(Mobile Legends) Patut Dicoba! Inilah Deretan Meta yang Populer di MPL Sejak Season 1

Seringnya Mobile Legends mengubah gameplay membuat permainan menjadi sangat dinamis dan memunculkan meta-meta khas di tiap gelaran MPL.


Dalam game MOBA seperti Mobile Legends, meta yang bisa diartikan sebagai most effective tactics available seakan jadi kiblat bagi para pemain. Sebab, mereka yang menerapkan meta akan lebih besar peluangnya untuk menang.

Uniknya, meta di Mobile Legends kerap ditentukan oleh strategi atau taktik yang diterapkan oleh para pro player atau tim di gelaran kompetitif seperti Mobile Legends Professional League (MPL). Jika ada pemain atau tim yang menggunakan strategi tertentu yang terbukti ampuh, pemain publik pun sudah pasti akan mencoba mengikutinya.

Sejak MPL Season 1 lalu, beberapa meta telah tercipta untuk membuat pertandingan jadi makin sengit. Para pro player yang berlaga enggak hanya sukses untuk menunjukkan aksi yang memukau, tapi juga racikan yang mampu menjadi meta baru.

KINCIR pun mengumpulkan meta yang hype sejak MPL Season 1 hingga MPL Season 7. Yuk simak di bawah ini! 

1. Meta Assassin-Assassin Ganas! – MPL Season 1

Meta assassin di MPL Season 1 - Mobile Legends
Meta assassin di MPL Season 1 – Mobile Legends Via Istimewa.

Di turnamen kasta tertinggi Mobile Legends Indonesia musim pertama pada 2018 lalu, meta Assassin jadi yang paling diandalkan untuk bisa memenangkan pertandingan. Contohnya bisa diambil saat pertandingan EVOS melawan Louvre saat itu, OURA sukses memberikan aksi memukau dengan menggunakan Lancelot.

Jika di musim-musim belakangan, ini Fanny jadi salah satu Hero yang enggak pernah di pick. Namun, di MPL Season 1, Hero yang super licin ini jadi sosok yang menakutkan karena punya damage yang sangat menyakitkan. Pemain yang dikenal dengan permainan Fanny-nya di MPL Season 1 adalah OURA dan Jess No Limit yang sama-sama membela EVOS.

2. Dua Core Lebih Baik – MPL Season 2 & 3

Meta dua core di MPL Season 2 dan 3
Meta dua core di MPL Season 2 dan 3 Via Istimewa.

Memasuki musim kedua, ranah kompetitif mengalami perubahan dalam hal meta. Di MPL Season 2, dua core mampu membawa RRQ jadi juara di ajang ini. Dengan berbagi tugas, kehadiran dua core bisa saling melakukan backup damage dan memungkinkan untuk split push.

Jika di MPL Season 2 dan 3 lalu, meta dua core menggabungkan Hero Marksman dan Mage atau Assassin. Walaupun harus berbagi buff, meta ini terbukti ampuh untuk bisa memenangkan pertandingan. Saat itu, sistem buff memang masih belum terbagi dua seperti sekarang sehingga kedua Core bisa saling berbagi.

3. Meta Offlaner, Pahlawan Tak Dianggap – MPL Season 3 & 4

Offlaner-offlaner ganas di MPL Season 4.
Offlaner-offlaner ganas di MPL Season 4. Via Istimewa.

Meta ini sebenarnya sudah mulai menunjukkan pesonanya sejak MPL Season 3. Sorotannya saat itu ada pada Antimage yang permainan offlaner-nya sangat gemilang hingga berhasil membawa ONIC hattrick juara, mulai dari Piala Presiden Esports 2019, MPL Season 3, dan MSC 2019.

“Keras kepala” bisa dikatakan menggambarkan play style Antimage pada saat itu. Di lane samping, dia tak hanya bermain barbar, tapi juga cerdas karena sangat memperhitungkan creep equilbrium dan freeze lane. Alhasil, kemenangan sebuah pertandingan pun bisa ditentukan dari kemampuan offlaner menjaga lane-nya.

Meski begitu, meta ini sebenarnya baru terlihat keampuhannya di MPL Season 4. Antimage yang tadinya tak ada lawan, jadi keteteran saat itu karena pesaingnya ikutan ganas. Sebut saja OURA yang berhasil membawa EVOS juara MPL Season 4 dan M1, atau R7 yang sangat sukses di musim debutnya sebagai offlaner RRQ.

Saat itu, Hero-hero Fighter menjadi primadona sehingga seringkali di-ban atau jadi priority pick. Sebut saja Thamuz, X.Borg, Terizla, Leomord, hingga Chou. Meta ini kemudian makin berevolusi sehingga membuat Hero-hero Tank “dipaksa” jadi offlaner seperti Uranus atau Baxia.

4. Hyper Carry Penentu Segalanya – MPL Season 5

Mobile Legends- Meta hyper carry di MPL Season 5
Mobile Legends- Meta hyper carry di MPL Season 5 Via Istimewa.

Hanya memanfaatkan satu Hero untuk menjadi sumber damage terbesar, meta hyper carry sukses menggunakan MPL Season 5 lalu. Dihadirkan oleh Bigetron Alpha saat berhadapan dengan Aerowolf, tim ini menghadirkan dua Hero Support pengganggu, yaitu Nana dan Diggie.

Di awal kehadiran meta hyper carry, Marksman sangat diandalkan. Sementara Hero-hero Support jadi fokus untuk di-banned. Memaksimalkan core untuk melakukan farming, keempat pemain lainnya berfokus untuk melindungi turret.

Walaupun hanya memanfaatkan satu core, tapi pemilihan keempat Hero-nya tetap harus diperhitungkan. Soalnya, untuk bisa memaksimalkan pertandingan, kalian juga harus punya pegangan backup damage, baik dari Mage ataupun Fighter.

5. Support yang Mulai Diakui – MPL Season 5

Bisa dibilang, kehadiran hyper carry membuat Hero-hero Support yang sebelumnya enggak dilirik jadi naik popularitasnya, misalnya Nana. Walaupun mampu mengganggu pergerakan lawan dengan skill 2 yang bernama Monila Smooch, Hero ini mampu mengubah salah satu pemain menjadi kucing selama 1,5 detik.

Dengan kehadiran meta Support, Hero-hero Tank sudah enggak terlalu diandalkan, walaupun masih ada beberapa yang digunakan, seperti Uranus offlane. Kehadirkan ini juga membuat Hero Support jadi langganan di-banned karena punya pengaruh yang luar biasa dalam pertandingan.

6. Meta HaramDiggie Feeder – MPL Season 6

Mobile Legends - Meta Diggie feeder di MPL Season 6
Mobile Legends – Meta Diggie feeder di MPL Season 6

Di MPL Season 6 lalu, AURA Filipina mampu menciptakan sebuah meta yang sukses menggebrak panggung kompetitif. Memanfaatkan kemampuan Diggie yang masih bisa di control ketika mati justru mampu mempersulit pergerakan lawan.

Meta ini juga sukses melumpuhkan Alter Ego di MPL Season 7 lalu ketika sedang kuat-kuatnya yang dihadirkan oleh EVOS. Bertujuan untuk mengganggu proses farming dari carry lawan, hal ini menyebabkan kehilangan fokus karena harus menghadapi telur menyebalkan.

Perlu diingat, ketika kalian menggunakan Diggie feeder di awal pertandingan, kalian juga wajib untuk menggunakan strategi yang jitu. Jangan hanya mengandalkan skill pasif Hero ini, soalnya akan jadi sia-sia ketika musuh melakukan serangan balik tanpa menghiraukan sosok burung hantu ini.

7. Infinity Heal – MPL Season 7

Masih mengandalkan Hero Support, di MPL Season 7 memang enggak terlalu banyak mengalami perubahan. Namun, Hero yang punya kemampuan healing diandalkan untuk menggunakan meta ini.

Mengkombinasikan Estes dan Rafaela, enggak hanya mampu menambahkan HP rekan satu tim, tapi juga meningkatkan movement. Jadi, ketika berada di team fight, sulit untuk memenangkan pertandingan jika sudah ada keduanya. Soalnya, HP musuh akan bertambah walaupun terkena damage.

Meta ini bisa dibilang dipopulerkan oleh juara MPL Season 7 Filipina, Blacklist International. Rafaela dan Estes saat itu kerap dipercayakan untuk “mengawal” jungler seperti Aldous yang digunakan oleh Wise.

***

Bagaimana tanggapan kalian dengan deretan meta di atas? Apa yang kalian gunakan untuk melakukan push rank? Jika kalian punya pendapat lain, jangan sungkan untuk berbagi di kolom bawah, ya! Tetap di KINCIR agar kalian enggak ketinggalan berita seputar esports.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.