(REVIEW) Benyamin Biang Kerok 2 (2020)

Benyamin Biang Kerok 2
Genre
  • komedi
Actors
  • Delia Husein
  • Lydia Kandou
  • Meriam Bellina
  • Rano Karno
  • Reza Rahadian
Director
  • Hanung Bramantyo
Release Date
  • 18 September 2020
Rating
5 / 5

*Spoiler Alert: Artikel ini mengandung bocoran film Benyamin Biang Kerok 2 yang bisa saja mengganggu buat kalian yang belum menonton.

Setelah menunggu dua tahun setelah rilis film pertamanya, film Benyamin Biang Kerok 2 sudah bisa ditonton mulai 18 September 2020. Kali ini, film Benyamin Biang Kerok 2 harus menyebar ceritanya melalui layanan Disney+ Hotstar.

Dua tahun lalu, film ini menuai banyak kritikan. Padahal formula film ini begitu menjanjikan: dibintangi aktor Reza Rahadian dan disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Ditambah, film ini digarap oleh rumah produksi yang langganan sedot penonton hingga jutaan, serta ide cerita yang mengangkat film lawasnya legenda komedi Indonesia, Benyamin Sueb.

Lalu, bagaimana keseruan film sekuelnya? Yuk, simak review film Benyamin Biang Kerok 2 di bawah ini.

Plot Sulit Ditebak

Via Falcon Pictures

Film Benyamin Biang Kerok 2 ini melanjutkan kisah Pengki (Reza Rahadian) yang terperangkap dalam kasus jual beli manusia dan harus berhadapan dengan mafia. Nah, buat kalian yang enggak nonton film pertamanya, di awal film ini pun dijelaskan singkat.

Film pertama ditutup dengan Pengki yang hampir tertangkap oleh cewek harimau anak buah sang antagonis bernama Said. Singkat cerita, dia lolos dan berhasil mengambil arloji legendaris dari rumah Said. Cerita enggak berhenti disitu, arloji tersebut ternyata punya cerita masa lalu yang melibatkan ayahnya Pengki.

Alhasil, film ini punya premis baru, setelah berhasil mengungkap praktek jual beli manusia, Pengki dan kawan-kawan kini masuk dalam petualangan menemukan harta karun yang petunjuk awalnya didapat dari arloji legendaris tersebut.

Kisah yang Serba Tanggung, Ending Kurang Klimaks

Via Falcon Pictures

Tak ubahnya film pertama, di film kedua ini sebetulnya juga belum maksimal. Bisa jadi, syutingnya sudah dilakukan berbarengan dengan film pertama. Pasalnya, terlihat beberapa cerita yang serba tanggung dan begitu mudah rampung.

Contoh paling terlihat ketika ditangkapnya Said oleh polisi. Said ini di film pertama diceritakan sebagai seorang mafia kelas kakap yang bisa memainkan hukum. Namun, di film kedua, hanya berkat kabar viral yang dicuitkan di sosial media, beberapa hari kemudian polisi dapat meringkus Said.

Memang, sebelumnya Said sudah meminta fasilitas di dalam lapas yang mudah dilakukan baginya yang seorang mafia. Namun, untuk villain yang digambarkan sekejam Said, dia begitu mudah takluk dan hanya muncul seperempat film di awal.

Via Falcon Pictures

Selain itu, ada juga beberapa adegan yang sebetulnya bisa dibikin rumit. Namun ternyata solusinya dapat diselesaikan dengan mudah. Banyak juga misteri yang belum terpecahkan, seperti maksud hubungan Babe Sabeni (Rano Karno) dengan Soekarno dan kepala suku soal emas yang diperebutkan.

Selain itu, alasan soal dukun yang wajahnya tak pernah jelas diperlihatkan atau kisah Babe Sabeni (Rano Karno) kepincut sama Nyak Mami (Meriam Bellina) juga mengundang pertanyaan penonton.

Akhirnya filmnya terkesan membingungkan, premis yang berubah ditambah adegan-adegan yang serba nanggung bikin film Benyamin Biang Kerok 2 kurang greget. Hal itu makin dibuat mudah ketika tanpa klimaks di ending film. Villain yang berubah dari Said ke Hengki (Hamka Devito Siregar), nyatanya sama-sama tak ada tantangan.

Minim Adegan Nyanyi

Via Falcon Pictures

Di film pertama, bisa jadi preferensi penonton terbelah. Ada yang menikmati adegan nyanyi lagu betawi yang diselipkan beberapa kali dalam film, ada juga yang terganggu gara-gara durasi nyanyinya yang tak sebentar dan tiba-tiba muncul di film.

Nah, di film Benyamin Biang Kerok 2 ini kita nyaris enggak bisa lihat adegan nyanyi. Iya, masih ada, tapi enggak sebanyak di film pertama. Hanya di awal dan di akhir film. Hanya saja yang mengganggu ketika lagu yang diselipkan di akhir film. Terasa kurang pas dengan dubbing si kepala suku yang canggung meski liriknya relate dengan keadaan Indonesia saat ini.

Sementara soal scoring, film komedi ala agen rahasia ini masih sesuai takaran. Tidak terlalu berlebihan dan cukup bisa dinikmati. Begitu juga soal production value, film Benyamin Biang Kerok 2 bisa dibanggakan dibandingkan film pertamanya.

Akting yang Mubazir

Via Falcon Pictures

Selain tampilkan Reza Rahadian, film ini masih menghadirkan aktor dan aktris senior macam Meriam Bellina, Rano Karno, Lydia Kandou, Qomar, dan Hamka Devito Siregar. Selain itu, ada juga komika Aci Resti dan Aziz Doa Ibu yang setia jadi sahabat Pengki. Tak lupa, ada Delia Husein sebagai Aida yang masih jadi tambatan hati Pengki.

Akting para aktor senior yang jarang main film komedi selain Rano Karno cukup membingungkan. Mereka ekspresif, tapi emosi yang dikeluarkan terasa biasa saja. Seakan bingung, apakah adegannya lucu, atau serius, seperti filmnya yang diarahkan ke komedi, malah punya drama yang berat.

Via Falcon Pictures

Oh ya, kehadiran Aida yang lebih sering disorot di awal juga seakan hanya tempelan. Kehadirannya tak menjadi motivasi Pengki yang saat itu antara hidup dan mati. Padahal sebagai love interest pemeran utama, keberadaan Aida bisa jadi scene-stealer menjanjikan dan idola baru.

Kedataran emosi juga terlihat dari aktor pendukung lainnya yang justru mereka sering main film komedi. Dialog-dialog humor yang sebenarnya receh, bisa jadi hanya cocok pada sebagian orang. Hasilnya, akting mereka memang menghibur, tapi enggak cukup bikin tertawa.

***

Seperti rencana awal, Falcon Pictures akan bikin triloginya. Namun, di akhir film ini, kita enggak diberi cliffhanger yang jelas. Jika kisahnya cukup sampai di sini, setidaknya kita bisa menilai bahwa sosok Benyamin Sueb memang sosok yang otentik dan karyanya dari dulu sulit untuk ditandingi.

Nah, buat kalian yang sudah nonton film Benyamin Biang Kerok 2, bagikan pendapatmu di kolom bawah, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.