5 Formula Klise Film Superhero Hampir Menjenuhkan (Bagian 2)

Film superhero memiliki daya jual dan dya tarik yang terletak pada aksi dan CGI. Meskipun ceritanya enggak terlalu istimewa, tetap aja enggak pernah ditinggalkan penggemar. Padahal, kita udah tahu formula film superhero itu-itu saja, sampai terkesan klise dan hampir menjenuhkan.

Bukan, bukan buruk! Hanya saja, kita butuh sesuatu yang lebih fresh untuk memperkaya cakupan film superhero. Melanjutkan bagian satu, berikut lima poin yang menjadikan film superhero kerap tampilkan formula klise. Yuk, cek!

 

1. Menjual Ledakan Besar di Tengah Kota

Via Istimewa

Dalam film superhero, penjahat datang dalam berbagai bentuk dan ukuran, mulai dari Dewa Ares yang licik, Zod yang pemarah, hingga Ultron yang pendendam. Bagaimanapun, enggak peduli betapa rumitnya rencana mereka. Namun yang pasti, kerap berujung pada kerusakan dan ledakan besar.

Contohnya di The Avengers (2012) ketika Chitauri datang, New York porak-poranda dan ledakan di mana-mana. Menambah efek dramatis, pembuat film menerapkan CGI. Kalau dulu, enggak masalah formula ini diterapkan, tapi zaman sekarang, kalau masih pakai formula ledakan di tengah kota rasanya membosankan.

 

2. Efek Giant Sky Beam

Via Istimewa

Sering ada ketika musuh atau alien datang ke Bumi, pasti ada efek kilat di langit yang sering disebut dengan Giant Sky Beam. Atau, kilat serum untuk menyebarkan racun ke seluruh kota lewat udara.

Enggak dilarang menampilkan efek visual seperti petir yang memancar ke langit, atau ledakan dimensi lain yang ingin memengaruhi Bumi. Satu sisi, hal itu terlalu imajinatif, bahkan bisa menghancurkan ilmu pengetahuan. Bukan hanya itu, efek yang ditampilkan kerap terlihat persis antara satu film dengan film lain.

3. Kematian Palsu

Via Istimewa

Pada akhir Batman v Superman: Dawn of Justice (2015), Superman gugur. Angkat tangan! Siapa yang mengira dia benar-benar mati? Kebiasaan formula “menjatuhkan” pahlawan hanya agar mereka bisa dibangkitkan secara ajaib, sebenarnya cukup menyebalkan. Selain itu juga mengurangi emosi yang telah terbangun.

Seperti dalam film Captain America: The Winter Soldier (2014), Nick Fury diceritakan pernah sekarat dan dikabarkan tewas pun akhirnya itu adalah kematian palsu. Sebenarnya, selalu menyenangkan mengetahui jagoan yang mati bisa hidup lagi. Namun di saat yang sama, formula ini membuat tayangan jadi enggak serius dan ngasih kesan bahwa musuh hanya main-main.

 

4. Re-Casting Aktor

Via Istimewa

Banyak aktor yang belum pernah mendapat peran sebagai pahlawan super. Akan tetapi, entah bagaimana, banyak aktor yang sama mengalami re-casting untuk karakter pahlawan lagi karena alasan tertentu.

Seperti, Ryan Reynolds sebagai Green Lantern dan Deadpool, Ben Affleck sebagai Daredevil dan Batman, Chris Evans sebagai Human Torch dan Captain America, Halle Berry sebagai Storm dan Catwoman.

Belum lagi, karakter pendukung seperti J.K. Simmons di Spider-Man (2002) dan Justice League (2017), Benjamin Bratt di Catwoman (2004) dan Doctor Strange (2016), Adewale Akinnuoye-Agbaje di Suicide Squad (2016) dan Thor: The Dark World (2013).

5. Konsep Masa Lalu Kelam Dianggap Realistis

Via Istimewa

Mengapa semuanya harus ada unsur kisah masa lalu yang lebih kelam itu lebih dramatis? Misal, Iron Man yang mengalami PTSD dan enggak suka dengan ayahnya. Lalu, Pietro Maximoff, saudara kembar Wanda Maximoff yang meninggal dan negaranya hancur, Steve Rogers dan Tony Stark saling membenci, dan sebagainya.

Menunjukkan ada persepsi bahwa menjadikan pahlawan super dengan masa lalu kelam dan sengsara, entah bagaimana membuat para pahlawan lebih dewasa, realistis, dan merasa berharga. Enggak salah, tapi apakah harus berasal dari masa lalu kelam dahulu, baru bisa jadi superhero?

***

Ya, formula-formula di atas memang klise, tapi sekarang udah banyak sineas yang berinovasi menampilkan perspektif lain. Semoga aja, dengan munculnya banyak film superhero yang fresh, bisa memberi inovasi dan membuat tayangan jadi kaya. Apakah kalian menemukan formula-formula di atas di film Avengers: Endgame?

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.