Membanggakan! Film Indonesia Ini Dapat 4 Menit Standing Ovation di Venice International Film Festival

Kiprah film Indonesia dalam ajang festival film internasional kian tahun makin membanggakan. Kabar baik terdengar dari Kota Venesia. Satu lagi film Indonesia yang mendapat sambutan baik ketika tayang dalam Venice International Film Festival

Autobiography karya sutradara Makbul Mubarak yang berhasil mendapatkan apresiasi lewat standing ovation dari para penonton selama empat menit ketika filmnya rampung ditayangkan. Selain itu film ini juga mendapat penghargaan FIPRESCI untuk Best First Film dalam Venice International Film Festival. Ini adalah penghargaan mandiri dari kritikus dan jurnalis film international

Ada beberapa catatan menarik dari film Autobiography ini. Yuk, kita simak, sederet fakta tentang film Autobiography yang mendapat perhatian khusus dalam Venice International Film Festival.

7 Fakta Autobiography, film Indonesia yang dapat 4 menit standing ovation di Venice International Film Festival

1. Bukan sekadar kisah penunggu rumah dan majikannya

Film ini berkisah tentang seorang pemuda bernama Rakib yang bekerja sebagai penunggu rumah. Suatu ketika, rumah yang ia tunggu dihuni oleh Purna, mantan Jendral yang saat itu hendak mencalonkan diri sebagai bupati. Rakib merasakan kedekatan emosional antara dirinya dengan Purna.

Dia menganggap Purna seperti ayahnya sendiri sampai sebuah kejadian tak terduga terjadi dan mengubah sudut pandangnya. Film berdurasi 116 menit ini akan membuat penonton terpaku dan menikmati tiap adegannya.

2. Film panjang pertama Makbul Mubarak

Sutradara muda kelahiran tahun 1990 ini memang dikenal kerap membuat konten film-film pendek dengan jalan cerita yang menarik. Kini, Makbul Mubarak menjajal tantangan baru dengan membuat film panjang.

Autobiography adalah debut film panjang pertama seorang Makbul Mubarak. Siapa sangka dalam film panjang pertamanya ini, dirinya langsung mendapatkan pujian ketika film garapannya itu tampil di ajang Venice International Film Festival?

3. Satu-satunya film Asia Tenggara yang tampil di Venice International Film Festival

Selain mendapat apresiasi dengan standing ovation selama empat menit, film ini juga menjadi satu satunya film yang mewakili Asia Tenggara untuk tampil di ajang sebesar Venice International Film Festival.

Namun, film Autobiography bukanlah film Indonesia pertama yang berhasil tampil dalam ajang ini. Pada tahun-tahun sebelumnya ada film A Copy of My Mind arahan Joko Anwar, Opera Jawa dan Kucumbu Tubuh Indahku buatan Garin Nugroho dan juga film pendek berjudul Kado bikinan sutradara Aditya Ahmad 

4. Jadi perbincangan masyarakat Italia

Enggak sekedar mendapatkan standing ovation selama empat menit, film ini juga menjadi perbincangan bagi mereka yang menyaksikannya. Autobiography dinilai memiliki dialog antar karakter yang kuat. Setiap kata-kata yang terlontar dari para pemerannya selalu terasa memiliki makna yang mendalam.

Hal tersebut ditanyakan oleh salah seorang penonton kepada Makbul. Sutradara asal Toli-Toli itu menjawab jika proses panjang film ini membuat kedekatan antara pemain menjadi semakin lekat. Latihan-latihan antar aktor yang terus menerus membuat dialognya terasa lebih bernyawa karena sudah terus menerus dilafalkan oleh para pemain. Selain itu Makbul dan tim juga jadi punya waktu untuk terus mengevaluasi dialog-dialog film Autobiography ini.

5. Menunjukkan sisi demokrasi Indonesia

Film ini berkisah tentang seorang pensiunan tentara yang hendak menjadi bupati. Makanya, ada banyak adegan yang menampilkan secara gamblang sistem pesta demokrasi di Indonesia.

Film ini secara terbuka menyampaikan ke publik dengan apa adanya ketika proses pemilihan umum dilakukan. Terutama soal intrik-intrik politik dalam perebutan kekuasaan. 

6. Digarap sejak 2017

Film ini tidak digarap Makbul dalam waktu sekejap. Setidaknya perencanaan film Autobiography sudah dimulai sejak tahun 2017. Hal itu disebabkan karena film ini bekerjasama dengan beberapa pihak dari mancanegara.

Pada 2017 film ini mengikuti Torino Film Lab 2017, kemudian berlanjut ke European Audiovisual Enterpreneurs Ties That Bind serta serangkaian event mancanegara lainnya. Nah, setelah rangkaian tersebut, film ini baru benar-benar memulai proses syutingnya pada tahun 2021 lalu. 

7. Mendapat pendanaan dari Locarno dan kementrian pariwisata

Skenario film ini berhasil memikat Locarno Film Festival untuk mendanai proses pembuatannya. Locarno memberikan dana sejumlah Rp734 juta supaya film ini dapat digarap sesuai dengan skenario.

Enggak cuma itu, Autobiography juga mendapat bantuan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk promosi film sebesar Rp1,5 miliar. Dana tersebut dikucurkan juga kepada 21 film lain dalam rangka pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

***

Film Autobiography dibintangi oleh Kevin Ardilova sebagai Rakib dan Arswendi Nasution sebagai Purna. Film ini juga dibintangi oleh Lukman Sardi, Yudi Ahmad Tajudin, Yusuf Mahardika, dan sederet aktor dan aktris lain. Belum diketahui kapan film ini dapat dipublikasikan di Indonesia

Nah itu tadi beberapa fakta tentang Autobiography, film Indonesia yang mendapat sambutan meriah dan penghargaan kala tayang dalam Venice International Film Festival. Kalau filmnya tayang di Indonesia, berminatkah kamu untuk menontonnya?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.