7 Rekomendasi Film Natal Penuh Cinta dan Menyenangkan

– Rekomendasi film Natal di bawah ini merupakan Netflix Orisinal yang rilis pada 2017—2020.
– Film-film ini punya vibe menyenangkan dan ringan, bikin Natal makin asyik.

Natal telah tiba! Kalian bisa menikmati berbagai keseruan Natal yang meriah meskipun cuma di rumah aja! Pada Natal sekaligus libur akhir tahun kali ini, banyak rekomendasi film dari situs streaming, seperti Netflix yang bener-bener all out menampilkan koleksi orisinal mereka.

Berbagai koleksi film Natal asli dari Netflix hadir dengan poster meriah dan premis yang meyakinkan banget. Nah, kalau kalian mencari tayangan yang asyik ditonton bareng keluarga dan bikin hati kalian hangat, deretan Netflix Orisinal edisi Natal ini wajib kalian masukkan ke dalam list tontonan.

Yuk, simak deretan rekomendasi film Natal dari Netflix Orisinal.

1. The Princess Switch (2018)

Via Istimewa

Premis “keluarga kerajaan yang bertukar tempat dengan rakyat biasa” banyak ditemukan dalam dongeng anak-anak dan film liburan. The Princess Switch membawa premis itu ke tingkat yang lebih matang, karena dua tokoh yang bertukar adalah gadis yang sudah dewasa dengan segala permasalahan mereka.

Stevie adalah seorang pembuat kue sukses di New York yang pergi ke Belgravia (sebuah negara fiktif di Eropa) buat mengikuti kompetisi. Akibat sabotase lawan, Stevie pun menghindar dari keramaian kompetisi. Pada saat itu, dia bertemu dengan Margaret, seorang putri yang akan menikah dengan pangeran Belgravia.

Atas permintaan Margaret dan iming-iming hadiah yang cukup menarik, Stevie setuju buat bertukar tempat selama beberapa hari sebelum kompetisi dimulai. Konflik timbul pada saat Stevie dan Margaret sama-sama harus beradaptasi dengan peran baru mereka. Namun, di sana, mereka menemukan diri sendiri.

Walaupun ending-nya klise dan agak aneh, tetapi The Princess Switch menyenangkan buat ditonton karena ringan dan memiliki sinematografi yang apik.

2. A Christmas Prince (Trilogi)

Via Istimewa

Apakah kalian suka dengan premis ‘gadis biasa dan pangeran’? Atau malah menurut kalian, premis semacam itu terlalu basi? Uniknya, film A Christmas Prince (2017) merangkul kedua ramuan itu dan menjadikannya sebuah tontonan yang menarik dan cukup realistis.

Film A Christmas Prince bercerita tentang seorang jurnalis bernama Amber yang diberi tugas buat meliput penobatan Pangeran Richard, seorang pangeran dari kerajaan fiktif Aldovia. Amber sendiri bukan jurnalis senior: dia masih hijau dan lugu.

Penugasannya pun berbuntut kekacauan karena Amber pada akhirnya menyamar sebagai guru dari adik Pangeran Richard supaya bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya buat majalah tempat dia bekerja.

Berlatar belakang musim dingin khas Eropa, dengan segala ornamen kerajaan yang bernuansa klasik-kontemporer, A Christmas Prince berjalan bak dongeng-dongeng yang sering kalian dengar saat kecil, hanya dengan kemasan yang lebih kekinian. Sinematografinya cantik, berasa liburan ala ‘sultan’ di Eropa.

Beberapa cewek mungkin males nonton film ini karena Pangeran Richard terlihat terlalu sempurna dan pada akhirnya Amber mau menyerahkan segala hidupnya di New York, karena cintanya kepada pangeran. Namun, film ini bukan film cinta gadis biasa-pangeran yang dangkal, kok. Ada elemen politik kerajaan yang cukup asyik buat diikuti.

Well, kalau kalian butuh waktu buat santai dan berimajinasi andai ada seorang pria sempurna yang mencintai kalian apa adanya, film ini bakal memenuhi kebahagiaan kecil itu.

Film ini dilanjutkan dengan dua sekuel: The Royal Wedding (2018) dan The Royal Baby (2019). Keduanya bercerita tentang masalah yang dihadapi oleh Amber jelang pernikahan –di mana protokoler istana enggak sejalan sama keinginan Amber buat menikah secara sederhana. Kemudian, The Royal Baby, ketika Amber memiliki anak dan dia harus menyelesaikan masalah monarki. Dua sekuel terlihat agak ‘dipanjang-panjangin’, tetapi konfliknya cukup enak diikuti.

3. The Knight Before Christmas (2019)

Via Istimewa

Natal selalu memiliki nuansa ajaib dan di film ini, hal tersebut ditunjukkan lewat sihir yang ada di dalam film bertajuk The Knight Before Christmas.

Brooke (Vanessa Hudgens) adalah seorang wanita yang sudah kehilangan harapan untuk menemukan tambatan hati. Namun, suatu hari, dia bertemu Cole (Josh Whitehouse), seorang ksatria yang berasal dari abad ke-14. Ya, Cole melakukan perjalanan waktu ke masa sekarang karena suatu alasan. Dia harus melaksanakan tugas supaya bisa kembali ke masanya.

Lama kelamaan, Cole dan Brooke jatuh cinta satu sama lain. Nah, ketika Cole sampai pada perasaan ini, dia mempertanyakan kembali: apakah benar dia memang mau balik ke masanya?

Film fantasi ini cukup kocak, apalagi saat melihat Cole mengalami gegar budaya dan teknologi. Jika kalian menginginkan cowok gentleman khas ksatria berkuda masa lalu, well, film ini siap memenuhi imajinasi kalian.

4. The Christmas Chronicles (2018) dan The Christmas Chronicles 2 (2020)

Jika kalian mencari tontonan Natal yang cocok buat semua umur, The Christmas Chronicles adalah pilihan yang tepat. Dia berkisah tentang dua anak, Kate dan Teddy, seorang yatim yang ibunya sibuk bekerja. Menjelang malam Natal, mereka berencana menangkap Santa Claus dan hal itu mengarahkan mereka pada berbagai petualangan natal yang menyenangkan!

Film yang begitu meriah dan bubbly ini bener-bener memenuhi ekspektasi kalian tentang tontonan yang menyenangkan pada saat Natal. Premisnya mungkin terlalu ajaib dan kekanak-kanakkan, tetapi mengingatkan kalian pada keajaiban yang kalian percayai saat kecil.

The Christmas Chronicles menghadirkan sekuel kedua yang juga hadir di Netflix. Kali ini, film berkisah tentang bagaimana Kate merasa benci dengan hubungan baru ibunya dan kabur ke North Pole. Sayangnya, dia harus menyelesaikan masalah elf nakal yang mau menghancurkan Natal.

5. Operation Christmas Drop (2020)

Via Istimewa

Operation Christmas Drop adalah sebuah program angkatan udara Amerika Serikat buat membagikan hadiah natal untuk daerah Micronesia yang kekurangan. Nah, film ini menceritakan tentang Erica, asisten kongres di Washington, DC yang ditugaskan buat menyelidiki pangkalan Angkatan Udara AS di Guam. Tujuannya adalah supaya ada hal yang bisa menjadi alasan supaya pangkalan itu ditutup.

Erica bertemu dengan Andrew, seorang kapten Angkatan Udara. Di sana, pria itu mengantarnya berkeliling pangkalan USAF dan meyakinkannya bahwa pangkalan itu harus tetap terbuka.

Selanjutnya, Andrew memperlihatkan fakta tentang apa yang selama ini dilakukan oleh pangkalan itu dan pulau-pulau di dekatnya serta bagaimana budaya para penduduk di sana. Lama kelamaan, Erica memahami bahwa tradisi ini penting dan bahwa cinta udah tumbuh di antara mereka berdua.

Kisah cinta antara Erica dan Andrew ini memang agak klise, tetapi kalian bakalan terkesima sama keindahan pulau-pulau Micronesia dan memahami arti berbagi di hari Natal.

6. Jingle Jangle: A Christmas Journey (2020)

Via Istimewa

Ketika kalian nonton film Jingle Jangle, kalian akan merasa seperti terserap ke dalam negeri dongeng. Pendapat ini enggak berlebihan karena efek CGI, penataan artistik, dan sinematografi film ini sangat magical.

Jingle Jangle dibuka dengan adegan adegan nenek yang menceritakan sebuah kisah Natal Jeronicus Jangle (Forest Whitaker) kepada cucunya. Jeronicus Jangle seorang penemu, pembuat mainan, dan pemilik Jangles and Things, menerima paket berupa komponen terakhir dari mainan yang dia buat. Dia yakin mainan ini bakal mengubah kehidupannya dan keluarganya selamanya.

Mainan itu memang ajaib. Dia adalah Don Juan Diego (Ricky Martin), boneka matador yang hidup. Ketika Jeronicus pergi, Juan Diego pun membujuk Gustafson, asisten Jeronicus, buat ‘mengkhianati’ Jeronicus dan membuat kerajaan mainan sendiri. Hal itu dilakukan karena Diego ogah diproduksi massal, membuatnya enggak unik.

Pada akhirnya, enggak cuma hubungan Jeronicus dan Gustafson yang memburuk, tetapi juga Jangles and Things. Suatu hari, Jeronicus didatangi orang bank yang menagih utangnya dan berkata bahwa jika dia enggak bisa membuat suatu penemuan ajaib dalam kurun waktu tertentu, bank bakal menyita tokonya.

Ada banyak hal yang patut dipuji dari Jingle Jangle. Ceritanya orisinal dan penuh dengan keanekaragaman ras. Ada anak dengan ras Kaukasia, Asia Timur, dan tentu saja Afro-Amerika. Film musikal ini seolah ingin memberikan pesan bahwa Natal dan kesenangan masa kecil adalah milik semua orang, tanpa memandang suku.

7. Just Another Christmas (2020)

Via Istimewa

Hari Natal memang menyenangkan, tetapi enggak buat workaholic seperti Jorge. Pada suatu hari, dia terbangun di hari Natal dan harus menghadapi serangkaian hal yang berhubungan sama anak-anak, obrolan santai, liburan, dan kumpul keluarga. Anehnya, keesokan harinya dia terbangun dan mengulangi hari yang sama. Ya, Jorge terperangkap dalam pusaran waktu Natal!

Hal ini awalnya bikin Jorge panik, tetapi lama kelamaan, dia pun menyadari bahwa selama ini dia kurang menghargai keluarga dan hal-hal kecil yang indah. Dia terlalu terobsesi sama pekerjaannya dan membuat hidupnya enggak seimbang. Time-loop ini seolah sebagai ‘pengingat’ dari Tuhan untuk lebih bersyukur atas kehidupan.

***

Meskipun dibatasi oleh pandemi, tetapi Natal tetap bisa berarti bersama keluarga dan temen-temen deket. Ditambah dengan tontonan menarik, Natal bakal ajaib dengan caranya sendiri!

Dari sejumlah rekomendasi film Natal di atas, mana yang masuk ke daftar tontonan bareng keluarga?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.