(Dota 2) Profil 23Savage, Anak Ajaib Kebanggaan Negeri Gajah Putih

– Yuk kenalan dengan 23Savage yang baru aja mencetak rekor 12K MMR Dota 2.
– Perjalanannya mencapai 12K MMR ternyata butuh perjuangan yang tidak main-main!


Baru-baru ini pemain Dota 2 asal Thailand, 23Savage lagi hangat jadi perbincangan di dunia maya. Hal ini terjadi lantaran keberhasilannya menjadi pemain Dota 2 pertama yang menembus 12.000 MMR. Keberhasilan ini pun kembali menjadikan Asia Tenggara sebagai penghasil pemain pemecah rekor MMR setelah sebelumnya Abed dari Filipina memecahkan rekor 10K dan 11K MMR.

Selain keberhasilannya menembus 12.000 MMR, ada beberapa fakta yang mungkin belum kalian ketahui soal 23Savage. Ternyata, pemain bernama asli Nuengnara Teeramahanon ini sudah cukup lama mempunyai sepak terjang di skena Dota 2 Asia Tenggara.

Penasaran dengan sepak terjangnya? Berikut sedikit KINCIR rangkum profil dari 23Savage si bocah ajaib dari Thailand!

 

Talenta Muda Menjanjikan dari Negeri Gajah Putih

23Savage Dota 2 sebelum glow up.
23Savage Dota 2 sebelum glow up. Via Istimewa.

Buat kalian yang belum tahu, 23Savage ini ternyata masih masih berusia muda, tepatnya 18 tahun. Cowok kelahiran 27 Maret 2002 ini pun sudah aktif tergabung dengan beberapa tim profesional Dota 2 sejak 2018 lalu.

Tim pertama yang ia bela adalah Alpha Blue pada 2018 lalu. Selanjutnya dia juga sempat beberapa beberapa tim besar seperti Fnatic dan Vici Gaming. Terbaru, 23Savage baru aja direkrut sama tim T1 sebagai roster utama tim. Saat ini T1 punya misi untuk bisa menembus kompetisi Singapore Major.

23Savage juga bisa dibilang merupakan pemain dengan potensi yang cukup besar karena rekam jejaknya yang menjanjikan. Pada 2019 lalu, dia bersama tim Jinebrus bisa aja tembus The International. Sayangnya, mereka kalah dari Mineski di Grand Final SEA Qualifiers sehingga impiannya untuk menembus gemerlap panggung TI pupus.

Karier Gemilang Bersama Fnatic dan Jinebrus

Via Istimewa

Sebelum bergabung dengan T1, 23Savage sempat cukup lama tergabung dengan tim Fnatic sejak 2019 sampai 2020. Bersama Fnatic, dia tercatat berhasil menjadi peringkat pertama di berbagai ajang seperti Dota Summit 12, ESL One Los Angeles 2020-Online: Southeast Asia, ESL One Birmingham 2020-Online: Southeast Asia, BTS Pro Series: Southeast Asia dan World E-Sports Legendary League.

Selain meraih peringkat pertama, 23Savage juga sukses membawa Fnatic menduduki peringkat tiga besar di dua kompetisi regional Asia Tenggara. Pada ajang BTS Pro Series Season 2: Southeast Asia berhasil menduduki peringkat ketiga dan peringkat kedua pada ajang ONE Esports Dota 2 SEA League.

Selain gemilang bareng Fnatic, 23Savage juga punya sepak terjang cukup mentereng bareng tim Jinebrus di kualifikasi TI 2019 zona Asia Tenggara. Bareng tim Jinebrus, dia berhasil tampil sampai babak Grand Final SEA Qualifiers.

Pada babak Upper Bracket, dia bareng Jinebrus harus kalah dari Mineski dengan skor 0-2. Selanjutnya di Lower Bracket, 23Savage bareng Jinebrus tampil gemilang mengalahkan Amplfy 2-0 dan Adroit 1-2.

Di babak Grand Final Sea Qualifiers sayangnya Jinebrus harus kalah lagi dari Mineski dengan skor tipis 2-3. Jika pada laga ini Jinebrus dan 23Savage berhasil keluar sebagai pemenang, mereka bakal mewakili Asia Tenggara di ajang TI 2019.

 

Sempat jadi Stand-In di BOOM Esports

Sempat melanglang buana di berbagai tim besar Asia Tenggara, 23Savage juga ternyata pernah gabung dengan tim asal Indonesia, BOOM Esports. Sayangnya, dia tidak bermain dalam waktu lama. Dia bergabung dengan BOOM sebagai stand-in pada Februari 2021 menggantikan peran dari Andrew “Drew” Halim di ajang Dota 2 Pro Circuit (DPC) 2021 Season 1.

Bersama BOOM, 23Savage memulai perjalanannya pada 17 Februari melawan Execration dan berhasil menang dengan skor 2-0. Selanjutnya pada 20 Februari 2020, BOOM berhadapan dengan Vice Esports yang diakhiri dengan kemenangan 0-2. Pada akhirnya, 23Savage bersama Boom Esports berhasil menduduki peringkat 5 di ajang DPC 2021 Season 1 Region Asia Tenggara.

 

Perjalanan Panjang menuju 12.000 MMR

Keberhasilan 23Savage dalam meraih 12.000 MMR di Dota 2 tidak terjadi sekejap mata. Ada perjalanan Panjang yang harus dia tembuh untuk bisa menjadi orang pertama yang bisa meraih pencapaian tersebut. Tercatat dia berhasil meraih 10.000 MMR pada 1 Mei 2020.

Selanjutnya pada 24 Juli 2020, 23Savage berhasil menjadi orang kedua yang berhasil meraih 11.000 MMR. Barulah pada 3 Maret 2020, dia jadi orang pertama yang berhasil menembus 12.000 MMR di game Dota 2. Dia membagikan keberhasilannya mencapai angka tersebut di akun media sosial pribadinya dengan total MMR mencapai 12.010.

Dia juga sempat membagikan rahasia bagaimana keberhasilannya menembus 12.000 MMR. Menurutnya, dia bermain sebanyak 15 pertandingan kompetitif selama 6 hari dalam satu minggu. Sisa satu harinya dia gunakan untuk rehat dan jalan keluar bareng pacarnya.

Hero Signature hingga Pendapatannya Sejauh Ini

Memiliki peran sebagai carry dan midlaner, 23Savage tentu memiliki beberapa Hero Signature yang sering dia gunakan. Tercatat ada tiga hero andalan dari dia yaitu Juggernaut, Anti Mage dan Morphling. Bersama ketiga hero tersebut, tercatat dia udah memainkan lebih dari 300 pertandingan dengan winrate diatas 50 %.

Selain itu, tercatat juga sejauh ini 23Savage berhasil mendapatkan pendapatan yang fantastis dari ajang-ajang yang sudah ia ikuti. Diperkirakan jika penghasilannya sudah menyentuh angka 51.513 USD atau setara dengan Rp735 juta. Pemasukan itu juga belum termasuk dengan dari sponsor atau endorsement.

***

Itulah dia profil 23Savage si anak ajaib dari Thailand. Dengan meningkatnya popularitas sang pemain, regional Asia Tenggara pun jadi salah satu regional penghasil pemain-pemain berbakat seperti Abed, iceiceice, MidOne, hingga pemain Indonesia seperti Mikoto dan InYourDream.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.