Saking Jeleknya, 5 Film Hollywood Ini Sampai Bikin Sutradaranya Minta Maaf

– Para sutradara di bawah ini berani mengakui bahwa film Hollywood yang digarapnya jelek.
– Manakah film Hollywood yang enggak kalian sangka bikin sutradaranya minta maaf?

Membuat sebuah film dengan kualitas buruk yang mendapat kritikan tentunya menjadi hal terakhir yang diinginkan oleh para sutradara, termasuk mereka yang berkarier di Hollywood. Namun, terkadang para sutradara film Hollywood pun enggak bisa memenuhi ekspektasi dari kritikus atau para penonton sehingga harus terima ketika mendapatkan hujatan dari berbagai pihak.

Menariknya, sejumlah sutradara film Hollywood justru ada yang berani minta maaf secara terang-terangan minta maaf. Hal ini diakibatkan oleh kualitas film garapan mereka yang dianggap sangat jelek sehingga dikritik secara habis-habisan. Padahal, dengan mereka meminta maaf dan mengakui filmnya jelek, hal ini bisa mengancam reputasi para sutradara tersebut di industri perfilman.

Penasaran apa saja film Hollywood jelek yang sampai bikin sutradaranya minta maaf? Langsung saja kalian simak pembahasan KINCIR di bawah ini!

1. Batman & Robin (1997) – Joel Schumacher

Via Istimewa

Mungkin banyak dari kalian yang sepakat kalau Batman & Robin menjadi film terburuk dari sang superhero DC. Beberapa penyebabnya adalah jalan cerita dari film Hollywood ini yang dianggap absurd serta kostum sang superhero yang punya desain sangat aneh. Akibatnya, Joel Schumacher pun dihujat kritikus serta penggemar DC dan bahkan sampai dapat predikat “Sutradara Terburuk” di ajang Razzie Awards.

Kritik terhadap film garapannya tersebut pun berlanjut hingga bertahun-tahun kemudian. Lalu, pada 2017 atau dua dekade setelah filmnya dirilis, Schumacher pun akhirnya menyatakan permintaan maafnya ke publik karena telah menggarap film Batman dengan kualitas yang jelek. Tak cuma itu, Schumacher juga mengakui bahwa segala aspek buruk di Batman & Robin adalah kesalahannya, bukan pihak studio.

“Begini, saya minta maaf. Saya ingin minta maaf kepada setiap penggemar yang kecewa karena saya pikir saya berutang kepada mereka,” ungkap sutradara yang juga menggarap film Phone Booth (2002) tersebut.

2. Armageddon (1998) – Michael Bay

Via Istimewa

Michael Bay bisa dibilang sebagai sutradara Hollywood yang karyanya ‘langganan’ mendapat kritikan yang pedas meski untung besar di Box Office. Salah satu film Hollywood garapan Bay yang dihujat tapi laku keras adalah Armageddon yang untung sebesar 553,7 juta dolar (sekitar Rp7,7 triliun) meski hanya mendapat skor 38% di Rotten Tomatoes.

Terlepas dari keuntungan yang diraih Armageddon, Bay tetap menyatakan permintaan maaf atas kualitas jelek dari filmnya, terutama dari segi produksi serta editing. Dalam permintaan maafnya tersebut, Bay beralasan bahwa kualitas jelek dari film garapannya tersebut terjadi karena dia hanya diberi waktu 16 pekan untuk proses produksi.

Lalu, Bay juga menambahkan bahwa pemimpin dari tim visual efek filmnya sempat mengalami depresi sehingga Bay harus turun tangan juga dalam proses editing. Tak berhenti sampai situ saja, Bay juga mengatakan bahwa alasan lain film yang dibintangi Bruce Willis tersebut jadi jelek juga karena pihak studio mengambil hak kontrol kreatif atas filmnya.

3. Spider-Man 3 (2007) – Sam Raimi

Via Istimewa

Dua film pertama dari trilogi film Spider-Man yang disutradarai oleh Sam Raimi mungkin bisa dibilang mendapat sambutan yang positif, baik dari kritikus ataupun penonton. Buktinya, kedua film pertama dari trilogi tersebut berhasil meraih skor di atas 90% di Rotten Tomatoes. Namun, hal ini enggak dialami oleh film Spider-Man 3 yang seolah mengalami penurunan kualitas secara drastis sehingga mendapat kritikan pedas.

Berbeda dengan dua film pertamanya, Spider-Man 3 hanya meraih skor 63% saja di Rotten Tomatoes. Sejumlah kritikus menilai kalau film yang masih digarap Sam Raimi ini punya kualitas jalan cerita yang buruk karena memiliki terlalu banyak villain dan sejumlah adegan konyol. Tak berhenti sampai situ saja, menurut para kritikus, pemilihan Topher Grace sebagai aktor pemeran Eddie Brock alias Venom adalah kesalahan besar.

Sam Raimi yang menyadari bahwa dia dihujat kritikus serta penonton pun akhirnya minta maaf atas jeleknya Spider-Man 3. Raimi bahkan membebankan semua kesalahan kepada dirinya, dan enggak menyalahkan pihak lain. Hal ini karena berdasarkan pernyatannya, Raimi mengaku enggak sepenuh hati sewaktu melakukan proses penggarapan film Spider-Man ketiga yang dibintangi Tobey Maguire tersebut.

4. Fantastic Four (2015) – Josh Trank

Via Istimewa

Satu lagi film Hollywood bertema superhero yang bikin sutradaranya sampai minta maaf saking jeleknya, yaitu film reboot Fantastic Four yang digarap oleh Josh Trank. Bayangkan saya, film superhero yang dibintangi Miles Teller, Michael B. Jordan, Kate Mara, dan Jamie Bel ini hanya mendapatkan skor 9% saja di Rotten Tomatoes. Belum lagi kerugiannya yang ditaksir mencapai 100 juta dolar (sekitar Rp1,4 triliun).

Sejumlah kritikus dan penonton banyak yang menilai pihak studio ataupun sutradara di balik Fantastic Four ini seolah enggak niat membuat film saking buruknya segala aspek di dalamnya. Bahkan, banyak yang menduga kalau film ini dibuat hanya agar Fox tetap memegang hak karakter dari Fantastic Four. Akibatnya, Fantastic Four pun ‘menang’ lima piala di ajang Razzie Awards, termasuk untuk “Sutradara Terburuk”.

Josh Trank selaku sutradara pun enggak butuh waktu lama untuk meminta maaf ke publik terkait buruknya kualitas Fantastic Four, tepatnya hanya sehari setelah filmnya dirilis. Dalam cuitan yang kemudian langsung dihapus, Trank menyatakan bahwa kualitas buruk tersebut diakibatkan oleh pihak studio yang banyak ikut campur. Bahkan, Trank mengklaim kalau filmnya akan fantastis tanpa campur tangan studio.

5. Gods of Egypt (2016) – Alex Proyas

Via Istimewa

Sesuai dengan judulnya, Gods of Egypt mengisahkan para dewa asal Mesir dan tentunya mengambil latar tempat di negeri tersebut juga. Makanya, banyak kritikus serta netizen yang murka ketika film tersebut menggaet sejumlah aktor dari ras kulit putih sebagai pemeran utamanya. Hal ini pun membuat film Hollywood ini dianggap kontroversial karena telah melakukan tindakan whitewashing.

Menanggapi hal tersebut, Alex Proyas selaku sutradara pun langsung meminta maaf kepada sejumlah pihak yang merasa tersinggung atas pemilihan pemain tersebut. Proyas mengatakan bahwa proses casting filmnya memang cukup sulit. Namun, Proyas juga menyadari kesalahannya bahwa dia seharusnya bisa memilih pemain dari ras yang lebih beragam lagi, bukan cuma orang kulit putih.

***

Nah, itulah sejumlah film Hollywood jelek yang sampai bikin sutradara minta maaf. Dari sejumlah film tersebut, manakah yang menurut kalian paling buruk? Share pendapat kalian di bawah dan ikuti terus KINCIR untuk artikel menarik seputar film lainnya, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.