Deretan Sutradara yang Membenci Filmnya Sendiri

Bagi para sutradara, film-film yang mereka buat seperti anak mereka sendiri. Film-film tersebut adalah ungkapan dari pemikiran, idealisme, dan perasaan mereka yang bikin mereka bangga. Bahkan, ada banyak kasus saat sutradara membela mati-matian film yang mereka buat dan enggan menerima kritik dari orang lain.

Namun, enggak semua sutradara bangga sama film yang sudah pernah mereka buat. Beberapa justru merasa malu dan menyesal pernah membuat film-film tersebut. Bahkan mereka menganggap bahwa film mereka pantas dibenci dan dikritik.

Nah, siapa saja sih sutradara yang pernah menyesal dengan film yang mereka bikin? Apa alasannya? Cari tahu sutradara yang membenci filmnya sendiri.

Sutradara yang membenci filmnya sendiri:

1. Tony Kaye – American History X (1998)

Via Istimewa
Via Istimewa

Sebetulnya, American History X (1998) adalah kultus klasik yang mendapatkan review bagus di berbagai platform dan berbagai nominasi ajang bergengsi. Sayangnya, sang sutradara, merasa kecewa berat karena adanya potongan dan suntingan ulang dari New Line, yang membuat film ini jadi “enggak original”. 

Kekecewaan Tony Kaye dilampiaskan secara agak berlebihan. Alih-alih hanya mengkritik filmnya, Tony Kaye bertindak lebih ekstrem dengan menulis surat-surat yang menganjurkan orang-orang buat enggak menonton filmnya, menarik filmnya dari Toronto Film Festival, dan mencoba untuk menggunakan nama samaran pada film itu seperti “Ralph Coates” dan “Humpty Dumpty”. Lebay?

2. Steven Spielberg – Indiana Jones and the Temple of Doom

Via Istimewa
Via Istimewa

Layaknya sekuel lain dalam Indiana Jones, Indiana Jones and the Temple of Doom (1984) juga merupakan sebuah film box office. Film ini berkisah tentang petualangan Indiana alias Indy melawan kultus dengan jantung manusia sebagai tumbalnya.

Namun, walaupun membekas di hati penonton pada masanya, film ini justru bikin sebel Steven Spielberg,. Soalnya, ada banyak kejadian buruk yang dialami oleh Spielberg pada saat pembuatan film seperti perpisahannya dengan rekan produser George Lucas dalam karier serta putusnya Spielberg sama pacarnya, Kathleen Carey.

3. Michael Bay – Transformers: Revenge of the Fallen

Via Istimewa
Via Istimewa

Michael Bay dan tangan dinginnya membentuk Transformer menjadi sebuah dunia yang disenangi banyak orang. Namun, ia mengakui bahwa pada sekuel kedua, Revenge of the Fallen, ia membuat kesalahan.

Michael Bay membenci skenario yang menggabungkan dunia teknologi dengan dunia mistik dengan cara yang maksa banget. Ia pun kerap menyalahkan waktu yang terlalu sempit dalam proses penggarapan naskah dan menjuluki karyanya sendiri sebagai sampah.

Yap, layaknya Michael Bay, para penonton pun menganggap sekuel ini “sampah”, mengingat skornya rendah banget di IMDb dan Rotten Tomatoes.

4. David Lynch – Dune (1984)

Via Istimewa
Via Istimewa

Dunia yang dibuat oleh Frank Herbert dalam Dune adalah dunia yang kompleks, sehingga harus diterjemahkan dengan cermat menggunakan teknologi yang tepat.

Dune 2021 cukup berhasil menerjemahkan dunia Herbert, tentunya dengan CGI yang semakin canggih. Namun, hal itu enggak terjadi pada Dune-nya David Lynch tahun 1984 yang dianggap gagal dari segi skenario mau pun efek. Dune 1984 dianggap dangkal dan enggak bisa menghadirkan dunia yang mewah.

David Lynch selaku sutradara yang cukup eksentrik pun mengakui kesalahannya. Saking bencinya sama film ini, ia sempat berlindung di balik nama Judas Booth pada saat film ini dirilis.

Judas Booth adalah gabungan dari nama Judas Iskariot (murid Yesus) dan John William Booth, pembunuh Abraham Lincoln. Gabungan kedua nama itu merupakan sebuah simbol pengkhianatan pada keindahan sinema –menurut Lynch sendiri.

5. Alfred Hitchcock – Rope

Via Istimewa
Via Istimewa

Dari pikiran Hitchcock, muncul karya-karya kriminal dan karya gelap yang berbobot dan menegangkan, termasuk Rope (1948). Lebih filosofis lagi, Rope bahkan bercerita tentang pembunuhan yang mungkin atau mungkin tidak terjadi.

Film Rope dianggap kuat secara ide dan berkualitas dari segi akting. Ia pun dianggap sebagai salah satu sejarah sinematik menarik.

Namun, entah mengapa Hitchcock enggak suka sama film itu. Bahkan, Hitchcock enggak setuju kalau film ini dianggap berbobot, karena menurutnya, film itu dangkal dan cuma menonjolkan aksi.

6. Alan Taylor – Thor: The Dark World

Via Istimewa
Via Istimewa

Thor: The Dark World (2013) dianggap sebagai film yang terburuk di MCU karena jalan cerita yang lemah. Alan Taylor selaku sutradara pun mengiyakan hal tersebut. Alan Taylor kecewa banget karena merasa di-PHP sama pihak Marvel.

Pada saat proses syuting berjalan, Alan Taylor diberikan kebebasan buat bikin film itu sesuai dengan yang dia mau. Sayangnya, dia enggak dilibatkan dalam proses penyuntingan. Akibatnya? Hasil akhirnya enggak sesuai yang diinginkan oleh Taylor, dan membuatnya harus menanggung rasa kecewa.

***

Setiap orang pernah membuat kesalahan, termasuk para sutradara kelas atas tersebut. Pembuatan film yang mereka yakini bagus enggak menjadi kenyataan karena berbagai macam faktor. Nah, menurut kamu, apakah film-film yang mereka benci sejelek yang dipikirkan oleh para sutradara kawakan ini?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.