DIGI-IN: Rayakan Nostalgia Digimon Bareng Komunitas

Serial animasi dan game Digital Monsters atau Digimon punya banyak penggemar. Enggak ketinggalan di Indonesia. Serial animasi Digimon Adventure sempat menjadi kartun Minggu pagi yang wajib banget ditonton. Belum lagi sederet judul game Digimon populer yang juga mewarnai banyak konsol.

Komunitas Digimon di Indonesia ternyata bernaung di sebuah organisasi bernama DIGI-IN yang telah berdiri sejak 2007. Seiring waktu, komunitas ini semakin berkembang lewat serangkaian kegiatan yang mereka hadirkan.

Di ajang Battle of the Toys 2019 (31/8), KINCIR berkesempatan menemui para anggota DIGI-IN yang sedang menggelar pameran koleksi mereka. Nah, apakah kalian penasaran dengan komunitas terbesar pencinta Digimon di Indonesia ini? Yuk, simak penuturan KINCIR berikut!

Berawal dari Dua Hobi Berbeda sebagai Penggemar Digimon

Sebelum berdiri dengan namanya saat ini, DIGI-IN ternyata berasal dari dua grup besar yang punya dua hobi berbeda. Grup tersebut terdiri dari komunitas pencinta anime dan game serta collection figure.

Meski beda grup, pada dasarnya mereka bergabung dalam satu komunitas. Pengelolanya kurang lebih sama. Saat itu tujuan pemisahan grup adalah mengumpulkan anggota yang lebih terpusat. Pada akhirnya, dua sub-komunitas ini resmi bergabung pada 2012 dengan nama DIGI-IN.

“Akhirnya, mulai 2012 kami sepakat untuk jalan bareng. Namanya pun jadi Komunitas Digimon Indonesia atau DIGI-IN. Hingga kini, kami punya anggota lebih dari 7000 orang di Facebook,” ujar Dade Anzac, Ketua DIGI-IN.

Digivice Penyatu Para Anggota

Salah satu hal menarik yang menjadi latar belakang kuatnya grup DIGI-IN adalah kegemaran mereka kepada Digivice. Jika merunut sejarah Digimon, kehadiran device milik Bandai ini sangat penting lantaran melahirkan waralaba Digimon secara keseluruhan.

Tadinya, Tamagotchi merupakan mainan yang diperuntukkan kepada perempuan. Task yang sederhana membuat Bandai mengembangkan device yang memberi bobot petualangan dan pertarungan. Seiring waktu, mereka juga mengembangan anime serta game lain untuk meraih banyak penggemar.

Di dalam DIGI-IN, aktivitas bertemu jadi ajang wajib untuk mengadu Digivice. Ternyata, meski berbeda, kebanyakan Digivice punya kemampuan untuk menggelar pertandingan. Para anggota komunitas sadar bahwa device seperti ini sangat bagus untuk bersosialisasi. Beda dengan game sekarang yang bisa dimainkan secara online.

Forum Jual Beli dan Barter

Enggak bisa dimungkiri, hadirnya komunitas DIGI-IN ini punya banyak kegunaan buat anggotanya. Salah satunya sebagai forum jual beli. Kebanyakan anggota DIGI-IN banyak yang gemar mengoleksi barang dari mulai collection figure hingga Digivice.

Beberapa dari anggota menurut Dade banyak yang mengimpor Digivice langsung dari Jepang. Para anggota DIGI-IN yang gemar mengoleksi sering berinteraksi untuk melangsungkan transaksi jual-beli atau barter.

Ternyata, harga Digivice bermacam-macam. Apalagi buat edisi terbatas atau pun koleksi yang punya nilai tinggi. Untuk edisi klasik Digivice, biasanya harganya bisa mencapai jutaan, dan nantinya bakal berlipat ganda sama kelangkaan dan nilai antiknya.

“Kalau udah soal koleksi, pokoknya grup jadi rame, deh.” Tambah Dade.

“Digimon Adalah Masa Kecil Kita”

Digivice pertama kali muncul sejak 1997. Setelah itu serial animasi Digimon pertama muncul setahun setelahnya. Menurut Dade yang berasal dari Bandung, kebanyakan anggota yang sudah menjadi kepala keluarga sekarang masih doyan sama nostalgia ke masa mudanya.

Para pencinta serial Digimon memang terhitung loyal. Dari ratusan karakter Digital Monster terselip nostalgia. Para anggota punya pilihan Digimon kesukaan mereka sendiri serta cerita yang seakan enggak habis-habis kalau sudah membahas para monster digital.

Menariknya, anggota DIGI-IN punya latar belakang umur yang berbeda-beda. Beberapa dari mereka bahkan sudah menjadi kepala keluarga dan kini berusaha menurunkan kecintaannya terhadap Digimon kepada sang anak.

Kegiatan Gathering Rutin

Setiap tahun, para anggota DIGI-IN rutin menggelar gathering di Ibukota pada 17 Agustus untuk sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Menurut para anggota, kegiatan ini bisa memupuk rasa nasionalisme. Anggota DIGI-IN dari berbagai pulau rutin datang ke Jakarta.

Selain menggelar acara tahunan, DIGI-IN juga rutin mengikuti acara seperti ajang Battle of the Toys 2019. Setiap ada kesempatan untuk memamerkan koleksi atau berjualan, para anggota sering mengikuti acara pameran. Enggak jarang para pemilik Digivice juga doyan mengadu Digimon asuhannya setiap menggelar gathering.

Setiap menggelar acara kumpul-kumpul, enggak jarang banyak yang tertarik. Seakan-akan selalu ada kenangan sama salah satu waralaba mainan, anime, dan game terkenal asal Jepang ini. DIGI-IN juga membuka kesempatan luas buat banyak orang untuk ikut komunitasnya.

“Inilah asyiknya bikin komunitas besar. Punya banyak kenalan di mana-mana,” ujar Dade.

***

Digimon memang punya cerita menarik dan selalu ada nostalgia kalau ngomongin waralaba ini. Kesempatan baik buat kalian gabung sama DIGI-IN. Ada banyak orang dengan hobi sama yang bisa kalian kenal dan bertukar koleksi. Kalau mau ikutan, langsung aja request ke grup Facebook mereka di sini.

Apakah kalian juga tergabung sama komunitas unik dan ingin KINCIR liput? Jangan sungkan untuk berikan kesan kalian di kolom komentar bawah, ya.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.