Review Film Arini by Love Inc. (2022)

Arini by Love Inc.
Genre
  • drama
  • misteri
Actors
  • Della Dartyan
  • Farish Nahdi
  • Kelly Tandiono
  • Marissa Anita
Director
  • Adrianto Sinaga
Release Date
  • 04 February 2022
Rating
3 / 5

*Spoiler Alert: Review film Arini by Love Inc. mengandung bocoran yang bisa saja mengganggu kamu yang belum menonton.

Love for Sale (2018) dan Love for Sale 2 (2019) menghadirkan sosok cewek misterius bernama Arini. Richard di Love for Sale dan Ican di Love for Sale 2 bisa bertemu Arini karena mereka menyewa jasa dari perusahaan bernama Love Inc. Nah, Arini bakal kembali lagi di film spin-off Love For Sale yang diberi judul Arini by Love Inc.

Di dua film Love for Sale, Arini selalu meninggalkan para cowok di saat hubungan mereka sudah cukup dalam. Enggak heran bahwa Arini dicap sebagai tukang ghosting. Tingkah Arini yang menghilang saat lagi sayang-sayangnya ini jelas menimbulkan pertanyaan. Nah, Arini by Love Inc. bakal menjawab misteri seputar identitasnya Arini.

Arini by Love Inc. berkisah tentang bagaimana hubungan Arini dengan perusahaan tempat dia bekerja, yaitu Love Inc. Film ini memperlihatkan bagaimana Arini dibentuk sebagai agen yang bakal disewakan kepada orang-orang yang menggunakan jasa Love Inc. Namun selama pelatihannya, Arini dibayangi oleh memori masa lalu yang dia sendiri kesulitan untuk mengingatnya.

Review film Arini by Love Inc.

Dari drama romantis menjadi drama misteri

Review Film Arini by Love Inc.
Review Film Arini by Love Inc. Via Istimewa.

Jika kita kilas balik, dua film Love for Sale hadir dalam genre drama romantis. Arini memadu kasih dengan Richard dan Ican, walau kedua cowok tersebut akhirnya ditinggalkan. Arini by Love Inc. memang merupakan film spin-off dari seri Love for Sale. Namun, film spin-off ini hadir dengan genre yang sangat berbeda, cenderung mengarah ke drama misteri.

Keputusan untuk mengubah genre Arini by Love Inc. boleh diacungi jempol. Asal-usul Arini yang misterius memang lebih cocok untuk mendapatkan treatment seperti ini. Apalagi, keberadaan perusahaan Love Inc. selalu dibuat misterius di dua film Love for Sale. Dengan cara seperti ini, kita akhirnya tahu bahwa Arini memang punya latar belakang yang cukup gelap.

Genre sudah oke, ide cerita juga sudah oke, lalu nuansanya yang gelap juga selaras dengan konsep ceritanya. Sayangnya, eksekusi ceritanya bisa dibilang serba nanggung. Love Inc. seharusnya menjadi perusahaan eksploitasi manusia yang terlihat berbahaya. Namun penggambaran Love Inc. di film ini malah seperti berusaha keras untuk terlihat menakutkan, padahal akhirnya sama sekali enggak terlihat menakutkan.

Kisah Eksploitasi Manusia dengan Cara yang Unik

Review Film Arini by Love Inc.
Review Film Arini by Love Inc. Via Istimewa.

Love Inc. selalu dibuat misterius di dua film Love for Sale. Richard berusaha mendatangi alamat kantor Love Inc., tetapi tidak menemukan apa-apa. Ican juga enggak bisa mengakses aplikasi Love Inc. setelah Arini pergi. Namun sejak film pertama, kita setidaknya diberi tahu bahwa Love Inc. merupakan perusahaan jasa untuk menyewakan “jodoh” dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain.

Arini by Love Inc. akhirnya memperlihatkan bahwa Love Inc. lebih tepat disebut sebagai perusahaan eksploitasi manusia. Love Inc. memang menyediakan tempat tinggal yang layak, makanan yang enak, bahkan pelatihan untuk para agen, sebutan untuk karyawan Love Inc. yang disewakan kepada orang lain. Walau begitu, hak kebebasan setiap agen direnggut oleh Love Inc.

Dari premis tersebut, kamu pastinya setuju bahwa Arini by Love Inc. menghadirkan ide cerita yang unik dan segar di dunia perfilman Indonesia. Enggak bisa dimungkiri bahwa kritik tentang eksploitasi manusia tersampaikan dengan baik lewat film ini. Sayangnya, cerita yang ditampilkan di film ini kurang memperhatikan detailnya. Sehingga, konsep cerita yang unik ini jadi tidak tereksplorasi dengan baik.

Durasi film terlalu singkat sehingga terasa terburu-buru

Review Film Arini by Love Inc.
Review Film Arini by Love Inc. Via Istimewa.

Seperti yang telah disebutkan pada poin di atas, Arini by Love Inc. sebenarnya menampilkan konsep cerita yang unik dan segar teteapi kurang tereksplorasi dengan baik. Tampaknya, durasi filmnya yang cukup singkat menjadi alasan mengapa film ini kurang tereksplorasi. Sebagai informasi, Arini by Love Inc. hanya berdurasi 70 menit.

Durasi yang terbilang singkat tersebut jadi membuat penyampaian cerita terasa terburu-buru dan akhirnya kurang memerhatikan detail. Arini diceritakan pernah mencoba kabur dari Love Inc. selama beberapa kali. Lantas, kenapa Love Inc. tidak mengetatkan penjagaan mereka terhadap Arini? Rasanya cukup aneh melihat Arini dan Tiara dapat dengan mudah melewati pengawasan CCTV.

Hal lainnya yang kurang tereksplorasi adalah penceritaan karakter Tiara. Kita hanya tahu latar belakang Tiara ketika karakter tersebut menceritakan kehidupannya kepada Arini. Memang, sih, ada adegan flashback-nya Tiara. Namun, alangkah baiknya jika kita bisa melihat langsung adegan bagaimana awal mula Tiara mulai punya pikiran memberontak terhadap Love Inc. dan bagaimana awal mula Tiara bisa mempertahankan memorinya.

***

Arini by Love Inc. membuktikan bahwa perubahan genre film yang berada dalam satu semesta ternyata bukan sesuatu yang aneh dan tidak terasa dipaksakan, kok. Siapa sangka Arini yang sudah dua kali tampil di film drama romantis ternyata punya identitas dan kehidupan yang penuh misteri.

Setelah baca review film Arini by Love Inc., apakah kamu jadi tertarik menonton film ini? Sebagai informasi, film ini ditayangkan secara eksklusif di Bioskop Online. Buat yang sudah menonton, jangan lupa tulis pendapat kamu pada kolom komentar, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.