10 Profesi Dunia Perfilman dan Cara untuk Jadi Mereka

– Modal apa yang harus dimiliki dalam meniti karier di industri perfilman?
– Apa yang dikerjakan para kru film di lapangan?

Industri film emang semakin lama semakin masif dan maju aja. Hal ini enggak cuma berlaku di Hollywood. Industri di Indonesia pun sudah cukup maju. Makin banyak film-film berkualitas.

Kalau kalian tertarik buat membangun dunia-dunia baru nan imajinatif dalam film, ada beberapa profesi yang layak buat kalian pelajari. Yuk, kenalan sama beberapa profesi krusial di balik layar dunia perfilman dan bagaimana cara untuk memasuki profesi tersebut. Simak baik-baik!

1. Sutradara

Via istimewa

Ini, nih, profesi yang diimpikan banyak orang. Kalau film bagus, sudah pasti sutradara yang paling dipuji. Apalagi kalau dapat penghargaan. Sebaliknya, kalau film jelek, yang paling disorot, ya, sutradara.

Sutradara bertugas buat memberi arahan film. Dia yang punya grand design. Dia punya wewenang buat memutuskan jalannya film, apakah set sudah sesuai, apakah adegan berjalan sesuai keinginannya, dan sebagainya. Di lapangan, mungkin kelihatannya sutradara kayak bos. Ya, sutradara memang kayak bos. Namun, tanggung jawabnya besar.

Poin penting: Buat jadi sutradara enggak ada formulanya. Kalian bisa saja lulusan fakultas teknik atau sastra dan jadi sutradara. Atau, kalian bisa aja merupakan lulusan kampus film dan jadi sutradara. Bebas. Nah, untuk jadi sutradara film profesional berskala nasional (bahkan internasional), memang kelas pergaulannya sudah harus tinggi. Kalian mungkin sudah harus kenal sama para produser, publisis film, dan sebagainya.

2. Penulis Skenario

Via istimewa

Ini juga profesi yang banyak diimpikan orang dalam dunia perfilman. Sayangnya, sebagian ada yang salah kaprah soal profesi ini. Penulis skenario kadang dipandang sebelah mata karena dianggap “cuma nulis dialog saja”. Padahal, menerjemahkan plot dan elemen lain menjadi cerita deskriptif itu enggak gampang, lho!

Kalian juga harus paham beberapa teori, nih. Salah satunya teori struktur tiga babak. Paham, bukan sekadar hafal. Kalian juga wajib tahu cara mempraktekkannya. Tulisan kalian harus punya jiwa.

Apa yang harus kalian lakukan kalau mau jadi penulis skenario? Pertama, belajar nulis! Penulis, apapun jenisnya, enggak lahir dalam semalam. Profesi penulis adalah profesi yang mirip sama wine: butuh fermentasi dan butuh waktu.

Via istimewa

Proses ‘fermentasinya’ bisa dilewati dengan jadi penulis konten, bikin tulisan fiksi, ikut pelatihan penulisan skenario, bahkan kalau perlu kalian coba bikin skenario film kalian sendiri, wujudkan kecil-kecilan dalam bentuk vlog yang diunggah di Youtube.

Poin penting untuk langsung jadi penulis skenario film, kalian membutuhkan koneksi. Tentu saja pihak produser, sutradara, dan sineas lain akan memilih mereka yang udah dikenal. Selain itu, kalau ada audisi penulis skenario dan sebagainya, kalian bisa ikut. Atau, bisa mulai dengan menulis sebanyak-banyaknya, dalam bidang profesional, dan perluas pergaulan.

3. Asisten Sutradara

Via istimewa

Apa yang ada di benak kalian saat berpikir soal asisten sutradara alias astrada? Apakah mereka adalah orang yang bakal membantu sutradara dalam mengarahkan adegan? Yap, apa yang kalian pikirkan itu enggak salah. Namun, tugasnya lebih luas daripada itu!

Asisten sutradara juga wajib mengatur supaya kru dan pemain film bisa bertugas sesuai jadwal, seperti kapan proses reading, proses syuting, proses cari tempat, dan sebagainya. Mereka juga wajib brainstorming sama banyak pihak. Hmm, kalau diibaratkan urusan pemerintahan, astrada ini mengurus masalah protokolernya. Dan kalau diibaratkan perusahaan, profesi ini jadi semacam asisten pribadi dengan tugas seabrek.

Via istimewa

Kalian harus bekerja sama dengan banyak sekali departemen dalam sebuah produksi film. Mulai dari sutradara, penulis skenario, kameramen, kru lighting, sampai make-up artist.

Poin penting: Kalian enggak boleh ceroboh saat jadi astrada! Ceroboh sedikit, bisa rusak rencana pembuatan film. Kalian harus tahan banting, bisa menjembatani berbagai kepentingan. Profesi ini butuh kemampuan berpikir cepat, butuh cara komunikasi yang bagus, butuh fokus tinggi, dan butuh kesabaran.

Namun, dari profesi ini, kalian bisa dapet banyak kenalan buat kemajuan karier. Kalian bisa belajar kerja di bawah tekanan. Bahkan, bisa belajar buat jadi sutradara kelak. Namun, kalau mau work life balance dan enggak mau kerja lembur bahkan multitasking, hmm, lupakan profesi ini, ya.

4. Art Director

Via istimewa

Art Director, layaknya di agensi, bekerja untuk membuat desain dari sebuah film. Sutradara punya konsep. Penulis skenario menerjemahkannya dalam bentuk tulisan. Art Director menjadikannya nyata.

Makanya, sebagai art director, kalian harus punya cita rasa seni. kalian harus bisa beradaptasi sama semua keinginan sutradara. Imajinasi kalian harus tinggi, tetapi kalian juga harus punya pikiran terkonsep. Kalian dan tim juga wajib bikin semacam miniatur dari set yang nanti akan diwujudkan saat syuting akan dimulai.

Poin penting: Pendidikan paling cocok buat jadi art director adalah di bidang desain. Namun, kalau kalian bukan berasal dari jurusan yang bersangkutan, enggak masalah, kok. Namun, layaknya penulis skenario, profesi ini butuh koneksi dan keahlian. Mulailah dengan jadi art director di agensi atau rumah produksi.

5. Kameramen

Via istimewa

Tugas kameramen memang paling jelas: merekam gambar. Memang enggak seribet asisten sutradara, tetapi ada tingkat kesulitannya sendiri, lho. Kameramen film harus tahu pengambilan gambar seperti apa yang sesuai sama jiwa film dan punya stamina prima. Untuk melancarkan tugas ini, kameramen wajib banget punya koordinasi bagus sama Art Director, Sutradara, Asisten Sutradara, dan tentu saja aktor dan aktris.

Poin penting: Kalian bisa masuk ke jurusan Broadcasting/Penyiaran untuk menjadi kameramen andal. Kemudian, bekerja di PH atau stasiun televisi. Namun, kalau kalian enggak punya latar belakang penyiaran, enggak masalah. Asal, terbiasa pakai kamera profesional.

6. Make-up Artist

Via istimewa

Ada banyak orang yang salah kaprah, nih, mengenai profesi ini. Make-up artist dianggap sebagai tukang riasnya artis alias selebritas. Salah. Artist yang dimaksud adalah “seniman”.

Make-up artist alias penata rias enggak cuma bertugas buat bikin aktor dan aktris jadi cantik atau ganteng. Mereka bahkan harus bisa bikin aktor dan aktris film jadi jelek, menyeramkan, aneh, pokoknya apapun yang ada dalam konsep. Kalau kalian melihat tata rias zombi yang sadisnya keren, pemeran mayat yang kayak mati beneran, dan sebagainya, maka itu adalah karya tangan dingin penata rias.

Enggak ada film yang bisa jalan tanpa make-up artist. Keberadaannya memang enggak kelihatan, tetapi perannya signifikan. Bahkan, di Academy Award, Emmy Award, dan Golden Globe, ada penghargaan buat profesi ini.

Poin penting: Sekolah tata rias memang ada. Namun, kalian enggak harus dapat gelar dari sana. Kalian bisa belajar otodidak, merias orang, ikut kursus, dan sebagainya sampai dapet koneksi buat jadi penata rias film.

Buat jadi make-up artist, kalian harus memperkaya pengalaman dan tentunya jaringan. Tentu awalnya kalian juga harus punya taste seni. Jadi make-up artist bukan cuma perkara bikin orang jadi cakep, tetapi juga paham bagaimana cara membuat wajah seseorang jadi cocok buat karakter tertentu.

7. Pembuat Efek Suara

Via istimewa

Kenapa ya, beberapa suara di film terdengar intim dan dekat banget di telinga? Misalnya, suara selimut yang dilipat, rintik hujan, bungkus makanan yang diremas, dan tapak kaki?

Rupanya, ini enggak lepas dari jasa pembuat efek suara alias foley artist. Mereka adalah orang yang bertugas bikin suara makin terdengar intim dan ‘merasuk’ ke hati penonton.

Pembuatan suara-suara ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Mulai dari merekam dengan benda-benda tertentu pakai metode ASMR, sampai dengan proses penyuntingan di komputer. Bukan sekadar merekam, butuh sentuhan kreatif untuk menjadikannya nyata.

8. Penata Cahaya

Via istimewa

Kenapa, kok, kayaknya gambar-gambar dalam film itu bagus banget? Saat siang hari, cahaya mentari bisa cerah banget, dan saat malam, kengerian, kok, bisa sampai ke penonton? Padahal, di dunia nyata, susah banget, lho, buat dapet pencahayaan sempurna. Apalagi di malam hari, kayaknya susah banget buat dapet foto yang bener.

Semua gambar di film jadi ciamik, salah satunya berkat lightingman alias penata cahaya. Penata cahaya mengatur enggak cuma supaya film enggak jadi gelap. Penata cahaya harus tahu, nih, bagaimana cahaya yang pas buat di kamar, di tempat luas, di hutan, dan sebagainya.

Pencahayaan buat film itu kompleks. Kalian enggak bisa menyamakan siang hari di film horor dengan siang hari di film anak-anak. Jadi, selain capek, jadi lightingman juga mengharuskan kalian untuk punya taste yang sesuai.

9. Editor Video

Via istimewa

Bukan cuma kameramen dan sutradara. Editor juga punya peran penting dalam produksi film. Ibaratnya, editor ini penjahit. Percuma kalau punya bahan kain sebagus apa pun, tetapi ‘penjahit’-nya enggak mahir.

Editor harus tahu bagaimana cara untuk menghubungkan satu adegan dengan adegan lain dengan baik, mengatur kontras, mengatur suara-suara baik di dalam video maupun suara tambahan lain seperti soundtrack, efek, dan sebagainya.

Menjadi editor tentu perlu latihan dan harus terbiasa, dimulai dari menyunting video pendek bahkan jadi editor di stasiun televisi. Soalnya, makin tinggi jam kerja, makin mahir kalian buat menggunakan software penyuntingan, dan bikin kalian punya taste sunting yang baik.

Profesi-profesi ‘tidak terlihat’ ini memang mungkin enggak seglamor aktor dan aktris. Bahkan, kalau ketemu sama mereka di jalan, mungkin kalian enggak akan tahu mereka siapa. Namun, kalau passion kalian memang di balik layar, enggak jadi terkenal pun bukan masalah, karena yang kalian pikirkan adalah bagaimana bisa berkarya dengan baik dan punya penghasilan dari passion tersebut.

10. Director of Photography

Via istimewa

Menjadi director of photography atau DOP sama-sama teknikal seperti penata cahaya. Bedanya, ada seni tersendiri yang dikenal dengan sinematografi. Seorang ‘pelukis cahaya’ ini harus mewujudkan visi sutradara.

DOP merupakan pemimpin kameramen. Dia bertanggung jawab untuk mendapatkan nilai artistik dan teknis pada pengambilan gambar. Dia yang menentukan kamera apa yang cocok untuk dipakai di sebuah film. Dan untuk mengerti kamera itu enggak cukup dengan googling, harus praktek langsung.

Dalam sebuah produksi film, DOP punya peran penting. Sejak masa pre-produksi, sudah ikut kerja. Mulai dari persiapan, pengembangan skenario, cari lokasi, dan blocking shot. Bahkan, di proses editing pun juga harus mengecek. Bedanya dengan sutradara, DOP bukan sekadar mampu, tapi harus jago, apalagi menyangkut emosi dalam adegan.

Jadi, buat kalian yang tertarik di bidang ini harus memperdalam ilmu sinematografi, terutama tentang kamera dan pencahayaan. Apalagi teknologi terus berkembang, seorang DOP juga harus terus belajar menguasai teknologi terbaru. Umumnya, DOP belajar di sekolah film, lalu memulai karier dari bawah dengan magang atau jadi DOP freelance.

***

Bukan cuma aktor dan aktris, di balik sebuah film, ada kerja keras banyak orang. Sebenarnya masih banyak lagi profesi lain dalam perfilman yang sama-sama penting. Nama-nama mereka mungkin enggak disebut dan dipuja sebanyak sang aktor dan aktris, tetapi, tanpa adanya mereka, film enggak akan jadi!

Oh ya, supaya enggak tertular penyakit di tengah pandemi Corona, jangan lupa untuk selalu menggunakan masker, ya! Jika kalian bosan dengan desain masker yang biasa, kalian bisa membeli masker trendi di bawah ini. Langsung saja beli di sini!

Via iespl

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.