MVP 1,55.

Meski begitu, Ryzen tetap “sadis” dengan raihan headshot terbanyak sepanjang babak Regular Season dengan 32 poin. Walaupun sudah mendapatkan tiket ke ajang PMPL SEA 2020, dirinya pun masih berjuang untuk jadi yang terbaik di babak PMPL ID Season 2 nanti.

3. Made “Zuxxy” Bagas Pramudia – Bigetron RA

Jadi pemain yang meraih titel MVP di PMCO Global Finals 2019, Zuxxy kembali menunjukkan performanya dengan berhasil menduduki peringkat 3 MVP PMPL Indonesia Season 2.

Hal tersebut diraihnya karena mampu mengantongi 114 kill dan rating sebesar 1,53. Leader in Game (IGL) Bigetron RA ini akan semakin berambisi untuk tetap mempertahankan gelarnya untuk jadi tim terkuat saat ini.

4. Jason “Jayden” Kurniawan – AURA Esports

Biasanya, posisi IGL diisi oleh para pemain yang menempati posisi sebagai scout. Berbeda dengan Jaden yang menempati posisi sebagai rusher. Hal ini pun membuat dirinya sukses membawa AURA meraih peringkat ketiga di Regular Season.

Enggak hanya memiliki rating 1,44, dia juga berhasil mengantongi 100 kill dan mendapat 105 poin. Dengan kemampuannya, membuat AURA jadi salah satu tim unggulan di PMPL Season 2.

5. Yoga “Nerpehko” Malik Rahman – RRQ Ryu

Konsisten sejak PMPL Season 1, Nerpheko kembali mempertahankan performanya di musim kedua ini. Bahkan, dia pun bisa membawa RRQ Ryu jadi tim yang menduduki posisi keempat di PMPL Season 2 regular season ini.

Pencapaian 95 kill dengan rating MVP 1,43 poin, dia juga berperan penting dalam urusan assist. Nerpheko pun jadi pemain yang memegang assist terbanyak, sebesar 76 poin.

6. Pedro “Audry” Lomi Rihi – SIREN Esports

Jadi salah satu tim yang lolos dari PINC 2020, SIREN Esports sukses jadi kuda hitam selama regular season PMPL Season 2. Gagal melaju ke babak grand final, membuatnya berambisi untuk meningkatkan performa di musim ini.

Kehadiran pemain tersebut di sisi SIREN Esports, jadi kunci permainan dari tim ini. Bahkan, dia berhasil menembus 10 besar pemain MVP selama regular season PMPL Season 2 dengan meraih rating sebesar 1,40.

7. Made “Luxxy” Bagus Prabaswara – Bigetron RA

Sukses meraih gelar terminator pada gelaran PUBG Mobile World League East, Luxxy pun harus merelakan gelar tersebut di ajang PMPL Season 2. Meski begitu, dia pun masih masuk dalam 10 besar pemain MVP dengan rating 1,41 dan 85 kill.

8. Leander “LiQuid” Deusfiel – ION Esports

Menjadi pemain pinjaman bersama NFT Esports di PMPL ID Season 1, LiQuiD kembali hadir di season 2 dengan keberhasilannya membawa ION Esports menjadi juara PINC 2020.

Menjadi sniper di tim, LiQuid mendapatkan rating 1,33 atau berada di peringkat 9 MVP Regular Season Meski berada di luar 10 besar terminator dengan catatan 83 kill. Namun perannya yang turut mengantar ION di peringkat kedua regular season yang membuat ia bisa masuk dalam pencapaian tersebut.

9. Sabda “Auro” Bisma – ION Esports

Sempat menghilang dari skena kompetitif PUBG Mobile setelah memutuskan keluar dari EVOS Esports, Auro menjalani debut perdananya di PMPL sebagai pemain kelima dari ION Esports. Dikenal sebagai rusher andal sejak bersama EVOS, di membuktikan dirinya di Regular Season dengan mengantongi 94 kill dan MVP rating 1,32. Menariknya, dia juga berperan sebagai dokter tim dengan title Most Rescue dengan catatan 44 kali.

10. Putra “Lyzerg” Pitoy – EVOS Esports

Bermain di Dranix Esports di PMPL ID Season 1, Lyserg langsung tampil klop dengan EVOS Esports dengan keberhasilan mereka di peringkat kedua PINC 2020 dan mendapatkan gelar terminator di turnamen tersebut.

Meski EVOS berada di peringkat 13 di Regular Season dengan hanya mendapat 1 WWCD saja sepanjang regular season, nama Lyzerg masuk dalam 10 besar Terminator dengan perolehan 90 kill dan 10 besar MVP Regular Season dengan 1,32.

***

Selain nama-nama di atas, beberapa pemain pun juga layak mendapat sorotan dengan kemampuannya individunya di PMPL Season 2. Ada 3 pemain yang patut untuk masuk ke dalam nominasi. Yuk simak di bawah ini

1. Steven “Steve” – Aura Esports

Steve menjadi salah satu pemain muda yang dinanti-nanti performanya di PMPL ID Season 2 setelah ia memutuskan bergabung bersama AURA Esports. Walau gagal menembus 10 besar MVP, Steve menjadi pemain penting di tim dan menunjukkan performanya dengan meraih 88 kill sepanjang regular season.

2. Nizar “Microboy” Lugatio – Bigetron RA

Pencapaian individunya mungkin tidak sebesar Ryzen, Zuxxy, maupun Luxxy namun Microboy semakin membuktikan peran pentingnya sebagai support di Bigetron Red Aliens. Walau secara MVP rating mendapatkan 1,16 dan total 74 kill, ia sangat berperan dalam urusan assist dengan 66 poin dan menjadi pemain Bigetron RA yang bertahan paling lama dengan total 1246 detik.

3. Muhammad “Zaay” Afridza Imani – MORPH Team

Sebagai pemain baru dari MORPH saat PUBG Mobile World League, Zaay membuktikan diri sebagai pengganti yang sepadan dengan Fiqri “noMrcy” Syachputra yang juga rusher MORPH. Zaay menjadi pemain dengan rating MVP tertinggi di MORPH dengan 1,27 dan kill terbanyak di tim dengan 88 kill.

***

Bagaimana tanggapan kalian tentang deretan pemain MVP regular season PMPL Season 2 di atas? Jika kalian punya nama lainnya, jangan sungkan untuk menulis di kolom bawah, ya! Tetap di KINCIR agar kalian enggak ketinggalan berita seputar esports.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.