Rekap Hari Kedua Grand Final MPL Season 2

Gelaran hari kedua Grand Final MPL Season 2 menyajikan keseruan pertandingan yang tentunya lebih panas dibanding hari pertama. Dari delapan tim terbaik Mobile Legends seantero Indonesia, dua tim telah gugur di pertandingan hari pertama, yakni SFI Esports dan sang juara musim lalu, Aerowolf Roxy (dulunya bernama nxl>). Lo bisa membaca rangkuman gelaran hari pertama di sini.

Pada hari kedua ini, pertandingan menjadi sorotan adalah duel “El Classico” antara RRQ dan EVOS. Keduanya bertemu setelah Evos meluluhlantakkan Onic Esports dan RRQ melibas Aerowolf dalam kancah Upper Bracket. Sama-sama memiliki massa pendukung paling besar, tentu pertemuan keduanya begitu dinanti-nantikan.

Nah, apakah lo melewatkan keseruan hari kedua gelaran Grand Final MPL Season 2? Tenang aja. Lo bisa mengetahuinya lewat rangkuman di bawah ini!

 

Match F – Lower Bracket: Saints Indo Vs. Onic Esports

Seharusnya pertandingan ini dijadwalkan pada hari pertama. Namun, berbagai kendala teknis yang terjadi mengakibatkan perubahan jadwal sehingga pertemuan Saints Indo dan Onic Esports digelar sebagai pertandingan pembuka hari kedua.

Berbeda di hari pertama, performa Saints Indo kali ini enggak begitu maksimal. Di game pertama, mereka memang berhasil meraih poin. Namun, memasuki game kedua, Onic Esports mampu mendominasi sejak early game berkat rotasi permainan dan kerja sama yang apik. Saints Indo yang berusaha mengejar pada mid game tampak tergesa-gesa sehingga kerap melakukan blunder. Alhasil, Onic Esports mampu mengejar ketinggalan dan membabat Saints Indo dengan skor 2-1.

 

Match G – Upper Bracket: EVOS Vs. RRQ

Inilah pertandingan yang ditunggu-tunggu: duel “El Classico” antara EVOS Esports dan seteru abadi mereka, RRQ. Seperti yang sudah diduga, keduanya menghadirkan permainan yang begitu agresif dan intens. Namun, berbagai upaya EVOS selalu digagalkan RRQ yang bermain lebih stabil dan tenang. Akhirnya, game pertama menjadi milik RRQ sepenuhnya.

EVOS baru menemukan permainannya di game kedua. Sejak early game, mereka mampu mengungguli RRQ. Namun, RRQ lagi-lagi membuat EVOS kewalahan di mid game setelah menggagalkan upaya EVOS menaklukkan Lord. Kedua tim kembali saling serang, membuat perseteruan semakin sengit dan panas. Dalam keadaan terdesak, EVOS mampu mencuri kesempatan untuk meraih poin sehingga pertandingan harus berlanjut ke game ketiga.

Dalam game penentuan ini, EVOS sempat mendominasi di awal. RRQ tentu enggak mau tinggal diam begitu saja dan menggencarkan serangan balik. Satu demi satu turret EVOS pun diruntuhkan. Berlanjut, EVOS menciduk satu demi satu hero RRQ dan menaklukkan Lord. Keadaan ini tampaknya membuat EVOS lalai dan melakukan kesalahan-kesalahan yang cukup fatal. Pada akhirnya, RRQ yang  mampu memanfaatkan kesempatan ini berhasil maju ke babak final dan membuat EVOS terjun ke lower bracket.

Match H – Lower Bracket: Louvre Vs. Onic Esports

Dua tim ini memang dikenal baru di jagat esports Indonesia kancah Mobile Legends. Namun, performa Louvre yang terbilang baik pada hari pertama membuat pertandingan ini menarik untuk disimak. Meraih dua kali kemenangan pada hari pertama, dari SFI Esports dan sang juara musim lalu, Aerowolf Roxy, Louvre tampak berada dalam mood yang bagus. Dengan mudahnya, mereka menaklukkan Onic Esports pada game pertama.

Louvre ogah mengendorkan permainan di game kedua. Mereka melancarkan serangan yang begitu agresif. Di sisi lain, Onic Esports mulai menemukan pola permainan yang stabil dan mampu meredam serangan-serangan Louvre. Dengan koordinasi yang baik, Onic akhirnya mencuri poin kemenangan.

Dalam game ketiga, keadaan menjadi semakin sengit. Kedua tim saling melempar serangan. Ketika Louvre nyaris unggul, Onic Esports mampu menyapu bersih tim lawan dan memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Alhasil, Onic Esports maju untuk menjadi lawan EVOS di kancah lower bracket.

 

Match I – Lower Bracket: Onic Esports Vs. EVOS

Setelah kalah dari EVOS pada pertandingan pembuka hari pertama, tentu Onic Esports berambisi membalaskan dendam mereka. Sementara itu, EVOS dituntut untuk memanfaatkan “perpanjangan nyawa” ini supaya enggak tersingkir. Bisa ditebak bahwa pertandingan ini akan berlangsung sengit. Apalagi, pertandingan ini menjadi penentuan siapakah yang bakal menghadapi RRQ di babak final.

Game pertama dimulai. Sejak awal permainan, EVOS dengan mudah mendominasi dan membabat habis Onic Esports. Namun, di game kedua Onic Esports mampu menyajikan permainan yang lebih menekan dan stabil. Mereka juga sanggup memanfaatkan kesempatan demi kesempatan sampai akhirnya mengalahkan EVOS dan membuat skor imbang.

Sayangnya, permainan ciamik Onic Esports enggak bertahan di game ketiga. EVOS yang tampil lebih matang pun memasang strategi yang terbukti efektif. Satu demi satu hero lawan mereka sisihkan. EVOS pun berhasil mencuri Lord dan menekan pertahanan Onic Esports. Lagi-lagi, Onic Esports harus menelan kekalahan dari EVOS dan merelakan cita-cita untuk merebut gelar juara.

Match J – Final: RRQ Vs. Evos

Inilah klimaksnya. Tak disangka, duel “El Classico” Mobile Legends terjadi dua kali dalam satu hari yang sama. Setelah sebelumnya EVOS mengalami kekalahan dari RRQ lalu menang di kancah lower bracket, mereka bertemu lagi di babak final.

Sayangnya, EVOS tampak kelelahan sehingga enggak bisa memberikan permainan terbaik mereka. Di game pertama, EVOS memang masih bisa melakukan serangan yang agresif pada early game dan saling mengejar kill dengan RRQ. Namun, alur serangan dari RRQ sedemikian  derasnya, membuat EVOS kewalahan. Memasuki mid game, stamina EVOS seperti udah habis dan enggak sanggup membendung serangan RRQ yang akhirnya berhasil meraih poin.

Dalam pertandingan yang mengusung sistem best of 5 ini, RRQ yang semakin percaya diri lagi-lagi mendominasi permainan di game kedua. Setelah first blood dicuri RRQ, permainan EVOS tampak semakin memburuk. RRQ pun meraih kemenangan dengan mudah.

EVOS baru mampu menyeimbangkan permainan di game ketiga. Namun, mereka kerap melakukan kecerobohan yang selalu dimanfaatkan oleh RRQ yang “haus darah”. Enggak cuma kill, RRQ juga meruntuhkan satu demi satu turret EVOS, seakan-akan memperlihatkan dominasi mereka.

EVOS yang berupaya menyerang balik tak kuasa menahan laju push dari RRQ. Akhirnya, RRQ berhasil melakukan wipe out dan tanpa basa-basi sedikit pun meluluhlantakkan turret EVOS. Babak final pun berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan RRQ. Hasil ini sekaligus membuat EVOS mempertahankan gelar runner up.

***

Pada akhirnya, RRQ membuktikan bahwa mereka adalah raja dari segala raja di kancah esports Mobile Legends Indonesia. Sejak awal, mereka menghadirkan permainan agresif dan enggak ngasih kendor sedikit pun kepada setiap lawan. Selamat buat RRQ, juara MPL Season 2!

Buat lo yang kelewatan ngikutin keseruan Grand Final MPL Season 2, simak aja perjalanan tim Kincir di Surabaya dalam program Kincir AFK!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.