(Dota 2) Profil MATUMBAMAN, Carry dengan Mechanical Skill Juara

Selalu ada sudut pandang menarik ketika kita melihat perjalanan dari setiap pemain profesional Dota 2. Tidak berbeda dengan para profesional lain, Lasse “MATUMBAMAN” Urpalainen juga punya kisah seru untuk diceritakan.

Kalian mungkin belum tahu bahwa MATUMBAMAN sebelumnya adalah atlet bisbol Finlandia. Namun, ketika timnya ditinggalkan sang pelatih favoritnya, dia menjadi depresi dan kehilangan semua semangat hidupnya. Namun ketika mengenal Dota 2 ketika berumur 14 atau 15, carry yang senang bermain Heroes of Might and Magic II mulai mendapatkan kembali gairah hidupnya.

Nah, fakta menarik tadi sebenarnya masih sebagian kecil dari kisah hidupnya yang patut kalian ketahui sebagai atlet Dota 2. Yuk simak profil dan informasi-informasi menarik lainnya dari Matu di bawah ini!

Sempat “Diusir” dari Rumah

Via istimewa

Orangtua pasti mempunyai pandangan negatif ketika melihat anaknya bermain video game, begitu juga dengan orangtua MATUMBAMAN. Karena keranjingan bermain video game saat masih bersekolah, dia pun mendapatkan ultimatum dari orangtuanya, “lanjut sekolah atau pergi dari rumah!”,

Lebih memilih Dota 2, Matu pun memutuskan untuk tinggal sendiri dengan menyewa apartemen. Sehari-harinya, dia juga bekerja part-time sebagai pengelola arsip rumah sakit untuk hidup secara mandiri.

Terusir dari rumah dan bekerja part-time ternyata tidak mampu membuat hidup Matu sejahtera. Dia sering telah bayar sewa apartemen, sampai-sampai pacarnya pernah membayar uang sewa apartemennya.

Tertampar oleh nasib, sang carry akhirnya memutuskan untuk menjajal skena profesional Dota 2 dan mendapatkan sedikit uang dari sana. Sampai akhirnya direkrut oleh Team Liquid, akhirnya Matu tidak perlu cemas lagi ketika ada tagihan sewa apartemen.

Sempat Gagal Trial Fnatic

Via istimewa

Jalan MATUMBAMAN ketika menjajal skena profesional pun tidak mudah. Sebelum bergabung dengan Team Liquid, dia dikabarkan pernah mencoba trial untuk tim Fnatic.

Sayangnya, ketika menjalani trial di tim regional SEA tersebut, Matu dan rekan senegaranya, Trixi gagal dan harus pulang ke Finlandia. Setelah pulang kampung, Matu dan Trixi memutuskan untuk membentuk tim bernama 4 Anchors + Sea Captain. Di tim All-Finland tersebut, dia juga bertemu dengan Jesse “JerAx” Vainikka.

Bersama tim tersebut, Matu menghabiskan waktu hampir satu tahun. Di pun berhasil menorehkan banyak prestasi di kejuaraan level Minor, seperti menjuarai EIZO Cup #13, Esportal Dota 2 League Invitational Tournament 4, dan StarLadder ProSeries Season 12. Sampai akhirnya dia direkrut oleh 5Jungz, tim yang dibentuk KuroKy cikal bakal Team Liquid pada 2016.

Pemain dengan Mechanical Skill Luar Biasa

Via istimewa

Pada awal karirnya di 4 Anchors + Sea Captain, MATUMBAMAN dikenal sebagai pemain yang senang memainkan Hero-hero dengan mekanisme rumit, seperti Tinker dan Ember Spirit. Tak ayal bahwa akhirnya banyak penggemar yang menyukai gaya permainan Matu yang agresif.

Namun, sejak menjadi carry utama di 5Jungz akhirnya Matu menemukan hero yang sesuai dengan posisi dan playstyle yang dia miliki. Dia pun mulai memainkan hero carry yang menuntut skill micro untuk mengendalikan unit-unit yang bisa di-summon, seperti Broodmother, Lone Druid, dan Lycan.

Setelah menguasai ketiga Hero tersebut, akhirnya Matu menjadi carry yang paling ditakuti karena kemampuan pushing-nya yang ganas. Tak heran ketika mengarungi The International 2017, ketiga Hero signature Matu menjadi langganan ban semua lawan Team Liquid.

Meraih Puncak Karier Bersama Team Liquid

Via istimewa

Bersama Tim Liquid, MATUMBAMAN meraih banyak prestasi dalam skena kompetitif Dota 2 yang lebih besar. Prestasi membanggakan yang dia raih pertama kali adalah juara EPICENTER 2016. Selanjutnya, ketika Matu pertama kali mengikuti The International 2016, Team Liquid hanya meraih posisi Top 8.

Berlanjut ke 2017, tahun ini merupakan tahun terbaik bagi Matu. Dia kembali memenangkan satu panggung besar sebelum TI, yaitu EPICENTER 2017. Bermodalkan momentum kemenangan pada EPICENTER, Matu tampil meyakinkan pada The Internasional 2017 dan sukses meraih penghargaan terbesar Dota 2, yaitu Aegis of Champions.

MATUMBAMAN dan Celana Keberuntungannya

Via istimewa

Siapa, sih, penggemar setia Dota 2 yang enggak merhatiin celana MATUMBAMAN saat gelaran The Internasional 2017? Kalau kalian juga ikut merhatiin, Matu selalu memakai celana keberuntungannya ketika bermain di main stage gelaran terbesar Dota 2 tersebut.

Meski membawa keberuntungan, celana sakti Matu sebenarnya sempat meminta ‘tumbal’. Ketika pertama kali memakai celana saktinya saat melawan Invictus Gaming, Team Liquid justru kalah 1-2 dan harus turun ke lower bracket.

Kesaktian celana Matu mulai terlihat ketika Team Liquid bermain di lower bracket. Bersama celana saktinya, Matu selalu memenangkan setiap laga. Bahkan ketika Grand Final, Team Liquid melibas Newbee 3-0 dan menjadi rekor The Internasional yang belum terpecahkan hingga kini.

Sayangnya, ketika The International 2018, celana kebanggaan MATUMBAMAN sudah kehilangan kesaktiannya. Sempat terlihat beberapa kali memakai celana sakti tersebut, Matu hanya membawa Team Liquid meraih peringkat empat beasr. Setelah kehilangan kesaktiannya hingga kini, Matu tidak pernah terlihat memakai celana itu lagi.

***

Kini MATUMBAMAN bermain sebagai carry Team Secret. Sempat tidak terlihat di skena kompetitif Dota 2 setelah keluar dari Team Liquid, dia langsung membuktikan kualitasnya dengan memenangkan Leipzig Major pada Januari lalu.

Mampukah MATUMBAMAN mengulang kesuksesan di Team Secret? Ikutin terus berita esports terkini hanya di KINCIR!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.