GESC Belum Bayar Pemain, Tim, Talent, dan Agensi!

Di balik hingar-bingar dan kesuksesan gelaran GESC Indonesia Dota 2 Minor yang diselenggarakan pada Maret lalu, ternyata ada hal buruk yang tersembunyi di dalamnya. Sebagai penonton, kita sebagai pemerhati esports tentu merasa sangat bangga pada akhirnya ada kejuaraan level minor DotA 2 yang diadain di Indonesia. Sayangnya, rasa bangga dan bahagia tersebut ternyata enggak dirasakan oleh tim, pemain, agensi, dan talent yang berkontribusi terhadap suksesnya gelaran tersebut.

Secara tak terduga, ternyata pihak GESC alias Global Electronic Sports Championship belum memberikan bayaran kepada pihak-pihak yang disebutkan tadi. Mereka yang belum mendapatkan haknya ini mencurahkan isi hatinya lewat surat terbuka yang ditulis dalam situs dota.gg.

Dalam surat terbuka tersebut, pihak yang tergabung sebagai tim, pemain, talent, dan agensi yang berpartisipasi dalam dua gelaran GESC di Indonesia dan Thailand mengarahkan langsung kekecewaannya kepada Oskar Feng, CEO GESC.

Via Istimewa

Menurut mereka, Feng gagal memenuhi kewajibannya untuk membayar hadiah dan upah dengan total 750 ribu dolar kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan GESC Indonesia dan thailand. Perusahaan esports ini juga disebut sudah melewati tenggat waktu 90 hari sesuai persyaratan yang telah disepakati oleh Valve.

Tak hanya tim atau pemain, semua pihak yang terlibat seperti event organizer (EO) dari Code Red Esports dan Layerth belum mendapatkan bayaran. Begitu juga dengan semua individu yang terlibat dalam jasa profesional, termasuk caster dan vendor. Dalam surat terbukanya, mereka mengeluhkan sikap GESC meski telah bekerja keras secara profesional dan sesuai target.

 

Dalam surat terbuka tersebut juga dijelaskan bahwa mereka yang merasa dirugikan ini telah mengontak Feng selama enam bulan terakhir. Sayangnya, Feng enggak melunasi hutangnya meski sempat memberi janji pelunasan pada September 2018.

Tak ada titik temu, mereka pun memberikan tenggat waktu pelunasan terakhir pada 31 Oktober 2018. Namun, hingga surat terbuka ini dipublikasikan, enggak ada respons dari GESC maupun Feng.

Disebarluaskannya surat terbuka ini tentu memiliki tujuan penting. Pihak yang membuat surat ini berusaha memperingati komunitas esports agar berhati-hati dengan GESC. Apalagi dalam situs resminya, GESC telah menyiapkan dua gelaran besar yang akan diadakan di Singapura dan Malaysia.

Lebih lanjut lagi, mereka mengecam sikap Feng dan perusahaan miliknya yang selalu 'lari' dari isu yang dihadapinya. Padahal, sepanjang tahun Feng selalu hadir di gelaran esports di Asia dan selalu membicarakan 'kesuksesan' acara yang diadakannya kepada stakeholder.

Nah, bagaimana tanggapan lo terkait kabar ini? Apakah menurut lo GESC akan memenuhi kewajibannya mengingat hari ini adalah tenggat waktu pelunasan pembayaran? Semoga aja bakal ada titik cerah untuk kasus ini agar ekosistem esports tetap terjaga sehat!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.