(REVIEW) Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi (2020)

Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi
Genre
  • drama
  • Romantis
Actors
  • Aurora Ribero
  • Axel Matthew Thomas
  • Jefri Nichol
Director
  • Lasja Fauzia
Release Date
  • 15 October 2020
Rating
5 / 5

*Spoiler Alert: Artikel ini mengandung bocoran film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi yang bisa saja mengganggu buat kalian yang belum menonton.

Pada Oktober ini, kita kembali disajikan dengan film Indonesia yang tayang secara ekslusif di layanan streaming Netflix, yaitu Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi (2020). Film Indonesia yang tayang di 190 negara ini dibintangi oleh sejumlah aktor muda berbakat Tanah Air, seperti Jefri Nichol, Aurora Ribero, serta Axel Matthew Thomas.

Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi merupakan film yang diadaptasi dari novel terlaris karya Boy Chandra dengan judul yang sama. Sinopsis Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi mengisahkan cowok dan cewek yang menjalin persahabatan sejak masih kecil hingga sudah duduk di bangku kuliah. Namun, ternyata cowok tersebut diam-diam memiliki perasaan suka terhadap sang sahabat.

Nah, sebelum kalian nonton film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi di Netflix, simak terlebih dahulu ulasan KINCIR di bawah ini!

Kisah Cinta Sahabat yang Klise

Via Screenplay Films

Fokus utama karakter dalam Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi adalah Kevin dan Nara yang masing-masing diperankan Jefri Nichol dan Aurora Ribero. Keduanya dikisahkan sebagai tetangga dan sudah menjalin hubungan persahabatan sejak SD. Mereka tumbuh dewasa bersama dan saling bantu sewaktu mendapat masalah, terutama Nara yang selalu curhat ke Kevin saat mengalami kerumitan hubungan asmara.

Kevin pun selalu mendengarkan dan menenangkan Nara ketika dia sedang putus asmara. Namun, ternyata hal ini menjadi sebuah ‘siksaan’ bagi Kevin karena dia diam-diam menyimpan rasa suka terhadap sahabatnya tersebut. Meski begitu, Kevin enggak pernah berani untuk menyatakan perasaannya tersebut ke Nara karena sang cewek selalu menganggap Kevin sebatas teman saja.

Kondisi hati dari Kevin kemudian semakin kacau tatkala Nara jatuh cinta dengan seorang mahasiswa ahli panjat tebing bernama Juned (Axel Matthew Thomas). Kini, dia pun dihadapi dilema antara menyatakan rasa suka kepada sang sahabat atau memendam perasaannya saja.

Via Screenplay Films

Kisah cinta remaja yang bertemakan friendzone yang diangkat dalam Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi bisa dibilang sudah sering ada di film lain alias klise. Bahkan, tanpa terkena spoiler, kemungkinan besar kalian sudah bisa menebak akhir dari kisah cinta dua sahabat yang ada dalam film ini.

Meski begitu, Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi terbilang masih cocok untuk ditonton untuk kalian yang pada dasarnya suka dengan film yang berfokus dengan kisah cinta remaja. Selain itu, buat kalian yang sudah membaca novelnya juga mungkin akan menarik untuk membandingkan versi buku dengan filmnya.

Penyelesaian Konflik Utama yang Terlalu Lama

Via Screenplay Films

Konflik utama dari film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi adalah rasa suka Kevin terhadap Nara yang dia pendam sejak dulu. Kalian pun bakal dibuat geregetan dengan tarik-ulur hubungan keduanya sepanjang film ini. Hal inilah yang kemudian membuat penyelesaian konflik utama dari filmnya menjadi terasa sangat lama.

Bahkan, konflik utama tersebut benar-benar baru terselesaikan beberapa menit sebelum filmnya berakhir. Hal ini kemudian membuat akhir konflik hubungan Kevin dan Nara menjadi kurang tereksplorasi dan enggak klimaks. Mungkin masalah ini enggak terjadi seandainya durasinya diperpanjang atau menghilangkan sejumlah adegan yang sebenarnya enggak terlalu penting dalam filmnya.

Dialog Puitis yang Bikin Jadi Enggak Relate

Via Screenplay Films

Dalam film ini, dialog antarkarakternya diucapkan dengan bahasa yang baku dan juga sangat puitis. Terlepas dari gaya bahasa di novelnya yang memang seperti itu, hal ini membuat dialog antartokoh menjadi enggak relate ketika ditampilkan dalam wujud film. Pasalnya, di kehidupan nyata rasanya jarang ada orang yang mengobrol dengan bahasa yang sangat puitis, ataupun berbicara baku dengan teman atau sahabat.

Selain membuat interaksi karakternya menjadi enggak relate dengan kehidupan nyata, dialog puitis tersebut juga bikin akting dari para aktornya terasa kurang natural. Hal ini tentunya cukup disayangkan melihat potensi kemampuan para aktor yang membintangi film ini, terutama Jefri Nichol dan Aurora Ribero. Akibat dialog tersebut, akting dari keduanya menjadi terkesan sangat kaku.

Visual dan Scoring yang Apik

Via Screenplay Films

Salah satu aspek positif dari Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi mungkin terletak dalam visualnya. Dalam beberapa adegan, visualnya sangat penuh warna dan mampu memanjakan mata penontonnya. Selain itu, ada juga adegan pemandangan sebuah tebing yang diambil secara apik dengan pewarnaan yang tepat pula.

Lalu, dari segi scoring, bisa dibilang musik yang masuk dalam setiap adegan di film ini selalu tepat momen. Mulai dari instrumen musik melankolis saat momen sedih hingga irama yang riang di beberapa adegan dengan nuansa gembira. Kehadiran scoring seperti ini pun cukup berperan dalam memainkan emosi penontonnya dalam adegan tertentu.

***

Secara garis besar, Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi akan cocok ditonton buat kalian yang suka dengan film bertema kisah cinta remaja. Buat kalian yang berminat, film ini sudah bisa ditonton secara streaming di layanan Netflix mulai 15 Oktober 2020.

Nah, kalau kalian sudah nonton film Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi, jangan lupa untuk tulis pendapat kalian dalam kolom review yang ada di bagian atas artikel ini, ya! Nantikan ulasan menarik film lainnya hanya di KINCIR!

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.