7 Film Horor Klasik Indonesia yang Wajib Dibuat Ulang

– Deretan film horor Indonesia klasik ini agak sayang jika tidak dibuat ulang dengan teknologi yang lebih modern.
– Film apakah yang menurut kalian paling wajib untuk dibikin ulang?


Selamat Hari Film Nasional! Dalam rangkaian Pekan Film Nasional tentunya tak lengkap jika enggak membahas film Indonesia yang bergenre horor. Yap, horor memang menjadi salah satu genre yang populer di Indonesia bahkan sejak era 1980-an. Mengingat genre horor juga sedang naik daun di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, tentunya menarik jika beberapa film horor klasik dibuat ulang.

Hal yang bikin sejumlah film horor klasik wajib dibuat ulang adalah karena kisahnya masih sangat orisinal dan menampilkan sosok hantu atau makhluk lainnya yang mengerikan. Kengerian itu pun dapat ditambah dengan teknologi yang sudah lebih canggih di masa modern ini. Remake film horor klasik pun sudah terbukti berhasil dan bisa dilihat dari kesuksesan Pengabdi Setan (2017) dan Ratu Ilmu Hitam (2019).

Nah, di bawah ini KINCIR akan membahas deretan film horor klasik yang wajib dibuat ulang. Penasaran apa saja? Yuk, simak!

1. Primitif (1978)

Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang
Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang Via Istimewa.

Membahas film horor klasik tentunya enggak lengkap kalau tidak ada film dengan unsur erotis, seperti Primitif yang dibintangi Barry Prima. Dari posternya saja, film ini sudah tampak sangat vulgar dan bernuansa seksual karena menampilkan wanita dengan pakaian sobek. Namun, Primitif enggak cuma menjual unsur erotis saja, karena Primitif adalah film slasher pertama di Indonesia sehingga punya banyak adegan sadis.

Primitif mengisahkan sejumlah mahasiswa jurusan etnologi dan antropologi yang melakukan penelitian di sebuah hutan belantara. Pada saat menyusuri hutan tersebut bersama seorang pemandu, para mereka pun bertemu dengan suku yang doyan memakan daging manusia alias kanibal. Primitif pun menjadi film lokal pertama yang mengangkat tema kanibalisme.

Film tersebut pun sempat kena kontroversi karena adegannya dianggap terlalu sadis dan mampu bikin penontonnya enggak bisa tidur. Padahal, saat itu efek yang digunakan masih bersifat praktikal dan seadanya, belum secanggih sekarang. Tentunya, kengerian yang ada di film Primitif ini dapat bertambah seandainya dibuat ulang dengan efek visual yang mumpuni.

2. Mistik (1981)

Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang
Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang Via Istimewa.

Mistik adalah film Indonesia yang mengangkat mitologi asal Bali tentang sosok Leak dan menceritakan seorang penulis asal Amerika Serikat yang ingin mempelajari rahasia dari makhluk gaib tersebut. Dalam film ini, Leak digambarkan sebagai sosok kepala manusia bertaring dan berlidah yang melayang dengan bagian organ tubuh yang menggantung di lehernya.

Penampilan sosok Leak di film horor ini pun sukses bikin takut penonton lokal dan juga internasional meski efek visualnya mungkin terbilang biasa saja di era modern ini. Makanya, untuk menciptakan kembali kengerian tersebut, film Mistik wajib dibuat ulang. Apalagi, di era modern ini terbilang sangat jarang ada film bergenre horor yang mengangkat Leak sebagai fokus utama dari ceritanya.

3. Bayi Ajaib (1982)

Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang
Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang Via Istimewa.

Sesuai judulnya, film garapan Tindra Rengat ini menyoroti sosok bayi ajaib mengerikan dengan lidah panjang yang mampu muncul di mana saja. Salah satu adegan memorable sekaligus paling enggak bisa bikin tidur dari film ini pun terjadi ketika sang bayi ajaib muncul dari dalam lubang kloset. Adegan tersebut pun sukses bikin penontonnya membayangkan yang enggak-enggak setiap pergi ke kamar mandi.

Meski belum ada teknologi CGI, adegan tersebut pun sukses bikin penontonnya ketakutan. Nah, seandainya Bayi Ajaib dibuat ulang dengan teknologi CGI, tentunya adegan tersebut serta momen ikonis lain di filmnya akan jadi lebih epik dan mampu bikin penontonnya mimpi buruk berhari-hari.

4. Lukisan Berlumur Darah (1988)

Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang
Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang Via Istimewa.

Digarap oleh Torro Margens, Lukisan Berlumur Darah mengisahkan Agus dan Hanna, pasangan suami-istri yang pindah ke sebuah rumah besar yang misterius. Ternyata, dulunya di rumah tersebut terjadi sebuah perampokan yang mengakibatkan pasangan suami-istri sebelumnya tewas. Nah, arwah dari istri yang tewas tersebut pun ternyata bersemayam di lukisan tua yang masih berada di rumah tersebut.

Hasilnya, arwah dari lukisan tersebut pun merasuki tubuh Hanna dan membuatnya sampai membunuh orang yang enggak bersalah sekalipun. Dari sinopsis pendek ini, kalian tentunya sadar kalau Lukisan Berlumur Darah punya premis yang menarik sekaligus menyeramkan. Makanya, agak sayang kalau film horor ini enggak dibuat ulang dengan latar tempat yang lebih modern dan kualitas gambar yang lebih baik.

5. Malam Satu Suro (1988)

Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang
Film Horor Klasik Indonesia Wajib Dibuat Ulang Via Istimewa.

Malam Satu Suro bisa dibilang sebagai salah satu film terpopuler dari mendiang Suzzanna yang dikenal sebagai “Ratu Film Horor Indonesia”. Dalam film ini, sosok sundel bolong bernama Suketi (Suzzanna) dikisahkan kembali menjadi manusia karena ulah dukun dan kemudian jatuh cinta dengan Bardo. Kehidupan bahagia mereka pun terusik karena ulah rekan Bardo sehingga Suketi harus membalaskan dendamnya.

Film ini pun bisa dibilang menggabungkan genre romansa dengan nuansa mistik di dalamnya. Apalagi, Suketi yang merupakan sosok hantu sundel bolong di film ini dikisahkan sebagai protagonisnya, bukan antagonis seperti hantu di film lain. Cerita orisinal serta unik tersebut pun tentunya akan sangat menarik seandainya di-remake dengan suasana mistis yang sama dan perlengkapan yang lebih canggih agar terasa modern.

6. Pembalasan Ratu Pantai Selatan (1988)

Pembalasan Ratu Pantai Selatan (1988)
Pembalasan Ratu Pantai Selatan (1988) Via Istimewa.

Pembalasan Ratu Pantai Selatan adalah film bergenre horor-aksi asal Indonesia yang bekerja sama dengan sineas serta aktor mancanegara. Film ini mengisahkan Nyi Roro Kidul yang memanipulasi jasad wanita bernama Wanda (Yurike Prastika) sehingga membuatnya hidup kembali. Lelaki yang bersetubuh dengan Wanda pun akan mati karena di dalam kemaluan sang cewek terdapat keris pusaka.

Meski penuh aksi serta momen seram yang menegangkan, film ini sempat dicekal di Indonesia dianggap menonjolkan unsur eksplotasi seksual. Nah, seandainya film ini dibuat ulang, unsur erotis tersebut mungkin bisa dikurangi dan lebih menonjolkan momen aksinya sebagai daya tarik utama. Dengan teknologi CGI di zaman sekarang tentunya sejumlah adegan aksi di filmnya akan jadi lebih epik lagi.

7. Misteri dari Gunung Merapi: Penghuni Rumah Tua (1989)

Misteri dari Gunung Merapi: Penghuni Rumah Tua (1989)
Misteri dari Gunung Merapi: Penghuni Rumah Tua (1989) Via Istimewa.

Sosok Mak Lampir yang diperankan oleh Farida Pasha pertama kali muncul dalam versi layar lebar dari Misteri Gunung Merapi, bukan versi sinetron dengan judul sama yang tayang pada era 2000-an. Film horor yang lebih mengedepankan tema mistik ini pun sangat populer pada zamannya. Apalagi, film ini berhasil mengangkat tema mistik dengan latar waktu kuno atau pada masa kerajaan di Indonesia.

Nah, sekarang coba kalian bayangkan jika Misteri Gunung Merapi dibuat ulang dengan desain produksi latar waktu kuno seperti yang ada di film Wiro Sableng (2018). Tentunya, properti serta kostum dari setiap karakternya akan terlihat jauh lebih berkelas ketimbang sebelumnya. Belum lagi adanya tambahan efek visual dengan teknologi yang jauh lebih maju yang bikin momen magisnya lebih terasa nyata.

***

Nah, itulah sejumlah film horor Indonesia klasik yang wajib dibuat ulang. Dari sejumlah film tersebut, manakah yang menurut kalian harus dibikin ulang? Share pendapat kalian di bawah dan ikuti terus KINCIR untuk artikel menarik seputar film lainnya, ya!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.