7 Film yang Mancing Amarah Sebelum Dirilis

– Judul-judul di bawah sudah menerima protes bahkan sebelum publik nonton film ini di bioskop.
– Ada yang diprotes karena isu sosial hingga pemilihan aktor yang dianggap enggak sesuai karakter.

Film yang menuai pro dan kontra sebelum dirilis sudah jadi hal yang biasa. Soalnya, enggak semua penonton pastinya setuju dengan cerita yang ditampilkan di film. Namun, ada sebagian masyarakat yang keburu menyampaikan ketidaksetujuan mereka terhadap suatu film, bahkan saat publik belum nonton film ini.

via GIPHY

Ketidaksetujuan masyarakat terhadap suatu film bisa timbul pada saat pembuat film baru mengeluarkan sedikit detail mengenai karya mereka. Tanpa mengetahui keseluruhan filmnya, ada golongan tertentu yang enggak terima dengan isu di film tersebut.

Bahkan sebelum filmnya dirilis, golongan yang enggak terima pun beramai-ramai menyuarakan protes kepada film yang dianggap menyinggung. Nah, judul apa saja yang diprotes sebelum publik nonton film tersebut? Yuk, simak daftarnya!

1. Richard Jewell (2019)

Via istimewa

Clint Eastwood belum lama ini merilis sebuah film biografi yang berkisah tentang Richrad Jewell, seorang petugas keamanan yang menemukan bom di tengah pelaksanaan Olimpiade musim panas di Atlanta. Bukannya menjadi saksi, Jewell malah dituduh sebagai orang yang sengaja menaruh bom di acara besar tersebut. Diangkat dari kisah nyata, film ini akhirnya menerima berbagai protes karena penggambaran salah satu karakter dianggap menyimpang.

Permasalahannya bukan pada penggambaran Jewell, melainkan penggambaran Kathy Scruggs, reporter yang mengungkapkan bahwa Jewell sedang dicurigai FBI sebagai pelaku bom. Nah, yang jadi masalah adalah Scruggs diceritakan harus melakukan hubungan seks dengan salah satu anggota FBI demi mendapatkan informasi tentang dicurigainya Jewell.

Akibat bocornya jalan cerita tersebut, media tempat Scruggs bekerja, yaitu Atlanta-Journal Constitution (AJC), enggak terima saat Scruggs diceritakan menukar seks dengan informasi. Empat hari sebelum filmnya dirilis, tepatnya pada 9 Desember 2019, AJC mengirimkan surat kepada Eastwood dan Warner Bros. tentang ketidaksetujuan mereka mengenai penggambaran Scruggs. Namun, Warner Bros. menganggap surat AJC enggak memiliki dasar.

Hasilnya, Richard Jewell gagal di pasaran. Penasaran bagaimana filmnya? Kalian bisa rental dan nonton film di Amazon Prime.

2. Ghost in the Shell (2017)

Via istimewa

Berulang kali gagal, Hollywood tetap enggak menyerah untuk mengadaptasi anime ke layar lebar. Pada 2017, Paramount Pictures akhirnya merilis film yang diadaptasi dari anime berjudul Ghost in the Shell. Paramount Pictures bahkan menggandeng pemeran Black Widow, yaitu Scarlett Johansson, sebagai pemeran karakter utama di film ini.

Walau aksinya sebagai Black Widow disukai penggemar, pemilihan Johansson sebagai Major Mira Killian atau Motoko Kusanagi, ternyata menuai protes. Menurut penggemar, Paramount Pictures melakukan whitewashing dengan memilih aktor ras kulit putih untuk memerankan karakter Jepang. Penggemar sampai membuat petisi agar Paramount Pictures mengganti Johansson dengan aktor keturunan Asia Timur.

Di sisi lain, sutradara anime Ghost in the Shell sama sekali enggak keberatan dengan pemilihan Johansson sebagai Major. Menurutnya, nama Motoko Kusanagi bukanlah identitas asli sang Major, jadi sah-sah saja jika Major diperankan oleh aktris yang enggak memiliki darah Jepang. Paramount Pictures akhirnya tetap teguh pada pemilihan Johansson.

Namun sebelum nonton film ini, penggemar keburu kecewa dan live action film Ghost in the Shell gagal secara pendapatan. Kalian pun bisa kembali nonton film ini di Catchplay+, Netflix, atau Amazon Prime.

3. Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)

Via istimewa

Menjadi aktor di film superhero memang enggak mudah. Para aktor yang dipilih sebagai superhero tentunya harus siap untuk menghadapi nyinyiran para penggemar komik atau penggemar film superhero versi sebelumnya. Yap, inilah yang akhirnya harus dihadapi Ben Affleck dan Gal Gadot saat mereka terpilih sebagai Batman dan Wonder Woman di Batman v Superman: Dawn of Justice.

Saat Zack Snyder dan Warner Bros. memilih Affleck sebagai Batman di DCEU, penggemar langsung meradang dengan keputusan tersebut. Penggemar Batman langsung membuat petisi agar Affleck didepak dari perannya sebagai Batman. Menurut pembuat petisi, Affleck enggak punya kemampuan akting yang meyakinkan sebagai Bruce Wayne dak kurang mengintimidasi sebagai Batman.

Untuk kasus Gadot, penggemar memang enggak membuat petisi supaya dia didepak dari peran Wonder Woman. Namun, Gadot harus menerima body shaming bertubi-tubi di internet karena dianggap terlalu kurus untuk menjadi Wonder Woman. Siapa sangka aktris yang diremehkan karena bentuk tubuhnya malah jadi scene stealer di Batman v Superman: Dawn of Justice! Kalian bisa nonton film ini di Catchplay+ atau Amazon Prime.

4. Ghostbusters (2016)

Via istimewa

27 tahun setelah Ghostbusters II (1989) dirilis, Sony Pictures akhirnya me-reboot film tentang para pemburu hantu tersebut. Bukannya menjadi kabar gembira buat para penggemar, Ghostbusters versi reboot malah menimbulkan perdebatan. Penggemar enggak terima bahwa Sony Pictures dan sutradara Paul Feig memilih perempuan untuk memerankan empat karakter utama di film ini.

Saat trailer pertama Ghostbusters dirilis di YouTube, video tersebut menerima dislike yang lebih banyak daripada like. Bahkan, empat hari sebelum filmnya dirilis di bioskop Amerika Serikat, tepatnya pada 11 Juli 2016, orang-orang yang enggak setuju dengan Ghostbusters versi cewek menghujani laman IMDb film ini dengan rating rendah. Terungkap juga bahwa cowoklah yang lebih banyak memberikan rating rendah di IMDb.

Masalah baru pun muncul ketika publik nonton film ini. Pemeran Patty Tolan, yaitu Leslie Jones, di-bully habis-habisan di media sosialnya. Karakter Patty dianggap memperlihatkan stereotip negatif yang sering ditujukan kepada orang-orang ras kulit hitam di Amerika Serikat. Seperti apa filmnya, kalian bisa nonton film ini di Netflix atau rental di Amazon Prime dan Google Play Movies.

5. Dogma (1999)

Via istimewa

Ben Affleck dan Matt Damon pernah berkolaborasi dalam sebuah film komedi garapan Kevin Smith yang berjudul Dogma. Namun sebelum dirilis, film ini mendapatkan kecaman karena tema yang berhubungan dengan agama Katolik di dalamnya. Akibat keputusannya menyutradarai dan menulis naskah Dogma, Smith akhirnya menerima banyak ancaman sebelum filmnya dirilis.

Smith dituduh menghina agama tertentu lewat Dogma. Smith tentunya menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa tujuannya membuat film ini adalah untuk merayakan imannya dan menghibur semua orang di saat yang bersamaan. Parahnya lagi, Smith sampai beberapa kali menerima ancaman pembunuhan karena membuat film ini.

6. Dua Garis Biru (2019)

Via istimewa

Sukses menjadi penulis naskah berbagai film sukses, di antaranya Habibie & Ainun (2012) dan Ayat-Ayat Cinta (2008), Gina S. Noer akhirnya melakukan debut sutradara lewat film Dua Garis Biru. Film ini ternyata sempat mendapatkan protes keras ketika trailer-nya dirilis.

Masyarakat yang protes pun sampai membuat petisi pada April 2019 agar menolak penayangan Dua Garis Biru. Pembuat petisi menganggap bahwa film ini seakan mewajarkan pacaran kelewat batas hingga berujung hamil di luar nikah. Untungnya, pembuat petisi akhirnya menghapus penolakan Dua Garis Biru dan meminta maaf atas kesalahpahaman mereka.

Setelah mendapatkan berbagai kecaman sebelum filmnya dirilis, Dua Garis Biru malah diterima dengan baik oleh penonton saat ditayangkan. Ditambah lagi, film ini panen nominasi dan penghargaan bergengsi, salah satunya dari Piala Citra 2019. Yap, nonton film ini di Iflix bisa beri kalian pandangan soal realita pergaulan saat ini.

7. The Santri

Via istimewa

Sutradara Indonesia yang kabarnya telah ‘menembus Hollywood’, yaitu Livi Zheng, kini sedang menangani proyek film baru yang berjudul The Santri. Begitu trailer perdananya dirilis pada September lalu, film ini langsung mendapatkan kecaman dari berbagai lembaga.

Salah satunya mengatakan bahwa The Santri merupakan film kurang mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya. Yang membuat film ini semakin diprotes karena trailer-nya menampilkan adegan santri di gereja dan adegan yang memperlihatkan sepasang santri yang berdua-duaan.

Film yang direncanakan selesai digarap pada April 2020 ini kabarnya akan ditayangkan di luar negeri terlebih dulu sebelum akhirnya tayang di Indonesia pada Oktober 2020. Namun dengan adanya pandemi Corona yang sedang dihadapi dunia, apakah film ini bakal tetap tayang sesuai rencana?

***

Itulah deretan film yang memancing amarah masyarakat bahkan sebelum filmnya dirilis. Di antara ketujuh film di atas, manakah kasus protesnya yang paling mengejutkan kalian? Jangan lupa ikuti terus KINCIR buat dapatin berbagai informasi seputar film lainnya, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.