(REVIEW) Luca (2021)

Luca (2021)
Genre
  • animasi
  • fantasi
  • komedi
Actors
  • Jack Dylan Grazer
  • Jacob Tremblay
  • Maya Rudolph
  • Sacha Baron Cohen
Director
  • Enrico Casarosa
Release Date
  • 18 June 2021
Rating
3.5 / 5

*Spoiler Alert: Artikel ini mengandung bocoran film Luca yang bisa saja mengganggu buat kalian yang belum menonton.

Akibat pandemi yang sempat menutup bioskop selama berbulan-bulan di 2020, Disney terpaksa merilis salah satu film Pixar yang berjudul Soul (2020) pada Desember lalu di Disney+. Walau sudah banyak bioskop yang telah dibuka di tengah pandemi, Disney tetap kembali memutuskan untuk merilis film Pixar terbaru di tahun ini, yaitu Luca, di Disney+.

Buat penggemar film Pixar, kalian pastinya enggak asing dengan film-film mereka yang berlatar pada salah satu kebudayaan negara tertentu, contohnya Coco (2017) yang berlatar di Meksiko atau Brave (2012) yang berlatar di Skotlandia. Kali ini, Pixar mengajak penontonnya untuk berjalan-jalan ke Italia lewat film Luca.

Dengan latar Italia di era 1950-an dan 1960-an, Luca berkisah tentang Luca Paguro, bocah monster laut yang penasaran dengan apa yang ada di daratan. Rasa penasarannya pun terjawab ketika dia bertemu dengan monster laut lainnya yang bernama Alberto Scorfano. Luca dan Alberto kemudian berteman dan mereka bersama-sama menjelajahi sebuah kota kecil yang bernama Portorosso.

Lantas, bagaimana keseruan Luca? Langsung saja simak review film ini versi KINCIR!

Kisah Persahabatan Naif dengan Jalan Cerita yang Ringan

Review dan Sinopsis Film Luca
Review dan Sinopsis Film Luca Via Disney+.

Penggemar film Pixar pastinya sudah enggak asing dengan ciri khas studio film ini yang selalu menyajikan kisah dengan pesan mendalam yang mampu mengacak-acak hati penontonnya. Namun jika dibandingkan dengan film-film Pixar sebelumnya, jalan cerita yang ditampilkan Luca bisa dibilang jauh lebih ringan.

Film ini kurang lebih berkisah tentang seorang monster laut remaja yang sedang dalam fase ingin mencari tahu tentang hal yang dilarang oleh orang tuanya, yaitu dunia permukaan atau daratan. Hingga akhirnya Luca bertemu dengan monster laut sebayanya, yaitu Alberto, yang membuat dia berani “membangkang” orang tuanya dengan nekat pergi ke permukaan.

Baik Luca maupun Alberto diceritakan sebagai monster laut remaja yang sama sekali enggak memiliki pengalaman bergaul dengan orang yang sebaya. Alhasil, kalian bakal menyaksikan kisah persahabatan yang naif di antara keduanya. Luca yang begitu polos dengan dunia permukaan, begitu mudah dibuat kagum oleh Alberto yang sebenarnya enggak punya banyak pengetahuan tentang dunia permukaan.

Review dan Sinopsis Film Luca
Review dan Sinopsis Film Luca Via Disney+.

Dinamika di antara keduanya tentu saja bakal mengingatkan kalian dengan hubungan pertemanan yang begitu polos saat masih anak-anak. Ditambah lagi dengan konflik kehadiran teman baru di antara Luca dan Alberto yang membuat kalian semakin relate dan bernostalgia dengan kenangan pertemanan yang terjadi di masa anak-anak.

Konflik yang dihadirkan Luca bisa dibilang enggak sekompleks film-film Pixar sebelumnya. Namun, kalian enggak perlu khawatir karena Pixar tetap enggak melupakan ciri khas mereka dengan menghadirkan adegan emosional di Luca. Namun, adegan emosional di film ini enggak sedramatis adegan emosional di film Pixar lainnya.

Film Pixar yang Kurang Terasa Pesona “Pixar-nya”

Review dan Sinopsis Film Luca
Review dan Sinopsis Film Luca Via Disney+.

Jika ngomongin film Pixar, sebagian dari kalian mungkin langsung mengidentikkannya dengan sajian film animasi yang mampu membuat penonton menitikkan air mata. Seperti yang telah disebutkan pada poin sebelumnya, Pixar memang enggak lupa menambahkan adegan emosional di Luca. Sayangnya, adegan emosional di film ini terasa enggak “senendang” seperti di film-film Pixar sebelumnya.

Dari segi cerita, Luca sebenarnya enggak menampilkan sesuatu yang unik dan fresh. Apalagi, konsep tentang makhluk laut yang penasaran dengan dunia daratan juga sudah bisa kalian temukan di beberapa judul film animasi lainnya, sebut saja The Little Mermaid (1989) atau Ponyo (2008).

Enggak ada yang salah dengan menggunakan konsep cerita yang telah digunakan di film lain. Namun, harus diimbangi juga dengan sesuatu yang spesial dari film tersebut. Nah, di sinilah Pixar seharusnya menunjukkan keahlian mereka dalam mengeksekusi adegan emosional yang mampu membuat penonton berlinangan air mata. Sayangnya, hal tersebut kurang tereksekusi dengan baik di Luca.

Visual Berkualitas ala Pixar yang Penuh Warna

Review dan Sinopsis Film Luca
Review dan Sinopsis Film Luca Via Disney+.

Untuk urusan kualitas visual, kalian tentunya enggak perlu meragukan Pixar. Seperti film-film Pixar sebelumnya, Luca tentu saja menampilkan animasi yang enggak kalah indah. Di film ini, kalian bakal menemukan visual penuh warna yang memanjakan mata. Enggak hanya indah dari sisi pemandangannya saja, desain karakter Luca dan Alberto pun benar-benar menarik mata.

Pixar menggunakan perpaduan gradasi warna yang indah di tubuh Luca maupun Alberto. Ditambah lagi, transisi animasi perubahan fisik kedua karakter tersebut juga ditampilkan dengan begitu cepat. Penggambaran kota Portorosso-nya juga benar-benar kental dengan nuansa Italia-nya. Film ini seakan mengajak penonton untuk menikmati indahnya pesisir Italia walau hanya dalam bentuk animasi.

***

Luca bukanlah film Pixar yang sempurna. Namun dengan jalan ceritanya yang ringan, film ini tentu saja cocok dijadikan tontonan yang menghangatkan bersama keluarga. Apalagi, kisah persahabatan yang ditampilkan di film ini mampu membuat kalian terkenang dengan masa kecil.

Buat kalian yang belum nonton, film ini sudah bisa kalian tonton secara eksklusif di Disney+ Hotstar mulai 18 Juni 2021. Buat yang sudah nonton, apa pendapat kalian mengenai film ini?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.