7 Kematian Keluarga Targaryen yang Paling Mengenaskan

Dalam dunia A Song of Ice and Fire, dinasti Targaryen telah menduduki Iron Throne selama lebih dari seratus tahun. Sebagai satu-satunya keluarga penunggang naga yang tersisa sejak peristiwa bencana Valyria, Targaryen pun jadi keluarga terkuat dan paling ditakuti.

Meski begitu, sebagai penguasa dari tujuh kerajaan di Westeros, dinasti Targaryen pun mengalami banyak tantangan. Baik dari dalam keluarganya sendiri maupun pemberontakan dari luar. Enggak jarang, keluarga Targaryen terlibat dalam perang, baik perang saudara maupun perang dengan keluarga lain untuk hal yang enggak jauh-jauh dari soal politik kekuasaan dan balas dendam.

Enggak banyak karakter dalam dunia Game of Thrones dan House of the Dragon ini yang meninggal secara ‘normal’. Dalam buku karya George R. R. Martin pun juga demikian. Rata-rata kematian mereka terjadi karena dibunuh saat berperang. Kematian yang begitu tragis, sadis, dan mengenaskan ini memang sudah seperti ciri khas dari dunia A Song of Ice and Fire tersebut.

Nah, langsung saja simak 7 kematian keluarga Targaryen yang paling mengenaskan sepanjang sejarah kepemimpinan dinasti mereka sejak Aegon the Conqueror di bawah ini, ya!

Kematian keluarga Targaryen yang paling mengenaskan

1. Rhaenys Targaryen– jatuh dari langit ketika naganya, Meraxes, ditombak pasukan Dorne

Rhaenys Targaryen adalah adik sekaligus istri dari Aegon the Conqueror, penguasa dan pemersatu kerajaan di Westeros. Walaupun begitu, Aegon enggak berhasil menaklukkan Dorne di bawah kekuasaannya.

Hal ini pun membuat Targaryen jadi berperang dengan penduduk Dorne selama bertahun-tahun. Awalnya Rhaenys berhasil melancarkan serangan ke Dorne dengan membakar kota-kota di sana.

Namun, keluarga Martell dan penduduk Dorne lainnya enggak tinggal diam dan terus melakukan perlawanan. Perang pun semakin sadis: Targaryen membakar kota dengan naganya, sementara penduduk Dorne membalas juga dengan melemparkan api mereka sendiri.

Perang terus berlangsung sampai tombak scorpion menancap mata Meraxes, naga yang Rhaenys tunggangi. Hal ini pun membuat sang naga jatuh dan mati dengan posisi Rhaenys yang masih menungganginya.

Beberapa mengatakan Rhaenys tewas tertimpa naga dan runtuhan kastil ketika terjatuh dari langit. Namun, ada juga yang mengatakan dia selamat, tetapi kemudian disiksa sampai mati. Mayatnya pun enggak pernah ditemukan kembali.

2. Rhaenyra Targaryen – dibakar dan dimakan oleh naga adiknya, Sunfyre

Buat penonton serial populer HBO House of the Dragon, tentunya Rhaenyra Targaryen sudah enggak asing lagi. Putri dari Raja Viserys Targaryen yang dijanjikan sebagai penerus takhta ini memang menjadi karakter utama di serial ini.

Di musim pertama serial adaptasi novel Fire & Blood karya George R. R. Martin ini berfokus pada peristiwa-peristiwa yang nantinya mengarah ke perang saudara antar sesama Targaryen.

Perang saudara yang dikenal dengan nama “Dance of the Dragons” ini pun memakan banyak korban, salah satunya Rhaenyra. Di penghujung perang ini, Rhaenyra tewas karena dibakar dan dimakan oleh Sunfyre, naga dari Aegon II Targaryen, adik sekaligus lawan utamanya dalam merebut Iron Throne. Rhaenyra pun tewas mengenaskan di tangan adiknya yang juga menyuruh anaknya menyaksikan kematian ibunya sendiri.

Memang, Aegon II menjadi penantang ahli waris Iron Throne. Walaupun Viserys telah mendeklarasikan bahwa Rhaenyra adalah penerus takhtanya, beberapa orang enggak mendukung karena Rhaenyra adalah perempuan. Hal ini membuat kerajaan terbagi jadi dua pihak: pendukung Rhaenyra (tim hitam) dan pendukung putra Alicent, Aegon (tim hijau) sebagai raja selanjutnya.

3. Helaena dan Jaehaera Targaryen – lompat dari Maegor’s Holdfast dan mati setelah menderita tertusuk duri besi tajam di parit

Helaena adalah putri dari Viserys bersama Alicent dan merupakan adik dari Aegon II Targaryen. Dalam masa “Dance of the Dragons”, Helaena mengalami depresi. Soalnya dia disekap oleh orang suruhan Daemon Targaryen yang berniat membunuh anaknya.

Helaena disuruh memilih siapa di antara dua putra kembarnya yang harus mati: Jaehaerys atau Maelor. Meski enggak mau memilih, pada akhirnya Helaena memilih Maelor. Akan tetapi, pembunuh tersebut malah membunuh Jaehaerys.

Hal ini membuat Helaena sangat depresi karena selain menyaksikan langsung putranya dibunuh di hadapannya, dia juga enggak tahan dengan perasaan “enggak enak” karena telah memilih Maelor untuk dibunuh. Helaena pun akhirnya mengunci diri dan lompat dari Maegor’s Holdfast, jendela di atas gedung Red Keep dan akhirnya mati setelah menderita tertusuk duri besi tajam pada parit di bawahnya.

Nasib serupa terjadi pada putrinya, Jaehaera Targaryen. Sama-sama disekap oleh orang suruhan Daemon Targaryen, Jaehaera pun diperkosa ketika pembunuh tersebut menunggu jawaban Helaena.

Di akhir peristiwa perang saudara ini, Jaehaera pun berhasil selamat dan akhirnya dinikahkan ke Aegon III Targaryen, putra dari Rhaenyra bersama Daemon Targaryen. Saat itu dia masih berumur delapan tahun, dan dua tahun kemudian dia pun melompat dari Maegor’s Holdfast dan tewas dengan cara yang sama seperti Helaena, ibunya. 

4. Jaehaerys Targaryen – ditebas kepalanya sebagai bentuk balas dendam

Seperti yang telah diceritakan di poin sebelumnya, Daemon Targaryen mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh putra dari Aegon II dan Helaena. Hal ini dilakukan atas bentuk balas dendam ketika putra tirinya, Lucerys Velaryon dibunuh oleh Aemon, adik dari Aegon dan Helaena. Daemon pun menyuruh pembunuh bayaran, Blood dan Cheese untuk membunuh putra dari Aegon II.

Blood dan Cheese pun meminta sang ibu, Helaena memilih siapa yang harus mati dan jika Helaena enggak mau memilih, mereka akan membunuh ketiga anaknya. Pada akhirnya, Helaena memilih Maelor. Akan tetapi, Blood dan Cheese justru membunuh Jaehaerys Targaryen dengan menebas langsung kepalanya.

5. Joffrey Velaryon – dilempari batu dan ditombak saat menaiki naga Syrax, lalu terjatuh menabrak atap curam, tertancap batu, dan tertusuk pedangnya sendiri

Joffrey adalah anak ketiga dari Rhaenyra Targaryen bersama Laenor Velaryon. Ketika perang saudara “Dance of the Dragons” berlangsung, Joffrey baru berusia sebelas tahun. Enggak hanya perang antar Targaryen, di masa ini juga terjadi peristiwa “Storming of the Dragonpit” di mana anggota Faith of the Seven yang disebut Shepherd ini berusaha membunuh para naga karena dianggap sebagai iblis.

Nah, Joffrey yang belum berpengalaman ini langsung mencoba untuk menjinakkan Syrax, naga yang ditunggangi Rhaenyra. Syrax enggak mengenali siapa penunggangnya sehingga ia pun memberontak untuk berusaha ‘melepaskan’ Joffrey dari punggungnya ketika terbang.

Hal ini semakin parah karena Shepherd dari bawah berusaha melempar batu dan tombak ke arah Syrax dan Joffrey. Akhirnya, Joffrey pun terjatuh dari langit, menabrak atap curam, tertancap pecahan batu-batu tajam, patah tulang, dan tertusuk pedangnya sendiri di bagian perut. Tragisnya, Joffrey enggak langsung mati dan harus menderita beberapa saat sebelum akhirnya tewas. Kata-kata terakhirnya pun “Ibu, maafkan aku.” Sangat mengenaskan, bukan?

6. Aegon IV Targaryen – tewas karena obesitas dan enggak bisa bergerak lagi

Aegon IV Targaryen adalah cucu dari Rhaenyra dan Daemon Targaryen. Raja Targaryen kesebelas yang menduduki Iron Throne ini mendapat julukan “Aegon the Unworthy” dan dianggap sebagai raja terburuk sepanjang sejarah.

Di bawah kepemimpinannya, terjadi peristiwa pemberontakan Blackfyre. Hal ini disebabkan karena keputusannya untuk melegalkan anak di luar nikah sebagai penerus takhta kerajaan. Karena keputusan inilah terjadi perang di antara lima keluarga untuk menduduki Iron Throne.

Kematiannya enggak terdengar sesadis atau sekejam keluarga Targaryen lainnya. Walaupun begitu, Aegon IV memang mati mengenaskan. Keserakahan dan kesulitannya untuk mengontrol diri, Aegon IV pun jadi obesitas dan badannya membengkak.

Matanya bahkan hampir tertutup oleh lemak di pipinya. Badannya terlalu gemuk sehingga kakinya enggak kuat lagi menopang dan dia jadi enggak bisa bergerak lagi. Hanya bisa tiduran di kasurnya, Aegon pun dilumuri oleh kotorannya sendiri. Dagingnya mulai membusuk dan dipenuhi cacing. Semua ini dialami Aegon IV ketika masih hidup sekarat hingga akhirnya benar-benar tewas.

7. Viserys Targaryen – dituangi lelehan emas panas sebagai “mahkota”

Buat penonton Game of Thrones, tentunya masih teringat dengan adegan kematian Viserys Targaryen di musim pertama serial tersebut. Bersama Daenerys adiknya, Viserys menjadi keturunan Targaryen terakhir saat itu setelah pemberontakan oleh Robert Baratheon yang mengakhiri dinasti Targaryen.

Setelah ayah dan kakaknya tewas, Viserys dan Daenerys pun diasingkan ke Essos di mana Daenerys akhirnya menikah dengan Khal Drogo sebagai bentuk perjanjian agar kaum Vaes Dothrak bisa membantu Viserys mengklaim takhtanya kembali.

 Viserys enggak memperlakukan Daenerys dengan baik. Sosok yang akhirnya dijuluki “The Beggar King” ini juga menghina kaum Dothraki. Enggak hanya itu, Viserys juga mengeluarkan pedangnya dan mengancam Khal Drogo serta Daenerys dan bayi dalam perutnya. Akhirnya, Khal Drogo melelehkan emas dan menuangkannya ke kepala Viserys sebagai “mahkota”. Meski tewas mengenaskan, sifat jeleknya Viserys membuat kematiannya ini jadi salah satu kematian paling “memuaskan” dalam Game of Thrones. 

BONUS:

Daenerys Targaryen – ditusuk pisau oleh saudara sekaligus kekasihnya, Jon Snow

Di season finale Game of Thrones, Daenerys Targaryen akhrinya satu langkah lebih dekat untuk menduduki Iron Throne setelah membakar King’s Landing dengan naganya. Hal ini pun membuat sosoknya disebut-sebut mirip dengan sang ayah, “The Mad King” yang rela membakar kota demi menghentikan pemberontakan. Karena tindakannya ini, Jon Snow alias Aegon Targaryen yang merupakan keponakan sekaligus kekasihnya ini enggak bisa membiarkan Daenerys menjadi penguasa. Jon Snow pun menusuk Daenerys ketika mereka berciuman dan akhirnya Daenerys tewas dikhianati sebelum bisa menduduki Iron Throne.

Kematiannya terkesan dibuat terburu-buru sehingga “merusak” pengembangan karakternya sejak musim pertama. Banyak penggemar pun protes dan enggak menyukai kematian Daenerys ini. Bagaimana menurutmu?

***

Nah, itulah deretan kematian beberapa keluarga Targaryen yang paling mengenaskan. Di antara daftar tersebut, kematian siapa yang menurutmu paling tragis? Bagikan di bawah, ya! Jangan lupa ikuti terus KINCIR untuk informasi menarik seputar film atau serial lainnya.

Stay Updated!
Tetap terhubung di media sosial supaya cepat dapat pembaruan.