(Valorant) Aim Kalian “Sabun”? Pelajari 5 Tips Ini Biar Makin Jago

Simak tips GG dari tim KINCIR ini biar aim kalian enggak “sabun” saat main Valorant!


Di dalam game FPS, aim merupakan hal krusial yang harus dikuasai oleh pemain. Ketika tingkat akurasi tembak kalian rendah, sudah bisa dipastikan bahwa kalian jadi beban di dalam tim. Hal ini memang perlu dilatih dan butuh waktu cukup lama. Akan tetapi, ketika kalian serius menekuni Valorant fase tersebut memang harus kalian jalani.

KINCIR punya lima tips yang bisa dibilang sebagai shortcut untuk melatih aim kalian supaya enggak “sabun” atau licin. Dari sepengalaman KINCIR bermain Valorant, lima cara ini cukup jitu untuk meningkatkan akurasi tembak serta game sense kalian. Tidak hanya latihan fokus, tapi ada rumus gear gaming yang perlu kalian ketahui supaya bisa mempertajam akurasi kalian.

Untuk lengkapnya, kalian bisa simak artikel berikut ini.

1. Kenali DPI Mouse

DPI Mouse Gaming.
DPI Mouse Gaming. Via Istimewa.

Rata-rata mouse gaming sekarang sudah punya tombol khusus untuk mengatur DPI. Jenis mouse yang biasa disebut fly-to-fly ini memang dibuat agar memudahkan pengguna untuk mengatur kecepatan gerak crusor di monitor. Rata-rata gear gaming sudah memiliki 4.000 DPI dan untuk mouse normal biasanya hanya punya 1.600 DPI.

Jumlahan tiap DPI di dalam mouse tentunya mempengaruhi kecepatan gerak. Sederhananya semakin besar DPI yang dimiliki oleh mouse tersebut maka sensivity-nya akan semakin tinggi. Nah, banyak para gamer tidak mengetahui berapa jumlah DPI mouse mereka sehingga asal dalam mengatur sensivity. Hal ini yang sering membuat aim kalian jadi sabun.

Setting Sensivity Valorant.
Setting Sensivity Valorant. Via Istimewa.

Mengukur sensivity hanya dengan menggeser-geser mouse tidak akan membantu kalian. Tentunya kalian harus tahu pasti berapa jumlah DPI yang ada di mouse kalian lalu atur sensivity. Ada rumus untuk mengetahui berapa jumlah sensivity yang tepat untuk menyentuh angka “normal” atau yang disebut Effective Dots per Inch (eDPI).

Semisal, pemain A memiliki mouse dengan 1.200 DPI dan mengatur sensivity di angka empat. Maka eDPI pemain tersebut adalah 1.200 x 4 = 4.800. Tentunya, angka ini tidaklah mutlak, rumus yang dipakai tetap harus menyesuaikan tangan pemain berdasarkan reflek dan game sense.

Cara menghitung eDPI bisa jadi acuan untuk menentukan seberapa jumlah paling pas untuk DPI mouse gaming kalian dengan sensivity di dalam game.

2. Rajin Latihan di Practice Mode

Practice Mode Valorant.
Practice Mode Valorant. Via Istimewa.

Riot Games menyediakan tempat latihan yang memang khusus dibuat untuk para pemain melatih aim mereka. Jangan anggap remeh mode ini karena di dalamnya kalian bisa melatih motorik untuk menyesuaikan aim di dalam Valorant.

Katakanlah kalian sebelumnya sudah khatam game FPS karena sudah main CS:GO. Meskipun kalian hebat di game tersebut, belum tentu di Valorant kalian bisa menerapkan gameplay yang sama. Soalnya, tiap game punya mekanik gerak serta gameplay tersendiri yang akhirnya mengharuskan kalian menyesuaikan diri dengan lingkungan game tersebut.

Sering-sering berlatih di mode practice adalah cara paling mudah untuk menyesuaikan diri. Di sini aim kalian akan diuji dalam beberapa tahap. Ada batasan waktu yang membuat kalian harus memaksakan diri memperbaiki aim agar semua target tereliminasi. Skor akhir akan memberitahukan seberapa hebat kalian bermain Valorant. KINCIR yakin bahwa semakin sering latihan di sini pasti aim kalian semakin bagus.

3. Placement Cursor Jadi Poin Utama

Ketika sudah bisa mengincar titik fatal musuh, yang harus kalian ketahui adalah tata letak crusor di dalam game. Gambarannya, kalian perlu mengetahui seluk beluk di dalam game sehingga bisa menaruh crusor di lokasi yang tepat. Poin ini bersinggungan dengan poin sebelumnya ketika kalian sudah rajin main di practice mode.

Di dalam mode tersebut, ukuran tinggi badan tiap bot sama seperti Agent. Dari sini kalian sudah dapat bekal perkiraan lokasi kepala musuh untuk ditembak. Akan tetapi, permasalahan lainnya adalah fokus kalian terhadap titik crusor dan arah mata kalian.

Latih Aim Valorant.
Latih Aim Valorant. Via Istimewa.

Kondisinya seperti gambar di atas. Secara sadar, mata kalian mengarah ke titik merah di gambar pertama. Akan tetapi, pengarahan crusor kalian tidak sesuai. Hal ini yang fatal dan membuat aim kalian berantakan. Soalnya, ketika muncul musuh di titik tersebut ada jeda untuk kalian menggeser crusor ke musuh dan bisa timbul kemungkinan kalian kalah hit.

Di sinilah pentingnya kalian melatih fokus untuk menyelaraskan arah mata dengan crusor. Hal ini perlu dilatih secara rutin karena memang tidak mudah. Soalnya kesalahan tadi sering dilakukan secara sadar-tidak sadar. Ketika di dalam game sebisa mungkin arahkan crusor ke sudut yang sekiranya jadi jalur musuh. Nah, setelah crusor sudah diletakkan dengan tepat barulah kalian bisa lirik sana-sini untuk melihat mini map.

4. Pakai Bantuan Platform Seperti Aimlab

Aim Lab Steam.
Aim Lab Steam. Via Istimewa.

Ketika di practice mode sudah merasa hebat coba kalian latih aim di tempat lain seperti Aim Lab. Aplikasi simulasi pelatihan aim ini bisa meningkatkan akurasi menembak kalian semakin tinggi. Pasalnya, ada analisa dari seluruh tembakan kalian dan bisa mengetahui di mana letak kekurangan yang kalian miliki.

Semisal, ketika menggeser mouse ke kiri motorik kalian lemah. Nanti akan ada latihan yang bisa meningkatkan kinerja motorik tersebut. Kasus yang paling sering adalah jarak yang terlalu melebar dari titik tengah. Contohnya ketika mengarahkan ke kanan selalu lebih jauh daripada ke kiri.

Ada beberapa faktor yang menliputi permasalahan tersebut. Bisa dari pengaturan sensivity dan DPI mouse gaming kalian atau memang kendala tubuh kalian saja. Untuk permasalahan yang kedua, kalian memang harus sering-sering jajal aim di Aim Lab. Dengan begitu kalian akan terbiasa menggeser crusor ke berbagai arah secara cepat.

5. Tingkatkan Jam Terbang di Dalam Game

Valorant Gameplay.
Valorant Gameplay. Via Istimewa.

Setelah empat poin tadi sudah dilakukan, saatnya mengaplikasikan latihan ke dalam permainan. Di sini akan ditentukan pembiasaan kalian terhadap lingkungan game dari mengetahui jalur masuk musuh, melatih game sense, hingga meletakkan crusor ke sudut yang tepat. Dengan begini kalian bisa beradaptasi sesuai dengan ritme permainan di dalam Valorant.

Sebisa mungkin, setelah menghabiskan satu match kalian evaluasi diri di mana letak kekurangan kalian soal akurasi tembak. Apakah kurang cepat mengarahkan crusor atau masih belum bisa fokus untuk menyelaraskan mata dengan lokasi titik tembak. Hal ini akan terlatih menjadi terbiasa ketika kalian sering main Valorant.

Valorant Setting Aim
Valorant Setting Aim Via Istimewa.

Pentingnya mengetahui seluk-beluk tiap map juga akan meningkatkan akurasi kalian. Soalnya beda map beda gameplay dan tentunya beda spot untuk melakukan peek. Ketika kalian sudah hapal semua map di Valorant. Maka secara otomatis kalian tahu di mana harus meletakkan crusor agar musuh bisa langsung mati ketika menunjukkan batang hidungnya di depan kalian.

Selain mengetahui seluk-beluk map, kalian juga perlu mengamati suara jejak langkah. Soalnya, di Valorant langkah kaki merupakan hal krusial yang harus jadi fokus pemain. Ketika mendengar dari mana arah suara tersebut maka kalian harus cepat-cepat memperkirakan tinggi karakter dengan spot tembak kalian.

                                                                    ***

Untuk pemain baru memang sulit untuk meningkatkan aim supaya tidak licin seperti pakai sabun. Butuh waktu untuk latihan sampai kalian benar-benar menguasai Valorant dan segala seluk-beluknya.

Untuk aim, kalian bisa pakai lima cara tadi supaya tidak dianggap beban oleh rekan tim. Santai saja dalam latihan, saran KINCIR yang penting adalah kalian harus terus evaluasi kekurangan setiap kali latihan.

Bagaimana menurut kalian soal tips di atas? Kalau kalian punya metode pribdadi boleh banget share di kolom komentar supaya pemain lain bisa belajar. Jangan lupa juga untuk pantau KINCIR agar kalian tidak ketinggalan berita terbaru seputar esports dan game lainnya.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.