(My Hero Academia) 5 Fakta One for All, Quirks Terkuat yang Penuh Misteri

Selain menjadi quirks terdahsyat, One for All juga merupakan quirks paling misterius di anime My Hero Academia. Quirks ini pun menjadi harapan untuk mengalahkan All for One selaku villain utama di anime-nya.


Pada anime My Hero Academia, kita diperkenalkan dengan sosok Izuku “Deku” Midoriya dan juga Toshinori Yagi alias All Might yang menjadi karakter utamanya. Mereka pun memiliki sebuah persamaan, yaitu sama-sama memiliki One for All (OFA) yang bisa dibilang merupakan sebuah quirks paling misterius di semesta anime tersebut.

Dalam kelanjutan ceritanya, kini hanya tinggal Deku yang memiliki quirks One for All di semesta anime My Hero Academia. Quirks miliknya tersebut pun kini menjadi satu-satunya harapan buat mengalahkan All for One yang dikenal sebagai villain terkuat di anime-nya. Namun, di luar hal tersebut, masih ada banyak lagi fakta tentang quirks One for All yang mungkin belum kalian ketahui.

Penasaran apa saja fakta tentang One for All di anime My Hero Academia? Langsung saja kalian simak pembahasannya di bawah ini!

1. Pertama Kali Dimiliki oleh Adiknya All for One

Fakta One for All Anime My Hero Academia
Fakta One for All Anime My Hero Academia Via Istimewa.

Seperti yang sudah dibahas sedikit di atas, One for All menjadi harapan untuk mengalahkan All for One yang dikenal sebagai villain terkuat di My Hero Academia. Namun, ternyata quirks One for All itu sendiri awalnya dimiliki oleh adiknya All for One, yaitu Yoichi Shigaraki. Bahkan, asal-usul munculnya quirks One for All di semesta anime tersebut juga sangat berkaitan dengan sosok All for One.

Sebab, dulu All for One memberikan quirks yang bikin penggunanya bisa menimbun kekuatan dari quirks lain kepada Yoichi yang saat itu dianggapnya tak punya quirks. Namun, ternyata Yoichi sudah punya quirks sendiri yang memungkinkannya untuk mentransfer quirks-nya ke orang lain. Nah, quirks milik Yoichi itu pun bergabung dengan quirks pemberian kakaknya sehingga menciptakan quirks baru bernama One for All.

Hal tersebut pun memungkinkan Yoichi untuk mentransfer quirks stockpiling alias penimbun yang diberikan kakaknya secara turun-temurun kepada penerusnya. Menariknya, cara transfer quirks kepada penerusnya tersebut benar-benar harus secara ‘ikhlas’ oleh pemiliknya sehingga enggak dapat dengan mudahnya berpindah tangan. Hal ini jugalah yang bikin All for One enggak bisa mencuri One for All begitu saja.

2. Quirk Turun-temurun yang Awalnya Sangat Lemah

Fakta One for All Anime My Hero Academia
Fakta One for All Anime My Hero Academia Via Istimewa.

Jika mendengar kata “One for All”, kalian mungkin akan langsung memikirkan sebuah quirks dengan kekuatan dahsyat yang memungkinkan penggunanya melumpuhkan musuh dalam sekali pukulan. Hal ini pun enggak terlalu mengherankan, karena ketika nonton anime My Hero Academia, baik Deku atau All Might selalu berhasil mengalahkan musuh dengan mudah menggunakan One for All.

Namun, ketika pertama kali tercipta, One for All justru terbilang menjadi salah satu quirks yang lemah. Hal ini karena ketika Yoichi Shigaraki pertama kali punya One for All, dia enggak punya pengalaman bertarung sedikit pun dan hanya memiliki satu quirks tambahan saja, yaitu untuk mentransfer. Bahkan, karena sadar bahwa dirinya belum sanggup mengalahkan All for One, Yoichi mentransfer OFA ke penerusnya.

Hal tersebut dilakukan oleh Yoichi agar kekuatan serta quirks yang tertimbun di One for All semakin banyak. Harapannya, suatu hari ada pengguna One for All yang dapat mengalahkan All for One dengan kekuatan tertimbun yang sudah banyak tersebut. Jadi, semakin banyak kemampuan yang ditimbun, kekuatan yang dimiliki pengguna terbarunya pun akan semakin dahsyat.

3. Memungkin Penggunanya Memakai Banyak Quirks Sekaligus

Fakta One for All Anime My Hero Academia
Fakta One for All Anime My Hero Academia Via Istimewa.

Seperti yang dibahas sebelumnya, One for All memungkinan pemiliknya untuk menimbun kekuatan sekaligus quirks yang kemudian juga bisa ditransfer ke penerusnya. Nah, orang yang diwariskan dengan One for All pun dapat menggunakan seluruh kemampuan dari pengguna sebelumnya, termasuk quirks alami yang dimiliki pendahulunya. Bahkan, mereka bisa menggunakan banyak quirks gabungan tersebut secara sekaligus.

Hal ini bisa dilihat pada arc Joint Training Battle di My Hero Academia season 5, tepatnya saat kelompok Deku bertarung melawan regu kelas 1-B. Sebab, Deku yang biasanya hanya mengandalkan kekuatan fisik saja dari One for All tiba-tiba bisa menggunakan quirks baru berwujud bayangan hitam yang keluar dari tangannya. Quirks barunya tersebut pun bernama Blackwhip dan merupakan milik pengguna kelima One for All.

Bahkan, dalam kelanjutan cerita manga-nya, Deku sudah hampir bisa mengakses seluruh quirks milik delapan pengguna One for All sebelumnya dan dipakai secara sekaligus. Hal ini tentunya membuat Deku menjadi jauh hebat lagi dalam bertarung melawan villain. Kalau bisa dibilang, Deku sejauh ini menjadi satu-satunya pengguna One for All yang berhasil memanfaatkan quirks milik pendahulunya sewaktu bertarung.

4. Keberadaan OFA Bikin Masa Hidup Penggunanya Jadi Lebih Pendek

Fakta One for All Anime My Hero Academia
Fakta One for All Anime My Hero Academia Via Istimewa.

Hikage Shinomori yang merupakan pengguna keempat dari One for All menganggap dirinya belum terlalu kuat untuk mengalahkan All for One. Hal ini pun membuatnya mengasingkan diri di pegunungan untuk menimbun kemampuan One for All agar penerusnya jauh lebih kuat dan bisa mengalahkan All for One. Namun, setelah 18 tahun mengasingkan diri, Hikage justru tewas karena faktor alami di usianya yang masih muda.

Meninggalnya Hikage tersebut pun terjadi karena keberadaan One for All ternyata memperpendek masa hidupnya. Hal ini karena adanya One for All selain quirks orisinalnya ternyata secara enggak langsung membuat banyak tekanan pada tubuhnya sehingga usianya jadi lebih pendek. Beruntungnya, Hikage masih sempat mewariskan One for All ke pengguna lain sebelum dia meninggal muda.

Namun, menariknya, efek negatif One for All tersebut enggak akan berpengaruh terhadap penggunanya yang terlahir enggak memiliki quirks. Contohnya seperti All Might yang menjadi pengguna One for All paling lama, yaitu 40 tahun. Hal ini karena enggak adanya quirks orisinal membuat tubuhnya seperti vas kosong sehingga bisa menerima keberadaan One for All seutuhnya tanpa bersinggungan dengan quirks orisinal.

5. Pengguna Baru OFA Harus Menyesuaikan Diri dengan Quirks-nya

Via Istimewa

One for All adalah sebuah quirks spesial yang membuat tubuh pengguna barunya harus bisa menyesuaikan diri terlebih dahulu sebelum kekuatannya ditransfer. Hal ini karena tubuh dari sang pengguna enggak secara alami sesuai dengan kemampuan dari One for All. Seandainya One for All tetap dipaksakan ditransfer ke tubuh yang belum sesuai, maka ada kemungkinan kalau tubuh sang pengguna akan hancur.

Hal ini jugalah yang membuat Deku berlatih mati-matian pada musim pertama anime My Hero Academia sebelum diwariskan One for All oleh All Might. Bahkan, meski telah latihan keras, tubuh Deku masih kerap rusak setiap kali menggunakan kekuatan One for All secara penuh. Hingga saat ini, Deku pun masih belum bisa menggunakan One for All secara 100% tanpa menghancurkan bagian tubuhnya.

***

Nah, itulah sejumlah fakta terkait One for All yang merupakan quirks terkuat di anime My Hero Academia. Dari sejumlah fakta tersebut, manakah yang paling menarik perhatian kalian? Share pendapat kalian di bawah dan ikuti terus KINCIR untuk artikel menarik seputar anime lainnya, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.