5 Hal Klise dalam Film Based on True Story

Banyak banget orang yang menyukai film based on true story alias diadaptasi dari kisah nyata. Meskipun kita semua udah tahu kisah akhirnya, inspirasi perjuangan sang tokoh selalu dicari para penonton. Inspirasi ini dianggap enggak cuma bunga-bunga omong kosong karena memang terjadi di dunia nyata.

Meski begitu, enggak bisa kita mungkiri kalau pada akhirnya film-film ini jadi latah dan punya beberapa pola basi. Nah, apa aja, sih, hal-hal yang selalu ada dalam sebuah cerita adaptasi dari kisah nyata? Ini dia ulasannya.

 

1. Keberadaan Pahlawan

Via Istimewa

Dalam film-film yang diangkat dari kisah nyata, sudah pasti ada sesosok pahlawan. Biasanya, pahlawan ini adalah tokoh utama kita. Sebut saja film yang mengangkat perjalanan hidup pemain sepak bola Pele, hingga Hacksaw Ridge dengan latar belakang perang.

Sering kali, sosok yang jadi pahlawan ini kehebatan/kebaikannya agak dilebih-lebihkan. Entah dia seseorang yang altruis atau enggak pernah lelah menggapai mimpi. Mengapa, kok, harus dibikin begini? Ya, supaya penonton percaya kalau tokoh ini betul-betul inspiratif dan pantas dibikinin film.

 

2. Hadirnya “si Berengsek”

Via Istimewa

Ada pahlawan, pasti ada penjahat atau orang yang enggak pernah suka sama kesuksesan sang pahlawan. “Si berengsek” ini biasanya akan menjegal usaha sang pahlawan atau bikin dia jadi minder, entah dengan menghina atau menjelek-jelekkan di depan orang lain.

Keberadaan “si berengsek” ini penting dalam film-film yang diadaptasi dari kisah nyata. Pasalnya, tokoh ini mengajarkan penonton bahwa mereka enggak boleh patah semangat lantaran pendapat buruk dari orang lain. Justru, anggapan buruk itu semestinya dijadikan pemicu untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.

 

3. Perbedaan Pendapat dengan Orang Dekat

Via Istimewa

Setiap tokoh pahlawan memiliki orang dekat yang percaya dan mendukung mimpi-mimpi mereka, baik keluarga inti, sahabat dari kecil, maupun tunangan. Orang dekat ini pun enggak pernah lelah ngasih semangat dan ngingetin pahlawan kita tercinta akan mimpi-mimpinya saat dia lagi down.

Namun, di film yang diadaptasi dari kisah nyata, hampir selalu kita temukan momen saat sang pahlawan bertengkar sama orang terdekat. Biasanya, pertengkaran ini dipicu emosi sang pahlawan karena halangan dari luar (kayak film tentang Dalton Trumbo, penulis skenario yang difitnah sedemikian rupa dan kadang suka melampiaskan amarah ke keluarga) atau perbedaan pendapat dalam menyelesaikan masalah.

 

4. Momen Terjatuh

Via Istimewa

Ini yang enggak boleh absen dari sebuah film based on true story: momen saat pahlawan tercinta mengalami kegagalan. Contohnya The Billionaire yang bercerita tentang perjuangan pemilik Tao Kae Noi. Berkali-kali dia gagal dan produknya dianggap kurang layak. Pokoknya, mimpinya buat jadi pengusaha makanan kemasan berskala besar seolah hampir enggak mungkin dicapai.

Momen terjatuh ini sering kali dibuat sebagai adegan penuh haru. Yah, mungkin cocok kalau disandingkan dengan lagu semacam “Berhenti Berharap” milik Sheila on 7. Hal ini bertujuan bikin penonton jadi baper. Jadi, ketika sampai pada cerita sang pahlawan sukses, perasaan penonton lebih tersentuh. Menggugah rasa gitu, deh, istilahnya.

 

5. Foto-foto Asli dan Deskripsi Kehidupan Pahlawan

Via Istimewa

Ini seolah udah jadi pola resmi. Jadi, usai film ditutup dengan akhir bahagia nan sukses, ditampilin serangkaian foto asli pahlawan kita. Tak lupa, ada kisah tentang apa yang sesungguhnya terjadi kemudian di kehidupan pahlawan kita.

Bagian ini memang wajib ada dalam film yang diadaptasi dari kisah nyata. Jadi, penonton makin yakin kalau cerita ini memang benar terjadi. Penonton pun pastinya lebih menghayati cerita yang baru saja dia saksikan. Dan, bukan enggak mungkin kalau mereka bakal menonton ulang cerita itu sebagai inspirasi kesuksesan hidup mereka.

Nah, pola ini kemudian jadi membosankan dan banal karena enggak pernah absen dari film bertema kisah nyata. Seolah-olah, tanpa adanya bukti-bukti nyata berupa foto dan cerita, film jenis ini enggak mampu menyampaikan pesan dan emosi.

***

Mau enggak mau, harus diakui kalau tanpa ramuan-ramuan di atas, film-film based on true story bisa jadi enggak menarik di mata penonton. Kalau buat lo sendiri, apakah hal-hal di atas membosankan? Atau, malah lo suka sama film jenis itu karena adanya ramuan wajib itu? Bagi aja, ya, di kolom komentar.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.