5 Desa Angker yang Pernah Ada di Film Indonesia

Salah satu hal penting ketika menggarap sebuah film horor adalah menciptakan lokasi yang mistik. Set lokasi yang tepat akan membuat suasana horor sebuah film akan jauh lebih terasa. Bakal lebih lengkap lagi jika set lokasi tersebut memiliki latar belakang yang mengerikan.

Beberapa film Indonesia telah melakukan itu. Ada sejumlah desa angker di film-film horor Indonesia yang berhasil bikin filmnya jadi mencekam. Nah berikut ini adalah lima desa paling mencekam dii film Indonesia.

Desa angker yang pernah ada di film Indonesia

1. Angkerbatu – Jelangkung

Film Jelangkung di tahun 2001 adalah film pertama yang mengenalkan lokasi ini. Angkerbatu adalah daerah terkutuk, sebuah desa fiktif dengan masa lalu yang kelam. Di waralaba Jelangkung pertama di awal 2000an, Angkerbatu diceritakan sebagai desa angker.

Empat pemeran utama film itu sengaja menuju Angkerbatu untuk mencari hal mistis. Benar saja, setelah pulang dari sana, beragam kejadian diluar nalar terjadi. Usut punya usut, dulu ada seorang anak kecil bernama Turah yang disiksa hingga dibunuh oleh warga desa.

Setelah kejadian itu, desa Angkerbatu jadi terkutuk dan ditinggalkan oleh para warga. Sosok Turah adalah hantu utama dalam film Jelangkung sekaligus hantu terseram di Angkerbatu.

Di waralaba Jelangkung pertama, lokasi Angkerbatu terletak di Jawa Barat. Sementara di film Angkerbatu yang rilis tahun 2007, lokasi desa tersebut berada di Jawa Timur. Sampai saat ini, Angkerbatu masih jadi tempat horor fiktif paling berkesan yang pernah dibuat film Indonesia

2. Harjosari – Perempuan Tanah Jahanam

Tak bisa lagi menahan kondisi ekonomi yang makin sulit membuat Maya akhirnya memilih pulang kampung. Kampung yang sejak kecil tak pernah ia datangi. Ia mengira bisa mendapat warisan peninggalan orang tuanya disana. Nama desa itu adalah Desa Harjosari.

Pergi besama Dini kawannya, Maya dan Dini tak akan pernah menyangka jika tempat yang didatangi adalah sebuah tanah jahanam. Sejak lama, para warga desa menanti kedatangan Maya, si anak pembawa sial yang harus segera dibunuh.

Banyak orang menyangka jika Maya adalah orang yang membawa kutukan dan menjadikan bayi-bayi yang lahir di desa itu lahir dengan sisik di sekujur tubuh. Jadi warga desa tersebut selama bertahun-tahun kerap membunuh bayi yang baru lahir karena lahir dengan kulit bersisik.

Cerita kelam desa ini bermula saat Ki Saptadi dalang paling masyur di desa tersebut membantai puluhan orang dengan keji. Termasuk membunuh Nyai Sinta kekasihnya sendiri yang notabenenya adalah ibu dari Maya. Semua cerita tadi ada pada film Perempuan Tanah Jahanam buatan Joko Anwar. Set lokasi Desa Harjosari sendiri terletak di Banyuwangi

3. Pageralas – Tarian Lengger Maut

Dalam film Tarian Lengger Maut kita akan menemukan Desa Pageralas sebagai desa yang asri dimana para penduduknya hidup damai dan begitu mencintai budaya. Sampai ketika seorang dokter datang dan membuka praktek di sana. Seiring dengan kedatangan dokter itu, Sukma seorang perempuan muda asli desa tersebut tengah dipersiapkan menjadi seorang penari lengger.

Tarian ini memang penuh hal mistis. Ketika mempersiapkan kiprahnya sebagai seorang penari, satu demi satu pendudukdi desa itu raib; hilang entah kemana. Sukma mempercepat persiapannya menjadi penari lengger supaya segera mendapat indag, kekuatan yang mungkin bisa menolong para penduduk.

Rupanya misteri hilangnya para penduduk berasal dari dokter Jati yang baru saja hadir dan buka praktik di desa itu. Dokter Jati melakukan pembunuhan berantai dan mencabut jantung para pasiennya untuk diawetkan. Mayat-mayat penduduk itu dikuburkan dengan tidak layak, sementara jantung mereka jadi koleksi pribadi dokter Jati. Desa Pageralas sendiri dalam film disebutkan terdapat di Provinsi Jawa Barat

4. Ujung Sedo – Kuntilanak 3

Trilogi Kuntilanak pada tahun 2006 sampai 2008 menghadirkan pemeran utama bernama Samantha yang dikenal dapat memanggil kuntilanak. Dia pergi ke Desa Ujung Sedo untuk bertemu Eyang Putri yang bisa membantunya. Sayang, Desa Ujung Sedo berada di tengah hutan.

Di perjalanan menuju desa tersebut, Samantha bertemu beberapa orang yang tengah mencari kawannya yang hilang. Samantha meyakini jika mereka yang hilang disebabkan oleh kuntilanak. Benar saja, perjalanan menuju Ujung Sedho tidaklah mudah. Ada banyak sekali kuntilanak yang mengganggu Samantha dan orang-orang di sekitarnya.

Kuntilanak ini benar-benar berbahaya dan mengancam nyawa mereka. Tangis dan tawa kuntilanak terus menerus terdengar didekat Desa Ujung Sedo. Ujung Sedo juga muncul dalam film Kuntinalak 2 pada trilogi yang baru.

5. Desa Penari – KKN di Desa Penari

Pilih tempat buat Kuliah Kerja Nyata emang gak bisa sembarangan. Selain harus cari desa yang tepat dengan masalah yang bisa diatasi, desa yang dipilih juga harus aman dari segala ancaman makhluk gaib. Pokoknya, jangan seperti yang dilakukan oleh Nur dan kawan-kawan ketika mereka salah pilih tempat untuk KKN!

Mereka memilih tempat disebuah desa yang disebut dengan Desa Penari. Tempat ini memang tidak cocok jadi tempat KKN. Soalnya, desa yang menyimpan hal mistis ini membuat para mahasiswa yang KKN di sana kerap dihantui oleh makhluk gaib.

Kengerian demi kengerian terjadi. Nur berulang kali dihantui sosok nenek tua, Widya yang kesurupan dan dari mulutnya keluar rambut, Wahyu yang tanpa sengaja dicekoki kepala monyet dan banyak lagi. Puncaknya ketika Bima dan Ayu diperdaya oleh sosok Badarawuhi, sosok hantu penari yang menyesatkan. Keduanya bahkan harus meregang nyawa karena mengikuti kemauan Badarawuhi.

***

Itu tadi lima desa mengerikan di film horor Indonesia. Dari lima desa di atas, mana yang paling enggan kamu kunjungi?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.