7 Poin Serial My Lecturer My Husband buat yang Pengin Nikah Muda

*Spoiler Alert: Artikel ini mengandung bocoran serial My Lecturer My Husband yang bisa saja mengganggu buat kalian yang belum menonton.

Akhir-akhir ini, banyak kejutan menyenangkan dari dunia perfilman Indonesia, lho. Salah satunya adalah serial My Lecturer My Husband. Serial yang bisa kalian saksikan di WeTV ini berkisah tentang pernikahan ‘terpaksa’ antara Inggit (Prilly Latuconsina), seorang mahasiswi, dan Arya (Reza Rahadian), dosen killer di kampusnya.

Pernikahan itu berlangsung mendadak gara-gara ibu Inggit terkena serangan jantung. Pada akhirnya, ayah Inggit menyuruhnya buat menikah sama pria pilihan mereka, siapa lagi kalau bukan Arya. Inggit terpaksa memenuhi hal itu karena sayang sama ibunya.

Meskipun Inggit udah punya pacar dan enggak bener-bener cinta sama Arya, pada akhirnya dia harus terjebak di rumah bareng Arya usai pernikahan, gara-gara adanya PSBB di musim pandemi. Menyedihkan? Bagi Inggit dan (mantan) kekasihnya iya. Namun, bagi penonton, enggak.

Buat penonton, Arya adalah sosok idaman. Seseorang yang galak di luar, lembut di dalam. Ini bikin banyak orang jadi pengin menikah muda karena rasanya pasti seru seperti jalan cerita My Lecturer My Husband.

Hanya saja, menikah muda tanpa persiapan kayak Inggit enggak selalu menyenangkan. Ada banyak hal yang bisa kalian ambil sebagai hikmah dalam serial My Lecturer My Husband ini, buat kalian yang pengin banget menikah muda. Simak di sini, ya.

1. Terjebak dengan orang yang sama setiap hari

Tentunya kalian sudah enggak merasa asing lagi dengan kegelisahan Inggit ketika harus terus-menerus berada di rumah bersama Pak Arya akibat adanya pandemi. Kegelisahan Inggit memang terjadi karena dari awal dia enggak cinta sama Pak Arya. Namun, bukan berarti kalian yang menikah karena cinta enggak merasakan kegelisahan akibat bertemu dengan orang yang sama setiap hari.

Ketika kalian menikah, harus mempersiapkan mental untuk enggak merasa bosan kepada rutinitas. Karena, rutinitas bisa menggerus cinta dan mengubah perasaan kalian. Nah, jiwa anak muda masih dipenuhi letupan emosi dan keinginan buat mengeksplorasi dunia. Terkadang, menikah muda bikin mereka menjadi mudah bosan sama pasangan. Apakah kalian siap menghadapi hal itu?

2. Prinsip yang berbeda

Masa pacaran sangat menyenangkan karena kalian hanya memikirkan hal-hal yang “remeh” kayak malam mingguan ke mana, nonton konser atau enggak, atau mau liburan ke mana.

Berbeda dengan masa pacaran, masa pernikahan akan mempertemukanmu dengan realita. Kalian akan mulai mengetahui sifat asli pasangan karena serumah sama dia dan menghabiskan waktu bersama.

Prinsip berbeda, yang awalnya enggak dirasa penting karena kalian hanya merayakan hal-hal yang “menyenangkan”, kini menjadi penting. Perbedaan persepsi dalam mengatur keuangan aja bisa berujung ribut, bahkan perceraian.

Arya dan Inggit adalah dua orang yang berbeda. Hal itu terjadi karena perbedaan usia dan status pekerjaan yang terlalu jauh. Di dalam serial ini, Inggit bisa aja mulai jatuh cinta kepada Arya, lalu Arya kerap memaklumi kehidupan Inggit yang berbeda. Namun, dunia nyata bakal lebih kejam. Perbedaan prinsip kayak gini belum tentu bisa dimaklumi satu sama lain.

Jadi, sebelum menikah, tanyakan dulu deh kepada diri kalian: apakah siap buat menerima perbedaan pasangan? Ataukah perbedaannya sulit ditoleransi?

3. Gangguan dari pihak luar

Dari awal, sudah kelihatan bahwa Inggit masih pengin seneng-seneng dengan pacar dan teman-temannya. Mereka pun kerap mengganggu kehidupan pernikahan Arya-Inggit, bikin mereka harus semakin berhati-hati buat menyembunyikan pernikahan.

Pihak luar bisa saja menjadi gangguan dalam pernikahan. Perbedaan pola dalam bergaul dan model jaringan pertemanan bisa menjadi masalah besar. Kalau pasangan enggak suka sama temen-temen kalian, tentu itu bakal bikin kalian merasa terjebak dalam dilema. Nah, dalam pernikahan, pasangan harus berkompromi soal pergaulan dan bikin batasan yang jelas.

4. Masalah keluarga

Hal terberat lain dalam pernikahan adalah adanya intervensi dari keluarga. Mau enggak mau, kalian harus mengikutsertakan keluarga dalam kehidupan kalian karena menikah berarti menyatukan dua keluarga.

Ibu dan ayah Inggit kerap melakukan intervensi, salah satunya lewat video call. Jadi, fakta kalau Inggit enggak mau mengakui apa yang dia rasakan (seperti permintaan Arya), membuat Arya kesal. Namun, mau enggak mau Arya harus memaklumi karena seperti itulah budaya keluarga Inggit.

5. Bayangan masa lalu

Anak muda memiliki jiwa yang diisi oleh emosi yang meluap-luap, salah satunya adalah ketika mencintai seseorang. Ketika kita masih muda, apalagi belum bener-bener melihat pahit manisnya dunia usai lulus kuliah, seolah susah banget buat sekadar melupakan mantan.

Pada saat sudah menikah, perasaan mendayu-dayu seperti saat masih lajang enggak boleh dipelihara layaknya Inggit kepada Tristan. Ketika memutuskan menikah dengan Arya demi membahagiakan sang Ibu, seharusnya dia enggak perlu berhubungan lagi sama Tristan.

Nyatanya, Inggit malah masih memberikan harapan buat Tristan meskipun dia menikah sama Arya. Hal ini tentu bikin pernikahannya jadi enggak tenang dan berpotensi membunuh harapan Tristan.

6. Sifat asli bakalan terbuka

Ketika sudah menikah, pasangan bakalan selalu ada di dekat kalian. Itulah yang membuat kalian dan dia menjadi sama-sama memahami karakter satu sama lain, jauh daripada saat masih pacaran.

Pada saat menikah, Arya dan Inggit masing-masing jadi lebih memahami karakter mereka sendiri dan hal itu kerap menimbulkan perselisihan. Apalagi, saat Arya merasa enggak nyaman sama apa yang dibicarakan Inggit dan teman-temannya. Hal kecil gini bisa menjadi perselisihan besar, dan sebelum menikah kalian harus memastikan kesiapan akan hal itu.

7. Mengganggu kuliah dan karier

Banyak yang bilang bahwa cinta bisa membuat kalian lebih bersemangat. Namun, cinta juga bisa membuat kalian menjadi punya banyak masalah. Inggit masih kuliah pada saat menikah dan lebih parahnya, dia menikah sama dosennya sendiri.

Pernikahan, terlepas dari dijodohin atau enggak, akan membawa pengaruh besar buat pendidikan dan karier. Tentunya langkah yang kalian ambil berpengaruh besar terhadap pasangan. Nah, apakah kalian udah mau membagi mimpi bersama orang lain dan membuat beberapa pengorbanan dalam pendidikan dan karier?

***

Serial My Lecturer My Husband masih berjalan dan jika kalian masih penasaran dengan kehidupan pernikahan Arya-Inggit serta kelanjutan hubungan Inggit dan Adrian, bisa berlangganan paket di WeTV.

My Lecturer My Husband pada dasarnya adalah sebuah tontonan yang ringan dan menyenangkan. Namun, enggak perlu terlalu terbuai sama ide menikah muda karena nyatanya, pernikahan di dunia riil enggak semanis kisah cinta Arya dan Inggit.

Buat kalian yang sudah nonton serial My Lecturer My Husband, bagikan pendapatmu di kolom bawah, ya.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.